5 Tips untuk Menjalankan Branding yang Efektif - IDS | International Design School

5 Tips untuk Menjalankan Branding yang Efektif

Branding (1)

 

Diantara berbagai strategi pemasaran dari perusahaan, branding adalah salah satu yang paling vital di era digital seperti sekarang. Logo perusahaan, tampilan produk hingga konten media sosial adalah entitas strategi marketing yang berada di bawah payung besar aktivitas branding.

Branding tidak bisa dilakukan dengan sembarangan tanpa perencanaan yang terstruktur dan mengetahui siapa target market. Isu atau fenomena yang sedang digandrungi oleh target market dapat menjadi konten pemasaran yang menarik dan mampu mengubah keputusan pembelian mereka.

IDS | International Design School pada kesempatan kali ini akan membahas tips dari Chris Moody, creative director dari konsultan branding papan atas internasional Wolff Olins. Perusahaan yang berdiri di London, Inggris tersebut telah menangani berbagai macam client seperti Unilever, Hyatt Hotels, Olimpiade London 2012 dan kota New York. Yuk, kita simak kiat-kiat berikut ini!

                                             

  •         Menjaga Branding Perusahaan Tetap Tidak Dimengerti secara Pasti

“Identitas yang dibangun oleh proses branding seringkali berfungsi dengan baik bila publik masih bertanya-tanya mengenai maksud pasti dari pesan yang disampaikan. Dengan demikian, pelanggan akan berusaha menempatkan diri mereka ke dalam pesan tersebut.”

Proses branding yang tidak memberikan jawaban definitif memungkinkan pelanggan untuk membuat gambaran dari perusahaan tersebut secara personal. Hal itu membuat pelanggan telah berinteraksi secara tidak langsung dengan perusahaan dan membangun hubungan informal antara produsen dan konsumen.

 

  •         Bekerja Berdampingan dengan Klien

“Zaman dimana agensi branding mengerjakan sebuah pedoman untuk beroperasi bagi klien dan meninggalkan mereka untuk mengerjakannya sendirian telah usai. Klien di zaman modern membutuhkan kehadiran agensi selama proses pengerjaan sebuah campaign dan mengeksekusi perencanaan tersebut secara berdampingan.”

 

  •         Tentukan Konteks dan Sasaran Branding

“Tanyakan kepada diri anda; apa tujuan spesifik branding tersebut? Gambaran apa yang akan terjadi di mata publik? Apakah aktivitas branding ini akan berdiri sendiri dari rangkaian campaign secara keseluruhan?”

Mengidentifikasi target market hingga ke segmentasi yang sempit adalah langkah krusial yang harus dilakukan sebelum mulai membangun rangkaian aktivitas branding. Dengan begitu, ada barometer yang bisa menjadi pegangan disaat sebuah perusahaan ingin mengeksplorasi atau membuat inovasi dalam proses branding.

 

 patrik-michalicka-1313743-unsplash

 

  •         Ikuti ”Kupu-Kupu”

“Dalam proses branding di Wolff Olins, kami sering mengistilahkan sesuatu yang disebut ‘kupu-kupu.’” papar Moody. “Kupu-kupu yang dimaksud adalah perpaduan antara apa yang menjadi kekuatan dari produk dan desain anda beserta apa yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Anda harus mengetahui kenapa anda mengerjakan hal yang sedang anda kerjaan dan apa efek yang akan terjadi.”

“Sudah banyak produk dan merk yang beredar di dunia. Yang dibutuhkan adalah sebuah produk dan merk yang memiliki nilai lebih secara unik.”

 

  •         Identifikasi Positioning Brand

“Anda harus memperhatikan setiap elemen marketing yang ada saat merancang aktivitas branding. Disaat anda membuat sebuah identitas baru, maka apa yang ditampilkan masih asing di mata audiens. Tentunya hal itu akan menyulitkan bagi penerima pesan untuk mengerti arti dari branding tersebut secara sepenuhnya.”

 

 

Nah, itu tadi tips dari Chris Moody bagi kalian yang berencana atau sedang menjalankan branding bagi sebuah perusahaan. Jika kalian memiliki kiat-kiat lain, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar.

Selamat berkarya!

 

Source:

1

Picture Source:

1 2 3

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG