9 Tips Dasar Membuat Desain Flyer - IDS | International Design School

9 Tips Dasar Membuat Desain Flyer

Flyer (brosur) adalah salah satu sarana yang cukup efektif dan masih digunakan sampai sekarang untuk menarik perhatian konsumen tentang suatu produk atau jasa tertentu. Flyer biasanya berisikan informasi singkat mengenai suatu produk atau berbagai promosi menarik yang ditawarkan.

Karena masih banyak yang menggunakannya, otomatis sebuah flyer harus di desain dengan semenarik dan seefektif mungkin, supaya flyer tersebut dibaca orang dan tidak terbuang sia-sia.

Lantas, bagaimana caranya membuat desain flyer yang tepat? Di bawah ini ada beberapa tips cara mendesain flyer yang kece dan eye catching.

 

1. Cari referensi atau ide yang menarik

1

Carilah referensi atau ide yang menarik untuk flyer-mu. Cari referensi di internet tentang berbagai desain flyer yang unik dan bagus.

 

2. Pemilihan warna

2

Warna menjadi salah satu komponen utama dalam mendesain. Memang, penggunaan warna-warna yang cerah tentunya akan lebih menarik perhatian orang. Namun, kamu perlu memikirkan lagi tentang bagaimana identitas dari industri/perusahaannya? target pasarnya?

Tipsnya, desain flyer menggunakan warna hitam dan putih terlebih dahulu. Kalau dengan menggunakan warna hitam dan putih terlihat baik saat dicetak. Baru terapkan warna lain yang sesuai. Jangan juga menggunakan terlalu banyak kombinasi warna. Lebih baik, ambil warna yang menggambarkan identitas dari isi flyer-mu, misal hijau dan kuning untuk kesehatan dan kesejahteraan, atau merah yang identik dengan makanan.

 

3. Tonjolkan identitas dari brand atau produknya

Branding Advertisment Copyright Value Profile Concept

Apapun pesan yang ada di dalam flyer-mu. Pastikan bahwa kamu harus menonjolkan identitas atau ciri khas yang dimiliki dari brand atau produknya. Misal, taglinenya kah? Maskot atau ikon khasnya kah? Dan masih banyak lagi. Buat pemikiran pembaca agar saat melihat sekilas flyer-mu, mereka langsung mengetahuinya. Contoh, McDonalds membagikan flyer tentang promosi setengah harga minuman. Maka, hanya dengan melihat lambang dan taglinenya saja kamu sudah tahu kalau itu adalah flyer McDonalds.

 

4. Tampilkan gambar semenarik mungkin

4

Gambar menjadi salah satu daya tarik lain dari flyer-mu. Karena sebuah flyer akan terasa membosankan apabila hanya tulisan saja, tidak ada unsur visualnya. Tampilkan gambar yang mewakili pesan dari flyer-mu. Jika flyer tersebut berisikan promosi makanan, tentunya tampilan gambar makanan harus dibuat sebaik mungkin agar menggugah selera makan. Namun, apabila flyer berisikan ajakan untuk mengikuti suatu festival atau acara, tentunya kamu harus membuat gambar yang mewakili dari acara tersebut. Gambar bisa berbentuk ikon, grafis, atau kartun, tergantung kebutuhannya.

 

5. Pemilihan kata untuk judul

5

Judul adalah kata yang akan dibaca pertama kali saat orang melihat flyer kita. Karena judul berukuran lebih besar dari yang lainnya. Jika dari judulnya saja sudah tidak menarik, orang tidak akan repot-repot membaca isinya. Pilihlah kata-kata yang dapat dengan cepat meraih perhatian orang. Judul bisa saja berupa sesuatu yang tidak biasa, unik, provokatif atau mudah diingat.

 

6. Jangan terlalu padat

6

Sebaiknya, desain flyer jangan terlalu padat dan penuh. Mengapa? Karena akan membuat mata pembaca bingung akan informasinya. Flyer harus tersusun rapi agar orang tidak bingung saat membacanya. Tipsnya,  gunakan simbol, lambang atau pembagi agar terlihat enak dibaca.

 

7. Mengatur layout

7

Nah ini juga penting, kenapa? Karena kalau tidak diatur layout-nya, desain akan terlihat berantakan. Jangan sampai informasinya tidak sampai dan hanya membuat orang bingung. Untuk judul dan gambar lebih besar komposisinya daripada yang lain karena untuk menarik orang membaca isinya. Nah untuk isi seperti waktu, tempat, fasilitas dan lain-lain dibuat jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil.

 

8. Tentukan ukuran flyer

8

Flyer cenderung memiliki format yang cukup standar, yaitu A5. Sekarang tentukan dulu, apakah kamu ingin tetap dengan bentuk dan ukuran standar atau menginginkan sesuatu yang menonjol? Jika yang ditawarkan adalah produk mewah dan memiliki banyak informasi untuk disampaikan, mungkin kamu memerlukan lebih banyak format brosur dalam ukuran besar. Atau mungkin coba dengan format kreatif yang membuat orang berinteraksi, seperti melipat atau membuka untuk mendapatkan informasinya.

 

9. Buat versi mini untuk media sosial

9

 

Terakhir, yang tidak boleh ketinggalan adalah buat versi untuk media sosial. Kenapa? Di zaman digital sekarang ini. Keberadaan media sosial menjadi salah satu sarana yang mumpuni. Untuk ukuran pamflet biasanya A3 atau A4, jika kita unggah di media sosial,  kebanyakan tidak bisa full gambar. Untuk itu, antisipasi dengan membuat yang versi persegi, tetapi tidak menghilangkan pesan yang disampaikan. Hanya saja mengurangi isi konten yang sekiranya tidak terlalu penting.

Itu dia beberapa tips dalam mendesain flyer yang perlu diperhatikan. Rencanakan dengan matang hal-hal di atas agar flyer yang disebarkan tidak terbuang dengan sia-sia. Sehingga pesan yang disampaikan pun dapat mengenai target pemasaranmu. Flyer yang menarik tentunya akan mewakilkan identitas dari apa yang ingin disampaikan. Untuk itu, pahami dengan baik sebelum mulai mendesainnya. Selamat mendesain creative people!

 

 

Source:

1 2 3

 

Source pictures:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

 

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG