7 Langkah Jitu Mendesain Identitas Merek Untuk Sebuah Bisnis - IDS | International Design School

7 Langkah Jitu Mendesain Identitas Merek Untuk Sebuah Bisnis

Apa itu identitas merek atau brand identity? Pakar brand, Marty Neumeier menjelaskan identitas merek sebagai sebuah ekspresi akan suatu brand termasuk didalamnya nama, tone manner, hingga visualisasi. Identitas merek sendiri secara umum merupakan total keseluruhan bagaimana sebuah merek ingin dipandang di mata umum, dan bagaimana identitas merek tersebut ingin ditampilkan.

 

Pada akhirnya, identitas merek adalah cara untuk berkomunikasi dengan dunia, membedakan brand yang satu dengan kompetitor, pembeda dari suatu brand dengan brand lainnya, dan menciptakan pengalaman yang membuat orang ingin memakai brand tertentu.

 

Jika kamu ingin identitas brand milikmu berkembang di masa depan, kamu perlu membangun brand identity yang secara akurat menyampaikan esensinya. Karenanya kamu butuh tim dengan keterampilan komunikasi yang kuat dan desain yang mendalam mengenai brand yang dimiliki. Meski tanpa tim, kamu bisa mendesain brand identity dengan beberapa panduan berikut!

 

  1. Lakukan riset

 

Supaya menghindari kesalahan plagiat desain yang ada, maka kamu perlu melakukan riset terhadap merek pesaing. Pinterest adalah sumber brilian yang dapat kamu jadikan sebagai referensi untuk meneliti merek-merek mana di sektor tertentu yang dianggap memiliki desain terbaik. Buatlah catatan kecil mengenai jenis font, hingga warna pada kategori brand yang ingin kamu desain. Misalkan desain untuk brand kosmetik, biasanya memakai font dengan gaya minimalis dan warna-warna pastel yang lembut.

 

  1. Ketahui pasarmu

 

Kamu sudah melihat bagaimana kompetitor mendesain brand mereka, kini saatnya kamu fokus untuk menemukan tujuan brand kamu dan memastikan bahwa brand kamu sudah sesuai dengan sektor pasar yang tepat dan dalam beberapa hal sudah cukup setara dengan brand pesaing.

 

  1. Mulai membuat sketsa  logo

 

Saat pertama kali konsumen melakukan kontak terhadap suatu merek, hal yang pertama kali dilihatnya adalah logo dari merek tersebut. Itulah mengapa desain logo memiliki peranan penting dalam identitas sebuah merek. Logo merupakan  interpretasi yang kuat tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan merek.

76491c44f0056eaaca185a8228290d70

Saat pertama kali mendesain logo, gunakan pensil atau bolpoin dan kertas sebagai bahan membuat sketsa. Mulailah menyusun sketsa cepat yang mewakili ide kamu. Jangan hanya mengacu pada satu ide besar tapi cobalah membuat sketsa dari beberapa inspirasi yang sudah kamu lakukan dari riset tadi. Beri anotasi dari setiap sketsa dengan catatan berupa warna, gaya, atau cara yang mungkin untuk meningkatkan konsep ide yang sudah kamu buat.

 

  1. Pahami desain pembuatan logo

 

Ketika kamu menengok kembali sketsa logo yang sudah dibuat, cocokkan dengan lima prinsip efektif dalam membuat logo, yaitu; simple, memorable, timeless, fleksibel, dan sesuai dengan image brand. Dari banyak desain yang sudah ada, pilihlah tiga desain terbaik yang menurutmu paling sesuai dengan prinsip tersebut. Minta pendapat pada sahabat atau teman dekat untuk memilih desain yang menurut mereka keren.

 

Pilih desain terkuat dari hasil pilihan kamu pribadi dan teman-teman terdekat. Buat salinan sketsa dengan tinta hitam, gunakan kesempatan untuk menyempurnakan desain lebih lanjut supaya lebih mudah ditransfer ke komputer dengan cara scanning.

 

  1. Pikirkan tentang warna

 

Setelah kamu mengunggah sketsa hitam putih ke komputer saatnya untuk membuat desain dengan format vektor! Kamu bisa menggunakan hasil dari sketsa tersebut sebagai template untuk membuat logo vektor terakhir. Gunakan program desain seperti Adobe Illustrator atau CorelDRAW untuk menghasilkan logo yang sempurna. Kedua program desain tersebut yang paling umum digunakan di sekolah desain grafis.

f2d32bf3386eafd7ca0e777c7c5e3ea8

Selanjutnya, pikirkan soal warna. Pilih warna-warna umum yang biasanya digunakan di sektor brand kamu. Kamu juga bisa memanfaatkan prinsip psikologi warna dan menggabungkan dengan konsep unique selling point (USP) dari brand yang disusun sebelumnya. Kamu juga harus mempertimbangkan efek dari asosiasi warna jangka panjang dengan merek dan produk tertentu.

 

  1. Kembangkan brand logo kamu

 

Salah satu cara mengembangkan brand logo adalah dengan memilih tipografi berkarakteristik dan sesuai dengan identitas brand itu sendiri. Kebanyakan brand memiliki dua jenis tipografi yaitu tipografi untuk brand itu sendiri yang kedua adalah tipografi untuk tagline. Beberapa membuat font khusus sebagai image brand mereka, namun sebagian memilih font yang telah tersedia kemudian menyesuaikan dengan merek mereka. Tipe huruf script populer dikalangan brand yang ingin tampil informal. Sementara brand-brand formal lebih menyukai jenis font minimalis.

 

  1. Terapkan desain brand kamu

 

Terakhir, setelah kamu menemukan segala jenis komposisi untuk desain brand identity kamu maka saatnya untuk menerapkan dalam media cetak dan digital. Pilih media yang menjadi prioritas brand kamu sebagai alat komunikasi. Namun jika kamu bekerja secara remote maka bisa mengaplikasikan logo untuk email, website, ataupun sosial media.

 

Jika kamu ingin tau lebih banyak bagaimana membangun sebuah brand identity yang baik, kamu bisa belajar di program college atau short course design graphic di IDS | International Design School. 

Posted in: Articles