Berkarir di Produksi Games Untuk Animator, Seperti ini Gambarannya - IDS | International Design School

Berkarir di Produksi Games Untuk Animator, Seperti ini Gambarannya

Berkarir di Produksi Games Untuk Animator, Seperti ini Gambarannyat

Lapangan pekerjaan untuk animator diproyeksikan akan tumbuh sebesar 8 persen dari 2016 hingga 2026 nanti, sesuai data yang ditampilkan oleh Bureau of Labor Statistics. Angka pertumbuhan tadi bukannya tanpa alasan, meningkatnya industri video game, film dan televisi membuat permintaaan mereka yang ahli membuat efek animasi juga ikut meningkat.

Animator selain punya kemampuan menggambar juga harus fasih menggunakan software pengolah gambar seperti After Effects, Adobe Premiere, Flash, Autodesk Maya dan beberapa software lainnya. Efek animasi keren di film populer seperti Avenger End Game, Fast and Furious adalah salah karya dari tangan dingin mereka.

Animasi juga erat hubungannya dengan imajinasi. Karenanya kreativitas juga dibutuhkan untuk menjadi animator handal. Kreativitas tadi juga yang menjadi pertimbangan ketika melamar ke perusahaan, atau ingin meniti karir dengan cara profesional. Kamu harus punya porto menarik yang menunjukkan kreativitas dengan animasi yang pernah kamu buat.

Pilihan Karir Animator di Produksi Game dan 3D Animasi

Di era modern ini, semakin sering dijumpai pemakaian 3D animasi di berbagai industri. Misalnya saja yang sederhana dari  motion graphic untuk kebutuhan iklan,stasiun TV, pembuatan game, pendidikan hingga film. Khusus untuk animasi pembuatan game, di Indonesia sendiri industri ini sedang menggeliat tumbuh membuat pilihan berkarir di industri ini punya prospek yang bagus.

Ada beberapa pilihan trek bagi mereka yang serius menekuni karir sebagai seorang animator. Contohnya seperti pembuatan animasi grafis untuk industri web, video games, dan periklanan digital. Sedangkan contoh yang lain, pembuatan animasi kartun untuk industri film, televisi, perusahaan desain web, periklanan digital, studio animasi hingga produksi games. Menariknya, semua pekerjaan pekerjaan ini juga bisa dilakukan secara freelance, sehingga kamu tak perlu terikat dengan instansi tertentu.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa baca tentang pekerjaan untuk animator 3D pada ulasan di bawah ini:

  1. Karir animator 3D di film

Jika kamu memilih berkarir di industri film, selain menguasai teknik pembuatan animasi 3D kamu juga harus menguasai membaca storyboard. Termasuk di dalamnya memperkirakan mengenai pencahayaan, akting, gerakan manusia dan hewan, sinematografi, anatomi dan skenario. Animator di industri ini dituntut untuk membuat animasi serealistis mungkin.

  1. Karir animator 3D di industri gaming

Saat ini sebagian besar game modern dibuat dengan menggunakan animasi 3D. Makin kreatif animasi 3D yang dihasilkan menjadikan game semakin atraktif dan banyak disukai. Pilihan karir animator di industri game ini banyak diminati para animator, karena seringkali pilihan ini sesuai dengan hobi mereka, yakni bermain game. 

Selain skill untuk membuat animasi 3D, jika terjun di industri ini, kreativitas naskah dan desain karakter juga diperlukan untuk membuat jalannya game yang diciptakan menjadi lebih menarik.

  1. Karir animator 3D di industri lainnya

Pilihan karir sebagai animator tak hanya berkutat pada industri film dan games. Industri lainnya yang juga membutuhkan animator adalah perusahaan desain web dan biro iklan digital. 

Tak sedikit juga animator 3D memilih bekerja secara freelance untuk dapat menerima order dari banyak pihak. Pada sebuah project editing video bumper dengan durasi 30 detik, seorang animator bisa dibayar hingga 10 juta rupiah. Padahal dalam satu bulan, mereka bisa mendapatkan order mengerjakan beberapa project.

Hanya saja untuk bisa sukses sebagai animator handal dan terkenal juga tidak mudah. Butuh tekad kuat untuk terus berkembang. Karena untuk bisa sukses di bidang ini, kamu tak cukup punya skil menggambar, tetapi juga penguasaan software serta konsep storyboard secara keseluruhan. Butuh kreativitas dan niat yang kuat untuk melewati rintangan yang menghadang.

Sumber: 1 2 3

 

 

 

Posted in: Articles