4 Cara Membentuk Attention, Maksimalkan Peluang Dalam Waktu Singkat - IDS | International Design School

4 Cara Membentuk Attention, Maksimalkan Peluang Dalam Waktu Singkat

4 Cara Membentuk Attention, Memaksimalkan Peluang Dalam Waktu Singkat

Untuk memasarkan produk, pertama yang dibutuhkan adalah mendapat dan mempertahankan perhatian audiens cukup lama agar pesan bisa tersampaikan. Masalahnya, pengguna internet saat ini tak bisa fokus dalam waktu lama apalagi bersabar melihat pesan yang disampaikan. Jadi jika kamu gagal dengan cepat mendapat perhatian mereka, maka beresiko kehilangan calon konsumen sebelum pesan berhasil disampaikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, infografis menjadi konten populer untuk memasarkan produk, karena mempermudah menyampaikan banyak informasi dalam waktu singkat. Namun, kamu tak bisa mengandalkan infografis untuk semua hal.

Berikut ini beberapa cara membentuk attention yang bisa diterapkan pada strategi digital marketing yang kamu rencanakan.

1. Beri penawaran yang tak bisa dilewatkan

Di era modern ini, rata-rata remaja menghabiskan banyak waktu dengan mengecek smartphone mereka. Tetapi hal ini tak lantas membuat mereka menjadi mudah untuk didekati, karena mereka susah sekali untuk fokus dan sering melompat dari satu hal ke hal lainnya. Perlu sebuah distraksi yang kuat untuk membuat mereka fokus dan mengabaikan yang lain.

Salah satu cara untuk mendapatkan perhatian penuh mereka adalah memberikan penawaran yang sulit untuk diabaikan. Jika free ongkir tidak cukup, diskon dengan jumlah signifikan, katakan 20% bisa menarik perhatian mereka dan mencari info tambahan soal penawaran yang diberikan.

2. Hindari gimmick untuk mencari perhatian

Seringkali mudah untuk menarik perhatian pengguna internet dengan gambar yang bikin heboh atau judul klik bait. Namun cara ini adalah ide buruk, kecuali kontennya memang untuk hiburan semata.

Pastikan gambar headline iklan kamu sesuai dengan isi iklannya dan orang-orang yang menjadi target iklan. Jangan gunakan gambar headline kucing untuk ads berisi jualan baju dengan dan mengirimkannya ke halaman komunitas pecinta burung.

3. Buat iklanmu jadi mudah diingat
Buat iklanmu jadi mudah diingat, jadi ketika orang tak lagi melihat iklanmu, mereka masih mengingat brand/produk yang kamu pasarkan dan berupaya untuk terkoneksi kembali.

4. Fokuskan kepada performa website

Upaya untuk mendapatkan perhatian dan mendatangkan trafik ke website akan menjadi sia-sia jika tidak ditunjang dengan performa website yang mumpuni. Studi dari google menyebutkan jika 53% pengunjung situs mobile akan pergi ketika load halaman memakan waktu lebih dari 3 detik.

Banyak hal yang mempengaruhi kecepatan load website, ada yang bisa kamu kontrol dan ada juga yang tidak. Kecepatan load website kamu bisa berbeda di masing-masing user, tergantung dari beberapa faktor seperti koneksi, perangkat yang digunakan, kecepatan server dan bagaimana interface website itu sendiri.

5. Konversi attention menjadi action

Kamu tentunya tak bisa memasarkan produk jika tak bisa mendapatkan perhatian mereka terlebih dahulu. Jika sudah berhasil mendapatkan perhatian mereka, lalu bagaimana cara merayu mereka untuk membeli, download atau konversi lainnya? Di sini pentingnya keterkaitan materi yang digunakan untuk iklan. Mengapa? Karena semakin lama orang tertarik dengan konten iklan kita, maka semakin tinggi tingkat konversinya.

Bahkan jika konten iklan kita benar-benar menarik, besar kemungkinan konten tadi akan di-share kepada teman di lingkungan pergaulan sosialnya. Efeknya bagai menciptakan brand ambassadors, terlebih jika kontennya bisa viral, maka cost untuk iklan bisa jauh lebih murah.
Setelah berhasil mendapatkan perhatian mereka, jangan lupakan untuk memprioritaskan konsumen. Hargai waktu yang mereka luangkan untuk berinteraksi dengan kita, buatlah konten yang pertama fokus kepada konsumen baru kemudian beralih ke brand, Karena konsumen dengan pengalaman menarik atau merasa puas, nantinya akan berbagi pengalaman tadi kepada lingkungan sosial mereka untuk menciptakan efek brand ambassadors seperti penjelasan sebelumnya.

Source: 1 2

 

Posted in: Articles