Biar Makin Canggih, Desainer Perlu Menguasai 5 Dasar Typography Ini - IDS | International Design School

Biar Makin Canggih, Desainer Perlu Menguasai 5 Dasar Typography Ini

Biar Makin Canggih, Desainer Perlu Menguasai 5 Dasar Typography Ini

Typography atau tipografi dalam bahasa Indonesia adalah salah satu teknik yang wajib dikuasai oleh seorang desainer. Hal ini tak terlepas dari fakta jika salah satu metode paling jelas dan mudah untuk menyampaikan pesan dalam sebuah desain adalah melalui tulisan. Malah dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini, tipografi menjadi salah satu teknik desain yang fundamental.

Saat ini, tipografi menjadi teknik yang wajib dikuasai karena pengaplikasiannya akan sangat mempengaruhi pemahaman seseorang terhadap isi desain tersebut. Nah, untuk menguasai teknik ini setidaknya kamu harus paham 5 hal berikut yang akan kita di bawah ini.

  1. Hirarki dan Alignment

Hirarki yang dimaksud adalah sistematika penulisan, bagaimana tulisan ini ditampilkan, apa pesan yang ingin disampaikan. Sementara Alignment adalah bagaimana tulisan tadi bisa dikelompokkan sesuai dengan alur yang ingin disampaikan. Secara keseluruhan, hirarki dan alignment bisa diartikan style tipografi yang ingin digunakan.

Tipografi itu sendiri tak hanya mengatur tulisan, tetapi juga mengandung pesan yang ingin disampaikan, penekanan untuk membentuk imej kepada pembaca hingga mampu menarik perhatian orang. Cara paling mudah untuk bisa memahami style ini adalah dengan bertanya kepada diri sendiri. Apa kata kunci yang ingin disampaikan? Bagian mana yang ingin diberi penekanan? Bagian mana yang bisa menarik perhatian pembaca? Di sini kreativitas kita dituntut untuk ikut berperan penting, salah satu cara untuk mengasah kreativitas adalah dengan melihat banyak referensi.

  1. Pemilihan Font

Memilih tipe huruf atau font adalah perpaduan dari teknis dan intuisi layaknya sebuah karya seni. Seperti bagaimana caranya membuat tulisan terlihat bisa menarik perhatian, mana kata kunci yang perlu diberi highlight. Beberapa tips untuk memilih font, bisa kamu baca di bawah ini.

  • Hindari memasang dua jenis huruf yang mirip tapi tak sama
  • Jangan memasangkan font yang memiliki bentuk dan ukuran sama tapi beda jenis
  • Untuk menambahkan kontras bisa dengan memadukan font super tebal dengan font kurus atau dengan mengutak-atik spasi antar karakter.
  1. Layout dan Ruang Kosong

Layout yang dimaksud adalah bagaimana memadukan teks dengan elemen lainnya dalam desain. Apa teks ditaruh di bawah gambar, di samping atau ditempatkan secara unik untuk memancing daya tarik orang agar membaca. Semuanya tadi tergantung kepada kreativitas masing-masing, kamu bisa terus mencoba hingga mendapatkan komposisi yang pas.

Sedangkan ruang kosong pada tipografi yang dimaksudkan jarak antar huruf/elemen. Karena setiap elemen desain juga butuh area untuk bernafas dan juga agar bisa lebih terlihat dengan baik. Terlalu ramai berkumpul adalah salah satu kesalahan mendesain yang paling umum.

  1. Readability atau Keterbacaan

Jangan lupakan, sebagus apa desain tipografi yang kamu gunakan, pastikan itu bisa terbaca dengan baik. Karena memang tujuan utama tipografi adalah membuat orang bisa dengan mudah menangkap pesan bukan hanya sekedar desain yang luar biasa keren. Beberapa teks dapat dibaca dengan baik ketika memiliki hal berikut ini:

  • Kontras
  • Spasi antar karakter dan garis
  • Ukuran yang pas
  • Bebas dari elemen dan background yang mengganggu
  • Ruang kosong
  1. Kontras (warna, ukuran, tebal, tipis)

Kami sudah berbicara tentang kontras. Itu membuat hal-hal menonjol, mengharmoniskan font yang berbeda, membuat teks mudah untuk dibaca. Dalam tipografi, setidaknya ada lima jenis kontras berbeda yang harus kita ketahui.

  • Kontras Ukuran

Cara paling mudah untuk menarik perhatian adalah dengan membuat kontras secara ukuran. Satu elemen dibuat lebih besar dibandingkan elemen lainnya.

  • Kontras Ketebalan

Banyak family font seperti Lato contohnya yang punya varian dengan ketebalan berbeda, mulai dari garis tipis hingga tebal.

  • Kontras warna

Untuk kontras warna, bisa dibagi menjadi tiga macam: berdasarkan nilai (dark – light), saturasi, dan warna yang berbeda.

  • Style Contrast

Dua gaya teks yang berbeda, jika digabungkan akan memberikan kontras yang akan menarik perhatian. Tapi pastikan dua style tadi masih selaras dengan elemen lainnya dalam desain yang kamu buat.

Udah ngerti kan? Jika tipografi bukan lagi sekadar pemanis, tetapi memegang peran penting dalam sebuah desain. Bahkan, seringkali tipografi menjadi elemen utama untuk menyampaikan pesan dalam sebuah desain, utamanya dalam desain poster atau poster informasi lainnya.

Buat kamu yang ingin lebih mendalam belajar teknik tipografi bisa perbanyak baca buku atau referensi lain tentang teknik ini. Atau bisa juga ambil paket dasar belajar desain grafis di tempat kursus atau sekolah desain seperti IDS (International Design School) dengan tenaga pengajar profesional.

SOURCE: 1 2

Posted in: Articles