5 Film Cult Terbaik Sepanjang Masa - IDS | International Design School

5 Film Cult Terbaik Sepanjang Masa

Sepanjang sejarah dunia perfilman, terdapat segelintir karya yang memicu perdebatan mengenai kelayakan film untuk disematkan label cult movie. Fanatisme yang masih membara di kalangan penggemar sebuah film adalah tolak ukur utama yang dapat memvalidasi bilamana sebuah film dapat dikatakan sebagai karya yang layak disematkan predikat tersebut.

Kali ini, IDS | International  Design School akan membahas 5 film yang masih memiliki cult following meskipun beberapa dari mereka dirilis puluhan tahun yang lalu. Patut diingat, beberapa barometer utama dari pemilihan daftar ini berasal dari kesetiaan penonton dalam menonton film tersebut secara berkala, teknik filmmaking yang revolusioner, jalan cerita yang unik dan adanya komunitas yang didasari atas kekaguman akan film tersebut.

 

The Rocky Horror Picture Show

 

Header(7)

 

Film yang dirilis pada tahun 1975 ini seringkali diberi predikat sebagai ikon dari cult movie. Disutradari dan ditulis oleh Jim Sharman, film ini diangkat dari karya teater musikal yang diciptakan oleh Richard O’Brien dan menceritakan pasangan yang mobilnya mogok dan kemudian hendak meminjam telepon di sebuah kastil. Ternyata bangunan tersebut dihuni oleh banyak orang dengan kostum aneh.

The Rocky Horror Picture Show berhasil meraih cult following sejak perilisannya. Penggemar setianya secara berkala berkumpul dengan kostum yang bertema dan tak jarang merekonstruksi adegan yang ditunjukkan di film.

 

Pink Floyd: The Wall

 

hero_EB20100224REVIEWS08100229987AR

 

Ditulis oleh Roger Waters, bassist dari band progressive rock Pink Floyd, The Wall dirilis pada 1982 silam. Film ini digarap berdasarkan album Pink Floyd yang berjudul sama. The Wall menceritakan perjuangan Pink, seorang rock star yang mengalami tekanan mental karena kehilangan ayahnya yang meninggal.

Sarat akan metafora satir mengenai keadaan ekonomi serta politik dunia internasional, The Wall menjadi subyek diskusi dari pecinta film dan menjadi film yang digandrungi oleh pecinta karya seni surrealis dan psikedelik.

 

The Big Lebowski 

 

hero_Big-Lebowski-image

 

Karya Coen Bersaudara merupakan film crime comedy yang telah menjadi ikon dalam kebudayaan modern Amerika. Jeff Bridges memerankan Jeffrey “The Dude” Lebowski, seorang pengangguran yang diculik akibat kesalahan identifikasi karena ia memiliki nama yang sama dengan seorang jutawan.

The Big Lebowski gagal memenuhi ekspektasi dari segi pendapatan dan menerima sejumlah tanggapan negatif dari kritikus. Namun demikian, popularitas film ini terus meningkat dari tahun ke tahun dan pemasukan dari penyewaan VCD dan DVD semakin menggunung. Kesetiaan penggemar dari The Dude dibuktikan dari acara tahunan yang terinspirasi dari film tersebut dan diberi nama Lebowski Fest.

 

A Clockwork Orange

 

clockwork-orange-1400×1015

 

Salah satu film paling kontroversial dalam sejarah, A Clockwork Orange adalah salah satu dari sekian banyak karya Stanley Kubrick yang menjadi buah bibir di seluruh dunia. Film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel karya Anthony Burgess yang dirilis pada tahun 1962 dengan nama yang sama. Malcolm McDowell berperan sebagai Alex DeLarge, tokoh utama dari film ini, seorang kriminal brutal yang hidup di versi dystopia dari Britania Raya.

Setelah perilisannya, A Clockwork Orange menjadi bagian dari pop culture masyarakat modern. Tercatat berbagai musisi seperti David Bowie, Blue, New Order dan John Bonham menyertakan beberapa elemen film tersebut ke dalam karya atau penampilan mereka. Selain itu, film-film seperti Trainspotting dan Reservoir Dogs memberikan homage kepada film ini lewat sebuah scene atau easter egg yang ada dalam sebuah adegan.

 

Blade Runner

 

blade-runner-1982-019-deckard-city-street-00o-gck

 

Dianggap gagal dari segi pendapatan pada periode penayangan di bioskop, Blade Runner malah memiliki penggemar setia yang terus berkembang jumlahnya setelah bertahun-tahun dirilis. Sinematografi yang megah dan pengembangan karakter yang menarik dari film ini membuatnya mendapat kritik yang kebanyakan baik meskipun penggemar film menganggap jalannya cerita terlalu lambat.

Blade Runner mendapatkan nominasi dari penghargaan bergengsi seperti Oscar, BAFTA serta Golden Globe setelah perilisannya. Film ini juga dianggap oleh berbagai kritikus dan badan perfilman seperti National Film Registry (NFR) sebagai salah satu karya sci-fi terbaik sepanjang sejarah. Sekuel yang berjudul Blade Runner 2049 juga dirilis pada tahun 2017 silam dan meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti film pendahulunya.

 

Demikian ulasan beberapa cult movie dari IDS | International  Design School. Apa film cult favorit kamu dan kenapa kamu menyukainya? Silakan tinggalkan komentar di kolom di bawah ini dan ceritakan momen saat kamu pertama menonton film tersebut. Selamat menonton!

 

Source:

1 2 3 4

Photo Source:

1 2 3 6

Posted in: Articles

Comments (One Response )

  1. ปั้มไลค์ - August 5, 2019 - 7:22 am #

    Like!! Great article post.Really thank you! Really Cool.