12 Prinsip dalam Membuat Animasi (Part 2) - IDS | International Design School

12 Prinsip dalam Membuat Animasi (Part 2)

maxresdefault (3)

 

Teknik pembuatan animasi memiliki peran yang besar bagi jalannya narasi dalam sebuah film kartun. Terdapat beberapa elemen yang berbeda dan pergerakan animasi adalah salah satu yang paling sentral dan fundamental dalam perbedaan tersebut. Prinsip ini sangatlah penting untuk diketahui untuk memperkuat pembangunan karakter dan adegan yang sedang dipertontonkan.

IDS | International Design School akan menjelaskan secara singkat mengenai enam dari 12 prinsip dalam membuat animasi yang dibuat oleh dua animator Disney, Ollie Johnston dan Frank Thomas, pada tahun 1981. Mari disimak!

 

  1. Arc

Prinsip arc memberikan realisme dalam karya animasi layaknya dunia nyata dengan mengambil hukum fisika. Sebagai contoh, jika sebuah bola dilempar keatas maka ia akan bergerak turun dan melekuk secara alami karena gaya gravitasi. Prinsip ini juga bisa diterapkan ke gestur manusia dalam proses pergerakan tangan, kaki, badan dan kepala.

  1. Secondary Action

Tujuan dari prinsip ini adalah memberikan penekanan pada aksi utama dari seorang karakter dengan memberikan detil tambahan yang berasal dari gestur karakter itu sendiri atau dari objek lain. Tantangan utama dari prinsip ini adalah bagaimana aksi pendukung dapat memperkuat aksi utama tanpa mengambil perhatian penonton. Semua pergerakan yang terlihat di layar harus harmonis dan mengakomodasi aksi utama.

  1. Timing

Setiap animator memiliki visi mengenai adegan yang sedang digarap. Jumlah frame gambar dalam setiap detik jalannya animasi memberikan pilihan bagi animator untuk memutuskan apa yang ingin ditekankan dalam adegan tersebut. Mempelajari karakter yang akan dianimasikan dan situasi yang sedang terjadi dalam adegan tersebut sangatlah penting sebelum memutuskan menggunakan ones atau twos (jumlah gambar dalam satu aksi).

 

1202580_1365437083030_full

 

  1. Exaggeration

Menurut para animator Disney, exaggeration adalah sesuatu yang masuk akal namun ditampilkan secara ekstrim agar tidak membuat penonton merasa bosan dan mengerti dampak dari kejadian yang sedang ditampilkan. Namun, penting bagi animator untuk mengetahui batas yang wajar dan digemari oleh penonton untuk menghindari sebuah adegan menjadi overanimated.

  1. Solid Drawing

Solid drawing adalah prinsip fundamental dalam proses pembuatan animasi.  Kemahiran dalam menggambar objek dalam bentuk 3D, memahami volume dan berat sampai efek bayangan adalah sesuatu yang harus dimiliki seorang animator bila ingin membuat desain animasi yang mumpuni.

  1. Appeal

Setiap karakter, baik protagonis maupun antagonis, harus memiliki daya tarik yang membuat penonton dapat terpaku pada kehadiran karakter tersebut saat ia ditampilkan. Terkadang animator perlu mengubah bentuk dari karakter-karakter tersebut hingga ke bentuk yang tidak realistis meskipun karakter yang lainnya tidak terlalu didistorsi penampilannya. Tidak ada pedoman mengenai bagaimana sebuah karakter harus ditampilkan, jadi sesuaikan hal itu dengan kebutuhan film yang sedang digarap.

 

Demikian penjelasan kedua belas prinsip animasi yang dibuat oleh animator Disney, Ollie Johnston dan Frank Thomas. Semoga dapat membantu kalian dalam memulai menjajaki dunia pembuatan animasi. Selamat berkarya!

 

Source:

1 2 3 4 5

Photo Source:

1 2 3

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG