14 Pendapat Ahli Mengenai Pengertian Film Dokumen - IDS | International Design School

14 Pendapat Ahli Mengenai Pengertian Film Dokumenter

Banyak berbagai pengertian film dokumenter itu apa secara umum pengertiannya adalah film yang mendokumentasikan kenyataan. Kenyataannya masih banyak sekali berbagai pendapat yang mengartikan pengertian dari film dokumenter itu sendiri. Berikut ini ada 14 pendapat ahli mengenai pengertian film dokumenter.

1. Paul Rotha :

Definisi Dokumenter bukan merujuk pada subyek atau sebuah gaya, namun dokumenter adalah sebuah pendekatan. Pendekatan dalam dokumenter dalam film berbeda dari film cerita. Bukan karena tidak dipedulikannya aspek kriya / kerajianan (craftsmanship) dalam pembuatannya, tetapi dengan sengaja justru memperlihatkan bagaimana kriya tersebut digunakan.

 

2. Paul Wells :

Teks Non-Fiksi yang menggunakan footage–footage yang aktual, di mana termasuk di dalamnya perekaman langsung dari peristiwa yang akan disajikan dan materi-materi riset yang berhubungan dengan peristiwa itu, misalnya hasil wawancara, statistik, dlsb. Teks-teks seperti ini biasanya disuguhkan dari sudut pandang tertentu dan memusatkan perhatiannya pada sebuah isu-isu sosial tertentu yang sangat memungkinkan untuk dapat menarik perhatian penontonnya.

 

3. Steve Blandford, Barry Keith Grant dan Jim Hillier :

Pembuatan film yang subyeknya adalah masyarakat, peristiwa atau suatu situasi yang benar-benar terjadi di dunia realita dan di luar dunia sinema.

(The Film Studies Dictionary, halaman 73).

 

4. Frank Beaver :

Sebuah film non-fiksi. Film Dokumenter biasanya di-shoot di sebuah lokasi nyata, tidak menggunakan actor dan temanya terfokus pada subyek–subyek seperti sejarah, ilmu pengetahuan, social atau lingkungan. Tujuan dasarnya adalah untuk memberi pencerahan, member informasi, pendidikan, melakukan persuasi dan memberikan wawasan tentang dunia yang kita tinggali.

(Dictionary of Film Terms, halaman 119)

 

5. Louis Giannetti :

Tidak seperti kebanyakan film-film fiksi, dokumenter berurusan dengan fakta-fakta, seperti manusia, tempat dan peristiwa serta tidak dibuat . Para pembuat film dokumenter percaya mereka ‘menciptakan’ ;dunia di dalam filmnya seperti apa adanya.

(Understanding Movies , Edisi Ke-7, halaman 339)

 

6. Timothy Corrigan :

Sebuah film non-fiksi tentang masyarakat dan peristiwanya, seringkali mengabaikan struktur naratif yang tradisional.

(A Short Guide to Writing About Film, Edisi Ke-4, halaman 206).

 

7. Michael Rabinger :

Dokumenter harusnya dibuat dengan hati dan bukan hanya dengan pikiran kita saja. Film dokumenter ada untuk mengubah cara kita merasakan sesuatu.

 

8. Ralph S. Singleton and James A. Conrad :

Film dari sebuah peristiwa yang aktual. Peristiwa-peristiwa tersebut didokumentasikan dengan menggunakan orang-orang biasa dan bukan actor.

(Filmmaker’s Dictionary, Edisi Ke-2, halaman 94)

 

9. Edmund F. Penney :

Suatu jenis film yang melakukan interpretasi terhadap subyek dan latar belakang yang nyata. Terkadang istilah ini digunakan secara luas untuk memperlihatkan aspek realistiknya dibandingkan pada film-film cerita konvensional. Namun istilah ini juga telah menjadi sempit karena seringkali hanya menyajikan rangkaian gambar dengan narasi dan soundtrack dari kehidupan nyata.

(Facts on File Film and Broadcast Terms, halaman 73).

 

10. James Monaco :

Istilah dengan makna yang sangat luas, secara mendasar digunakan untuk merujuk pada film atau program televisi yang tidak seluruhnya fiktif saat menyajikan alam.

(The Dictionary of New Media, halaman 94)

 

11. Ira Konigsberg :

Sebuah film yang berkaitan langsung dengan suatu fakta dan non-fiksi yang berusaha untuk menyampaikan kenyataan dan bukan sebuah kenyataan yang direkayasa. Film-film seperti ini peduli terhadap perilaku masyarakat, suatu tempat atau suatu aktivitas.

(The Complete Film Dictionary, Edisi Ke-2, halaman 103).

 

12. Gerald Mast dan Bruce F. Kawin :

Sebuah film non-fiksi yang menata unsur-unsur faktual dan menyajikannya, dengan tujuan tertentu.

(A Short History of the Movies, Edisi Ke-7, halaman 64).

 

13.  David Bordwell dan Kristin Thompson :

Justru yang menarik adalah apa yang dikatakan oleh David Bordwell dan Kristin Thompson dalam Film Art: An Introduction, Edisi Ke-5. Menurutnya bahwa inti dari film dokumenter adalah untuk menyajikan informasi yang faktual tentang dunia di luar film itu sendiri. Bedanya dengan fiksi adalah dalam pembuatannya tidak ada rekayasa baik dari tokohnya (manusia), ruang (tempat), waktu dan juga peristiwanya.

 

14. Misbach Yusabiran :

Misbach Yusabiran melalui Penulis Skenario, Armantono pernah mengatakan bahwa dokumenter adalah suatu dokumentasi yang diolah secara kreatif dan bertujuan untuk mempengaruhi (mem-persuasi) penontonnya. Dengan definisi ini, film dokumenter seringkali menjadi sangat dekat dengan film-film yang bernuansa propaganda.

Tetapi secara keseluruhan asal mula adanya pengertian dokumenter secara umum adalah Istilah “dokumenter” pertama digunakan dalam resensi film Moana (1926) oleh Robert Flaherty, ditulis oleh The Moviegoer, nama samaran John Grierson, di New York Sun pada tanggal 8 Februari 1926.

Di Perancis, istilah dokumenter digunakan untuk semua film non-fiksi, termasuk film mengenai perjalanan dan film pendidikan. Berdasarkan definisi ini, film-film pertama semua adalah film dokumenter. Mereka merekam hal sehari-hari, misalnya kereta api masuk ke stasiun. pada dasarnya, film dokumenter merepresentasikan kenyataan. Jadi secara umum pengertian film dokumenter adalah menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan.

Kamu punya passion FilmMaker? Sekolah Film saja di IDS | International Design School. Ada juga Kursus Film dan International Pathway di Universitas Ternama di luar negeri.

Sumber : 1 2 3

 

Tertarik Bikin Film Dokumenter? Belajar Bikin Film di Sekolah Film di IDS!

 

 

 

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG