Bagaimana Mengukur Efektivitas Video Marketing? | IDS

Bagaimana Mengukur Efektivitas Video Marketing?

Kegiatan digital marketing untuk meningkatkan traffic dan penjualan sebuah website bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya video marketing. Nah, video marketing ini umumnya dianggap lebih engage dengan audiens karena mengandung audio dan visual sehingga lebih menarik. Lalu, bagaimana mengukur efektivitas atau keberhasilan sebuah video marketing? Simak di bawah ini.

 

  1. Impression

Video marketing bisa diletakkan di mana saja, misalnya Youtube, Facebook, Twitter, atau halaman sebuah website. Impression menunjukkan seberapa banyak orang melihat video marketing kamu. Impression ini hanya menunjukkan berapa banyak orang yang melihat tapi belum mengklik tombol play dan menonton videonya.

 

  1. Loads

Jika kamu meletakkan video marketing-mu pada sebuah halaman website, kamu bisa mengukur efektivitas video marketing-nya melalui berapa banyak loads-nya. Loads ini menghitung berapa banyak halaman website yang mengandung video marketing kamu diakses orang.

 

  1. Play Rate

Play Rate menunjukkan persentase seberapa banyak orang yang meng-klik video kamu. Supaya video kamu bisa di-play orang, kamu harus bisa memilih thumbnail yang oke, size yang sesuai, dan juga penempatan yang tepat.

 

  1. Watch Rate

Watch Rate menunjukkan seberapa banyak orang yang benar-benar menonton video kamu secara keseluruhan. Setelah mengklik tombol play, orang bisa saja langsung berhenti menonton karena video kamu dianggap tidak menarik. Nah, dengan Watch Rate yang tinggi, berarti banyak orang yang menyukai video kamu dan itu tandanya kamu sukses membuat konten video yang bagus. Orang-orang yang menyukai video yang ditonton biasanya akan lebih mudah dibujuk untuk membeli/menggunakan produk/jasa yang kita jual.

 

  1. Re-Watch

Efektivitas sebuah video juga bisa diukur dari seberapa banyak orang yang menonton kembali tayangan tersebut. Kamu bisa mengukur seberapa banyak orang yang menonton video secara keseluruhan, bagian mana atau menit ke berapa yang banyak diulang-ulang, juga video jenis apa saja yang banyak ditonton ulang (apakah tutorial, talk show, dan lain-lain).

 

  1. Conversion Rate

Sama seperti kegiatan digital marketing lainnya, membuat video marketing haruslah dengan tujuan supaya video marketing tidak sia-sia. Misalnya, apakah kamu ingin orang yang melihat video itu bisa subscribe ke channel kamu, atau apakah kamu ingin orang membeli produk/jasa yang kamu tawarkan. Nah, conversion rate atau tingkat konversi ini menunjukkan apakah tujuan kamu menayangkan video tersebut berhasil atau tidak.

 

  1. Social Shares

Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah keberhasilan sebuah video bisa diukur dari seberapa banyak orang yang membagikan video kamu ke sosial media mereka. Artinya, mereka yang percaya pada kualitas produk/jasa kamu pasti mau merekomendasikannya ke orang lain. Salah satu caranya, dengan membagikan video marketing-mu.

(SK)

 

Source: 1 2 3

FI Souce: pixabay.com

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG