5 Strategi Inbound Marketing - IDS | International Design School

5 Strategi Inbound Marketing

Inbound marketing adalah strategi marketing yang menggunakan media internet sebagai channel-nya. Sebuah perusahaan baru atau startup pastinya membutuhkan teknik marketing yang handal supaya bisa lebih banyak dikenal masyarakat luas. Nah, karena era digital sudah mulai mendominasi sejak tahun 2000-an silam, maka teknik marketing yang tadinya konvensional sekarang pun perlahan berkembang menjadi digital. Dengan begitu, saat ini teknik marketing dibagi menjadi dua yakni inbound marketing (digital) dan outbound marketing (konvensional). Dalam artikel kali ini, teknik yang akan dibahas adalah inbound marketing.

 

Berkembangnya era digital membuat strategi inbound marketing dinilai jadi lebih efektif untuk memberikan informasi dan meningkatkan brand awareness. Teknik inbound marketing ini sering disebut juga sebagai teknik ‘pull marketing’ karena sifatnya yang menarik perhatian audiens. Lalu, apa strategi untuk inbound marketing yang sukses?

 

  1. Tampilan Situs Web

Sebelum menarik audiens dari berbagai channel, hal pertama yang harus diperhatikan tentu adalah tampilan situs web. Tampilan harus dibuat semenarik mungkin, tidak mengganggu aktivitas pengunjung, user-friendly, banyak tombol CTA atau call-to-action supaya audiens mudah navigasinya. Dengan tampilan situs web yang menarik, tidak hanya berguna bagi investasi masa depan perusahaan, tetapi juga bisa disukai audiens dan audiens bisa kembali lagi terus menerus atau bahkan merekomendasikannya kepada orang lain.

 

  1. SEO (Search Engine Optimization)

Strategi inbound marketing yang sukses lainnya adalah dengan memaksimalkan SEO. Jika ingin bisnis berkembang, pastikan produk atau situs web kamu mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing, dsb. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan SEO ini misalnya dengan keyword, struktur tampilan situs web, link building, sosial media, dan lain-lain. Namun hal yang paling penting dari keseluruhan ini adalah keyword. Dengan keyword dan penerapan yang tepat, kamu bisa membuat situs web berada di urutan pertama mesin pencari.

 

  1. SEM (Search Engine Marketing)

Jika SEO merupakan hasil pencarian organik atau tidak berbayar, lain lagi dengan SEM. SEM ini merupakan hasil pencarian berbayar atau bisa disebut juga dengan iklan. SEM juga berperang dengan menggunakan keyword dan medannya adalah mesin pencari. Hanya saja, dengan SEM kamu harus mengeluarkan budget yang tidak sedikit karena tingginya persaingan. Dengan menggunakan SEM, situs web kamu bisa berada di urutan paling atas mesin pencari tanpa harus bersusah-susah optimasi situs web seperti proses SEO.

 

  1. Content Marketing

Content marketing bisa dilakukan dengan banyak cara, misalnya artikel blog, review produk, video, podcast, infografik, meme, dan lain-lain. Hanya saja, saat ini cara yang paling efektif dan sering digunakan adalah dengan menyediakan artikel yang mengandung keyword. Tapi, tidak sembarang artikel yang dibuat. Konten yang terkandung di dalamnya pun harus informatif, edukatif, dan senatural mungkin supaya enak dibaca oleh audiens.

 

  1. Sosial Media

Strategi inbound marketing lainnya adalah dengan menggunakan sosial media. Melalui sosial media, kamu bisa memberikan informasi terbaru mengenai produk, perusahaan, promo, dan lain-lain. Sosial media dinilai punya dampak besar karena sifatnya yang shareable. Maka, buatlah konten menarik di sosial media supaya situs web kamu banyak dibagikan oleh audiens dan semakin terkenal. Platform sosial media ada banyak; Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, Google+, dan sebagainya. Cari tahu platform mana yang punya audiens terbanyak dan maksimalkan platform tersebut.

(SK)

 

Sources: 1 2 3

FI source: stocksnap.io

 

 

 

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG