4 Kesalahan Umum dalam UX Design, Begini Tips Menghindarinya! - IDS | International Design School

4 Kesalahan Umum dalam UX Design, Begini Tips Menghindarinya!

Kesalahan-kesalahan umum dalam UX Design

Pengalaman adalah guru terbaik, pepatah itu hadir bukannya tanpa alasan. Karena memang dari pengalaman kita bisa belajar dan berkembang menjadi lebih baik. Maka tak salah juga jika desainer pemula sering melakukan kesalahan di awal karirnya. Contohnya seperti kesalahan – kesalahan umum dalam ux design berikut ini yang akan kita bahas.

UX design atau desain ux mengutamakan kenyamanan user dengan tetap memprioritaskan desain yang menarik. Dalam prakteknya memang, kesalahan desain ux memang tak bisa terhindarkan jika bereksperimen dengan elemen desain. Tetapi kamu bisa menghindari beberapa kesalahan umum berikut ini yang seringkali dilakukan oleh seorang pemula. Yuk simak ulasan berikut!

  1. Resolusi Layar Tidak user-friendly

Ini adalah salah satu kesalahan paling umum, terutama sering dilakukan desainer pemula karena minim pengalaman. Saat ini banyak desainer mengoptimalkan ukuran desain ke resolusi layar 1024×768, ukuran yang banyak digunakan layar laptop dan PC. Namun seringkali tampilan menjadi berantakan saat website diakses menggunakan smartphone dan tablet.

Tips menghindari:

Simulasikan desain ke dalam beberapa ukuran layar, terlebih saat ini banyak desain web menggunakan fitur autofit. Perhatikan ukuran dari elemen desain yang digunakan, simulasikan dengan beberapa ukuran layar apakah tampilan masih user friendly? Penggunaan elemen desain dengan ukuran besar bisa menjadi sebab tampilan layar menjadi kacau saat diakses dengan beberapa perangkat yang punya resolusi layar berbeda.

  1. Pop-up Yang Mengganggu

Hingga saat ini, pop up menjadi fitur mengganggu kenyamanan user yang masih sering digunakan. Biasanya website menggunakan fitur ini untuk menampilkan informasi penting yang harus segera diketahui user (seperti pemberitahuan peringatan usia atau kebijakan cookies) atau untuk menampilkan iklan. Khusus untuk iklan, google sudah melarang website menampilkan iklan google dalam bentuk pop up.

Tips menghindari:

Pop up menutupi layar secara signifikan sehingga bisa mengganggu user untuk membaca. Gunakan pop-up secara bijak untuk menampilkan informasi yang butuh persetujuan user seperti verifikasi umur saat masuk ke website, atau persetujuan penggunaan cookies browser. 

Beberapa penggunaan pop-up selain kebutuhan di atas biasanya sudah diatur agar menutup dengan sendirinya dalam waktu beberapa detik. Cara ini bisa jadi jalan tengah penggunaan pop-up yang tak terlalu mengganggu user.

  1. Navigasi Halaman Membuat Bingung

Navigasi memegang peran penting dalam alur desain ux, bahkan navigasi menjadi faktor penting kesuksesan sebuah website. Navigasi halaman yang baik akan memberikan pengaruh signifikan kepada peningkatan trafik, search engine ranking hingga konversi. Pastikan desain navigasi dioptimalkan untuk memenuhi tujuan, bisa jadi meningkatkan page per session atau mengoptimalkan angka konversi.

Tips menghindari:

Lakukan simulasi, minta masukan dari beberapa orang dan pastikan kamu mengerti akan preferensi demografis audiens. Karena kelompok usia tertentu punya pendekatan desain navigasi berbeda dibandingkan kelompok usia lainnya terutama untuk meningkatkan konversi.

  1. Form Isian Terlalu Panjang dan Rumit

Tidak semua yang panjang itu menyenangkan. Layaknya antrian panjang, form isian panjang juga menjadi hal yang tak disukai banyak orang. Saat membuat isian formulir, desainer harus desain yang sesederhana mungkin yang tak menyita banyak waktu dan tenaga user.

Karena sejatinya user datang ke website untuk mendapatkan informasi, bukan sebaliknya. Form isian bisa dianggap sebagai penghalang dan membuat user pergi ke website lain untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.

Tips menghindari:

Jika memang diperlukan, bimbing user untuk mengisi form isian dengan halus. Jika memang banyak yang harus diisi, bagilah menjadi beberapa bagian dan tampilan dengan desain menarik. Jangan menampilkan secara langsung semua isian yang justru akan membuat user menjadi bingung lalu kabur.

Seringkali kesalahan umum di atas terjadi karena desainer ux yang kurang pengalaman, kurang fokus membaca kebutuhan user atau kurang riset tentang pola demografis user. Atau malah ada juga desainer yang lebih memperhatikan tampilan visual dan mengesampingkan kenyamanan user, padahal keduanya saling mengisi dan berkaitan.

Tampilan visual menarik tentunya lebih mudah menarik user, serta user experience yang optimal akan membuat user datang kembali atau setidaknya meninggalkan kesan positif. Nah, kalau kamu pernah melakukan kesalahan pemula seperti contoh di atas?

Source: 1 2

Posted in: Articles