5 Performance Indicators Keberhasilan Digital Marketing | IDS

5 Performance Indicators Keberhasilan Digital Marketing

Sharing is caring!

Keberhasilan sebuah campaign di media sosial tentu dinilai dari seberapa baik hasil performance digital marketing-nya setelah berjalan. Tanpa sebuah indikator, kamu pastinya bingung bagaimana memastikan apakah campaign yang dijalankan punya dampak bagi audience atau tidak. Tidak perlu bingung, berikut ini 5 indikator yang bisa digunakan untuk mengukur keberhasilan performance digital marketing.

 

  1. ROI (Return on Investment)

Dalam bahasa Indonesia, ROI ini disebut juga Laba atas Investasi. Dari sekian banyak biaya yang dikeluarkan untuk sebuah kegiatan digital marketing, tentu kamu harus tahu apakah kegiatan tersebut efektif atau tidak, memberi laba atau tidak bagi perusahaan kamu. Cara menghitung ROI ini mudah sekali, yakni: (Total Penjualan – Investasi)/Investasi x 100%.

 

  1. Website Engagement

Hal lain yang menjadi indikator keberhasilan adalah seberapa banyak website engagement yang dihasilkan. Website engagement ini bisa dihitung berdasarkan:

Unique Visitors (UV): Dihitung dari berapa banyak 1 alamat IP mengunjungi website kamu. Jadi, jika kamu mengklik sebuah website dengan 1 komputer yang sama berulang-ulang, unique visitors tetap dihitung 1.

Opt-in Registrations: Berapa banyak orang yang sign up saat berkunjung ke website kamu.

Time Spent: Menghitung seberapa lama orang membuka dan menelusuri apa yang ada di website kamu. Di sini bisa kamu mengecek juga berapa banyak bounce rate, yakni pengunjung yang langsung menutup halaman web kamu begitu dibuka.

Traffic Source: Mencari tahu dari mana sumber traffic terbanyak untuk masuk ke website kamu. Bisa melalui Facebook, e-mail, SEO, dan sebagainya. Kamu bisa menggunakan Google Analytics untuk menganalisisnya.

 

  1. CTR (Click-through-Rate)

CTR ini berguna untuk membantu kamu menghitung berapa banyak orang yang mengklik iklanmu, entah itu iklan di banner website atau iklan lewat e-mail marketing. Normalnya, CTR punya persentase antara 0% – 5%. Jarang ada CTR yang jumlahnya benar-benar 100%. Menghitung CTR ini ada rumusnya, yakni (Jumlah Klik/Banyaknya Tampilan Iklan x 100%). Misalnya, iklan website kamu dalam sehari tampil sebanyak 100 kali dan mendapatkan klik sejumlah 5 kali. Maka total CTR-nya adalah (10/100 x 100%) = 5%.

 

  1. Tingkat Konversi/Conversion Rate

Begitu orang sudah mau mengklik iklan atau e-mail marketing yang kamu sebarkan, hal berikutnya yang harus kamu hitung adalah seberapa tinggi tingkat konversinya. Tingkat konversi ini menunjukkan apakah tujuan proses digital marketing kamu berhasil atau tidak. Misalnya, dalam sebuah iklan kamu mengajak orang untuk membeli produk yang ada di website kamu. Nah, kalau orang tersebut benar-benar mengklik iklannya lalu membeli produk di website kamu maka tujuan kamu tercapai. Jadi, tingkat konversi ini gunanya untuk menghitung seberapa banyak orang yang mau membeli produkmu setelah mengklik iklan yang mereka lihat.

 

  1. Social Engagement

Hal terakhir yang harus kamu jadikan indikator akan suksesnya kegiatan digital marketing adalah dengan melihat seberapa banyak comment dan share di sosial media. Melalui comment, kamu bisa juga mencari tahu apa sebenarnya yang dicari oleh audience. Di sini, kamu bisa menerima berbagai kritik dan saran. Melalui share, kamu jadi tahu seberapa banyak audience yang tertarik dengan konten yang kamu buat. Aktifkan semua widget sharing ke berbagai sosial media supaya pengunjung bisa dengan mudah membagikan apa yang mereka sukai di sosial medianya.

(SK)

 

Source: 1 2 3

FI source: pixabay.com

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG