Biar Makin Jago, Pahami Cara Kerja Algoritma Media Sosial Ini! - IDS | International Design School

Biar Makin Jago, Pahami Cara Kerja Algoritma Media Sosial Ini!

Kecanggihan sistem teknologi informasi mengubah pola hidup manusia yang hidup di era modern ini, salah satunya ketergantungan kepada media sosial. Di tahun 2015, user media sosial di Indonesia mencapai angka 79 juta. Jumlah ini berbanding lurus dengan pertumbuhan user Internet di Indonesia yang diprediksi mencapai angka 100 juta user di tahun 2022.

Dengan pengguna yang terus tumbuh, media sosial dengan jutaan pengguna seperti Facebook, Instagram atau Twitter memiliki sistem tersendiri untuk menyaring konten yang ditampilkan kepada user, sistem ini yang disebut dengan algoritma. Facebook sudah menerapkan algoritma sejak 2006, Twitter di tahun 2015 kemudian disusul dengan instagram. Algoritma ini diterapkan agar konten yang ditampilkan tetap relevan dan tidak mengganggu kenyamanan user.

Biar Makin Jago, Pahami Cara Kerja Algoritma Media Sosial Ini

Algoritma media sosial juga tak pernah stagnan dan berganti mengikuti perkembangan zaman. Algoritma yang dinamis ini yang menuntut user untuk lebih kreatif agar kontennya bisa menjangkau lebih banyak lagi. Para advertiser juga dituntut usaha lebih agar iklannya bisa terkonversi lebih baik, karena beberapa algoritma baru untuk menyaring konten dianggap “mengurangi” jumlah iklan yang muncul.

Cara Kerja dan Tujuan Algoritma

Tujuan algoritma ingin membuat user bisa stay lebih lama di platform dengan menampilkan konten yang disukai oleh user itu sendiri. Sebagai contoh, Facebook menggunakan algoritma agar bisa menjadi surat kabar personal untuk setiap usernya seperti diutarakan oleh sang CEO, Mark Zuckerberg. Banyaknya konten yang muncul di newsfeed user, difilter oleh facebook agar postingan yang muncul lebih relevan dengan topik favorit user.

Facebook bisa lebih mengenal usernya dengan mencatat aktivitas engagement user. Facebook juga dapat mendeteksi durasi waktu yang kita habiskan di post-post tertentu untuk kemudian dideteksi sebagai topik yang dianggap menarik. Selain itu di Facebook, preferensi juga bisa diatur secara manual di menu pengaturan.

Berbeda dengan Facebook, Twitter punya fitur “While You Were Away” agar user mereka bisa stay lebih lama. Fitur ini merupakan kumpulan topik-topik tertentu di timeline yang dianggap oleh algoritma sesuai dengan preferensi masing-masing user. 

Maksimalkan Algoritma Media Sosial Untuk Marketing

Media sosial menjadi salah satu platform yang paling sesuai untuk kampanye digital marketing. Salah satu fitur yang menguntungkan bagi advertiser adalah pengelompokan audiens berdasarkan topik yang mereka sukai. Dengan begitu iklan bisa ditampilkan lebih tepat sasaran.

Contohnya, ketika advertiser memasang iklan mobil. Maka dengan bantuan algoritma media sosial, iklan ditampilkan kepada mereka yang memang suka dengan dunia otomotif. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan konversi tinggi juga akan semakin besar karena mendapat audiens yang sesuai.

Jangan lupakan juga konsep iklan yang menarik, sehingga membuat orang jadi tertarik untuk share atau merespon sehingga terjadi engagement. Iklan dengan engagement tinggi serta mendapat respon positif punya rate harga iklan yang lebih murah. Gunakan kreativitas, konsepnya bisa juga dengan mendompleng sesuatu yang lagi happening atau viral pada saat itu.

Algoritma memfilter lebih dari separuh konten yang tampil di timeline untuk memastikan postingan terbaik sesuai dengan preferensi masing-masing user. Meski hal ini mengurangi impresi setiap post, tetapi jumlah yang sedikit punya relevansi yang kuat serta konversi yang tinggi. Pada akhirnya, budget marketing di media sosial pun bisa lebih optimal.

 

SOURCE: 1  2

 

Posted in: Articles