8 Aturan Desain dalam Tipografi | IDS

8 Aturan Desain dalam Tipografi

Desain grafis ternyata bukan sekedar bagaimana memainkan warna dan layout tapi ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan yaitu tipografi. Tipografi merupakan komponen paling penting dalam desain grafis yang tidak bisa ditinggalkan. Seorang desainer bertanggung jawab untuk mengetahui seluk-beluk seputar tipografi. Kenapa? Karena dengan begitu ia akan lebih mudah untuk membuat sebuah tipografi yang baik dan berciri khas. Oleh karena itu, desainer yang baik perlu mempelajari peraturan dan pedoman spesifik sehingga dapat mengembangkan kemampuannya dalam membuat tipografi. Dan inilah beberapa aturan dasar dalam seni bertipografi, check this out!

 

1. Pelajari Dasarnya

 

Step yang pertama pastinya banyak belajar tentang tipografi dengan ahlinya, di IDS | International Design School kamu bisa loh belajar dasar tentang tipografi. Nggak hanya tipografi di sini kamu juga akan belajar seputar art & design history, creative drawing, dan masih banyak lagi.

 

1

 

2. Pahami Istilah dan Penggunaan Kerning

Kerning merupakan salah satu unsur yang cukup penting dalam tipografi. Kerning sendiri adalah jarak antar huruf dalam sebuah kata, kalimat, atau paragraf. Jarak antar huruf ini berpengaruh banyak terhadap kemudahan membaca serta keindahan dari kata atau kalimat tersebut. Program seperti Adobe Ilustrator dapat mengatur kerning secara otomatis, optis khusus roman metris, hingga manual. Kerning sangat dibutuhkan apalagi dalam mendesain tipografi.

 

2

 

3. Sesuaikan Jenis Paragraf

Alignment adalah konsep penting dalam tipografi. Banyak orang cenderung memilih antara Center Aligned and Justified yang membuat paragraf cukup sulit dibaca. Dalam MS Word, mungkin kamu sudah terbiasa dengan empat pilihan jenis paragraf yaitu Left Align, Center Aligned, Right Aligned, dan Justified. Paragraf rata kiri (left alignment), alias Flushed Left adalah posisi yang paling umum digunakan dalam segala hal karena lebih enak dilihat mata. Beda lagi dengan paragraf rata kanan (right alignment), alias flushed right adalah teks yang tertata rapi hanya di satu sisi jika disejajarkan dengan benar dan digunakan untuk hal-hal tertentu saja. Sedangkan, justified (paragraf rata kanan dan kiri) jarang sekali digunakan oleh para desainer.

 

4. Gunakan Grid

Grid adalah alat bantu untuk menyusun atau mengatur objek dalam membuat perencanaan ruang gambar dua dimensi. Bekerja dengan grid memastikan bahwa setiap hal kecil pada halaman tentunya akan menghasilkan keharmonisan logis dan visual.

 

4

 

5. Sesuaikan Warna Font

Saat menyusun font palette, gali teori warna untuk menentukan warna yang tepat dan sesuai untuk desainmu. Misalnya, jeruk diperkirakan menambah nafsu makan, yang menjelaskan mengapa warna tersebut banyak digunakan dalam desain makanan cepat saji. Pastikan warna font kamu tidak terlalu mengganggu sehingga pesan yang mau disampaikan tidak membuat bingung.

 

6. Pelajari Pengukuran Tipografi

Pengukuran tipografi digunakan untuk menggambarkan lebar keseluruhan blok teks. Pengukuran sangat penting saat mendesain sebuah website. Perlu diperhatikan tidak semua font sama antara satu dengan yang lain. Itu berarti font yang berbeda mengambil ruang yang berbeda pada halaman web. Setiap karakter/font memiliki tinggi yang disebut sebagai “tinggi x”. Saat Anda memasangkan font, pastikan mereka memiliki “tinggi x” yang sama. Sedangkan lebar karakter disebut “set width.” Inilah yang menutupi keseluruhan bodi satu huruf. “Point System”  adalah pengaturan yang umumnya digunakan untuk mengukur font.

 

6

7. Hindari Menarik Fonts

Ini adalah salah satu aturan yang paling mendasar. Secara umum, font dibuat dengan perhatian cermat pada detail (bentuk dan pengukuran) setiap huruf. Alasan umum orang menarik font untuk membuatnya sedikit lebih tinggi atau lebih lebar. Ada cara untuk melakukan ini tanpa mendistorsi tipenya. Kamu dapat memilih font yang tinggi atau lebar dari persediaan font online yang bisa didapatkan secara gratis atau berbayar.

 

7

 

8. Kombinasikan Jenis Font dengan Tepat

Dalam tipografi menggunakan 2 jenis font yang berbeda menjadi hal yang biasa, asalkan kamu bisa dengan tepat mengkombinasikannya. Namun, menggunakan terlalu banyak font justru membuat tulisan menjadi membingungkan. Secara umum, kamu hanya boleh menggunakan maksimal 3 jenis font desain, yaitu judul, subhead, dan body teks, tapi mendapatkan pengecualian jika teks desain tersebut panjang. Dalam kasus ini, kamu bisa memilih satu atau dua font lagi.

8

 

Apapun itu aturan desainnya, praktikkan secara konsisten dan berulang-ulang untuk mempertajam kemampuanmu sehingga akan lebih mudah untuk menguasainya.

Nah, kalau menurut kamu sendiri adakah aturan desain lain yang harus diterapkan saat membuat tipografi? Kalau ada kalian bisa komen di bawah ya. Atau kalau punya saran menarik seputar topik artikel yang bakal kita bahas boleh juga dicantumkan.

Let’s transform passion into action!

 

Source:

1  

 

Source pictures:

1  2  3  4  5  6  7  

 

 

 

Posted in: Articles

Comments (One Response )

  1. Ayu Andria - March 7, 2018 - 10:42 am #

    salam Ids
    menurut saya design tipography yang biasa saya pelajari hanya seputar pengenalan jenis font text dan bentuk-bentunya.tetapi yang baru saya lihat disini dari artikel Isd saya sangat tetarik dan menyukai konteporen design font yang lebih menarik dalam bentuk ilustratornya dan vektornya

DAFTAR SEKARANG