Artikel Fotografi: Tips Memotret Kabut | Kursus Fotografi

Artikel Fotografi: Tips Memotret Kabut

Belajar fotografi secara otodidak bisa dimulai dengan membaca artikel fotografi yang beredar di Google. Banyak artikel fotografi yang tersedia yang bisa kamu baca, mulai dari sejarah fotografi, genre fotografi, teknik fotografi dan sebagainya. E-book tentang fotografi juga banyak dan bisa kamu baca untuk menambah wawasanmu.

Nah, untuk kamu yang suka fotografi, sudah pernah mencoba memotret kabut belum ya? Kabut menjadi objek yang indah lho, jika kamu tahu tekniknya. Meskipun banyak fotografer yang menghindari kabut sebagai objek, karena membuat saturasi warna menjadi rendah, gambar jadi tidak jelas, hingga terkesan datar. Namun, kabut yang biasa muncul di pagi atau sore hari tersebut memiliki kesan yang misterius dan dapat meningkatkan efek ruang pada gambar. Salah satu artikel fotografi yang sayang untuk dilewatkan adalah “Tips Memotret Kabut” . Berikut ini beberapa tips fotografi untuk kamu yang ingin mencoba tantangan memotret kabut menjadi sebuah karya yang indah dipandang mata.

  1. Manfaatkan momen di pagi hari atau sore menjelang malam, di mana biasanya kabut muncul dan berada di dataran tinggi.
  2. Cahaya saat kabut merupakan pencahayaan yang lembut. Sifat cahaya saat kabut seperti cahaya yang dihasilkan oleh softbox berukuran besar yang menyebabkan foto terlihat halus dan jelas.
  3. Gunakan eksposur +1 stop untuk kamu yang memakai mode kamera A/Av, P, atau S/Tv.
  4. Saat memotret kabut, sebaiknya siapkan sebuah tripod karena teknik slow speed akan kamu gunakan.
  5. Setting kamera dengan diafragma kecil yang ditandai F angka besar untuk mendapatkan ruang tajam yang lebih luas.
  6. Gunakan ISO sekecil mungkin untuk memunculkan detail gambar dan mengurangi noise.
  7. Gunakan filter gradual ND, mungkin saja kamu menemukan perbedaan yang kontras di antara objek yang ada. Filter gradual ND berfungsi untuk mengurangin perbedaan kontras.
  8. Sebaiknya pilih lensa dengan focal length panjang untuk menghasilkan kabut yang lebih tebal. Semakin panjang focal lensa yang kamu gunakan, maka akan semakin tebal, berbeda jika menggunakan lensa wide.
  9. Pilih lokasi yang sekitarnya juga memiliki pemandangan yang indah. Misalnya saja, kamu yang berdomisili di Yogyakarta bisa mengambil spot di Bukit Puthuk Setumbu. Selain akan melihat kabut, kamu juga akan menyaksikan pemandangan Candi Borobudur yang terkesan mistis.

 

Itu tadi adalah beberapa tips untuk menghasilkan foto kabut menjadi lebih bagus dan memiliki nilai seni yang tinggi. Ternyata kabut tidak selamanya merusak hasil foto kan? Jika kalian tertarik dengan trik-trik fotografi lainnya, yuk bergabung di IDS | International Design School yang menyediakan Kursus Fotografi. Untuk kamu yang berminat kuliah di bidang fotografi di luar negeri, kamu juga bisa mendapatkan gelar Bachelor dari universitas ternama di Australia.

 

Sumber: 1 2
Image Credit: The Fog by Daniel Wehner is licensed under CC BY 2.0

 

Ingin Belajar Trik-trik Lain tentang Fotografi? Yuk, Ikut Kursus Fotografi di IDS Aja! Klik Infonya Di Sini..

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG