3 Jenis Animasi Populer, Dari Sederhana Hingga Yang Kompleks - IDS | International Design School

3 Jenis Animasi Populer, Dari Sederhana Hingga Yang Kompleks

3 Jenis Animasi Populer, Dari Sederhana Hingga Yang Kompleks

Animasi seringkali hanya diartikan sebagai gambar yang bergerak. Namun jika diartikan lebih lengkap dan spesifik, animasi adalah kumpulan objek bisa bentuk tulisan atau gambar yang disusun sedemikian rupa untuk menyampaikan pesan atau menceritakan sesuatu.

Animasi itu sendiri adalah sebuah rangkaian grafis dengan gerakan secara urut dan cepat sehingga menjadikan sebuah objek terlihat hidup. Orang yang menciptakan animasi ini disebut dengan animator, entah itu dibuat secara tradisional atau dengan bantuan menggunakan program di komputer untuk mendapatkan gerak sebuah objek agar terlihat lebih rasional dan lebih hidup seperti yang dilakukan oleh perusahaan pembuat film animasi macam Walt Disney, DreamWorks, Pixar dan lain sebagainya.

Saat ini penggunaan animasi sudah begitu luas seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Tak hanya populer lewat film, animasi juga sering kita temui kala berselancar di dunia maya atau internet. Yuk kita kenali macam-macam animasi yang sering kita jumpai.

  1. Animasi 2D

Animasi 2D menjadi varian pertama yang dikenal luas. Pada dasarnya animasi ini menggabungkan beberapa gambar agar objek bisa terlihat hidup. Jenis animasi ini bisa diproduksi dengan menggunakan teknik tradisional atau dengan menggunakan software di komputer. Nah cara yang terakhir itu yang sekarang sedang populer, karena lebih mudah dan cepat.

Karena animasi 2D berbasis vektor, maka software yang digunakannya pun tak jauh dari aplikasi pengolah gambar digital seperti Flash, Adobe After Effects, dan Adobe Illustrator. Seperti namanya, animasi 2D hanya memiliki dua axis (X-axis dan Y-axis) tanpa kedalaman (Z-axis).

  1. Animasi 3D

Evolusi berikutnya dari animasi 2D adalah animasi 3D. Proses pembuatannya cukup rumit sehingga tak mungkin dilakukan dengan menggunakan teknik tradisional. Animasi ini memiliki 3 axis (x,y dan z) dan sering juga disebut dengan CGI (computer-generated imagery). Disebut CGI bukannya tanpa alasan, karena memang peran komputer sangat besar dalam produksi objek animasi 3D ini.

Software populer yang sering digunakan dalam proses pembuatan animasi 3D ini adalah Maya dan Cinema 4D. Saat proses pembuatan, para animator juga harus memikirkan detail gerakan hingga ekspresi wajah agar terlihat natural dan real. Karena kerumitan ini yang membuat animator 3D membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaannya dibandingkan proses pengerjan animasi 2D.

  1. Motion Graphic

Jenis animasi berikutnya adalah motion graphic yang banyak kita jumpai saat berselancar di internet. Jenis animasi ini banyak digunakan untuk menjelaskan hal yang kompleks agar jadi lebih mudah dipahami, pengaplikasiannya seperti di video tutorial hingga video iklan.

Seringkali motion graphic juga digunakan untuk menggerakan huruf dan logo untuk menarik perhatian. Proses pembuatannya juga relatif lebih mudah dibandingkan dua jenis animasi sebelumnya, kamu juga bisa belajar otodidak secara online, ambil kursus singkat, atau bergabung dengan lembaga profesional seperti IDS (International Design School) untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih komprehensif.

Nah selain 3 jenis animasi populer di atas, masih ada beberapa jenis lainnya yang mulai jarang kita jumpai. Karena metode pembuatannya membutuhkan waktu lama, beberapa jenis animasi di bawah ini sudah mulai ditinggalkan.

  1. Stop Motion

Teknik pembuatan animasi ini pertama kali dikenalkan oleh Stuart Blakton ditahun 1906. Pada awal diperkenalkan, karakter yang digunakan terbuat dari tanah liat, namun di era modern ini sudah ada juga yang menggunakan boneka atau lego. 

Proses pembuatannya cukup rumit, setiap karakter difoto sesuai dengan pergerakannya, kemudian foto-foto tadi dirangkai dalam sequence hingga memperlihatkan sebuah gerakan dari karakter tadi. Dalam proses ini, ketepatan dan ketelitian mutlak diperlukan untuk menghasilkan gerakan yang natural. Jika salah, prosesnya harus diulang kembali.

  1. Animasi Tradisional

Teknik pembuatan animasi tertua ini dikenal juga dengan istilah cel animation. Saat menggunakan teknik ini, para animator harus menggambar setiap detail gerakan karakter hingga membentuk sebuah sequence.

Kamu sendiri bisa bayangkan kenapa teknik ini ditinggalkan. Untuk membuat pergerakan yang sedikit saja, para animator harus membuat ribuan gambar demi terlihat natural. Salah satu film animasi yang menggunakan teknik ini adalah Pinocchio (1940) dan Animal Farm (United Kingdom, 1954). Kalau kamu sendiri nih, suka jenis animasi yang mana?

Sumber: 1 2 3 4

Posted in: Articles