Branding Untuk Freelancer: 4 Tips Jitu yang Wajib Kamu Coba! - IDS | International Design School

Branding Untuk Freelancer: 4 Tips Jitu yang Wajib Kamu Coba!

Branding Untuk Freelancer- 4 Tips Jitu yang Wajib Kamu Coba!

Perekonomian di tahun 2019 kini tengah mengalami pertumbuhan yang pesat. Ini berarti ada banyak peluang bagi para pekerja lepas atau freelancer. Itulah kabar baiknya, namun peluang kerja yang makin tinggi juga diiringi dengan persaingan yang ketat.

Karenanya sebagai seorang freelancer, kamu harus mengambil tindakan yang tegas dan memastikan diri kamu menonjol diantara freelancer lain. Ya, pekerjaan yang berkualitas itu penting tapi demi mendapatkan pekerjaan seperti ini kamu harus mendapatkan pengakuan nama lebih dulu. Sama seperti perusahaan besar, sebagai freelancer kamu juga harus mengandalkan branding untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan tarif lebih tinggi. Demi mewujudkan hal tersebut, mulailah dengan melakukan 5 tips personal branding berikut ini!

1. Luangkan waktu untuk membangun sosial mediamu

Kamu nggak bakal bisa membuat branding apapun tanpa bantuan sosial media. Saat ini sosial media adalah salah satu platform yang paling efisien dan hemat biaya untuk menghubungkan kamu dengan klien yang ditargetkan. Bahkan meski kamu memiliki banyak follower di sosial media, sebaiknya buatlah akun yang terpisah dimana akun tersebut memang digunakan sebagai akun profesional kamu. Berikut jenis sosial media yang penggunaannya perlu kamu pertimbangkan.

  • LinkedIn, adalah platform terbaik untuk jaringan profesional.
  • Twitter, memberi peluang untuk terlibat dalam percakapan saat ini yang relevan dengan industri kamu.
  • Facebook masih sangat populer dan dan cukup relevan dengan usaha kamu. Pertimbangkan untuk bergabung dengan beberapa grup niche.

Jika kamu bekerja dibidang kreatif, maka pertimbangkan untuk memakai Pinterest, Tumblr, atau Instagram supaya bisa memamerkan karya kamu kepada banyak orang. Fokuslah untuk membuat konten media sosial yang relevan dan bisa menunjukkan keahlian kamu. Sering-sering juga berbagi ilmu untuk menunjukkan keahlian kamu.

2. Tonjolkan kepribadian kamu yang positif

Sebagian besar, kepribadian kamu adalah adalah branding yang akan dibangun di sosial media. Karenanya tonjolkan sifat positif dari diri kamu yang sesungguhnya, jangan membuat kepribadian yang palsu atas harapan menarik perhatian. Kalau masih bingung hal positif apa yang harus ditonjolkan bisa membuat list mengenai sisi positif kamu ya!

3. Buat kisah pribadi

Apa yang mendorong kamu untuk mengejar bidang yang diinginkan? Bagaimana kamu bisa terjun ke bidang ini dan apa saja motivasi kamu untuk bertahan dalam bidan ini? Tuliskan kisah tersebut dalam halaman sosial media kamu karena orang-orang ingin menjalin kerjasama dengan orang yang mereka kenal.

Misalnya, kalau kamu adalah seorang freelancer yang terkait dengan lingkungan, gunakan kombinasi taktik pemasaran hyperlocal dan SEO lokal yang dikombinasikan dengan mengoptimalkan Google Maps / My Business profile untuk membantu cerita kamu dijangkau lebih banyak orang yang satu frekuensi dengan kamu.

4. Mengerjakan project gratisan

Salah satu strategi freelancer untuk membranding dirinya adalah dengan memiliki banyak portofolio agar klien semakin yakin menggunakan jasa yang kamu tawarkan. Untuk mencapai hal ini kamu bisa mencoba menawarkan diri untuk mengerjakan project-project “gratisan” yang dapat menunjang portofolio kamu.

Misalkan sebagai seorang freelance fotografer, kamu bisa menawarkan untuk memotret prewedding atau OOTD secara gratis kepada teman-temanmu. Atau seorang designer bisa menawarkan jasa design logo, atau menu cafe kepada teman yang baru saja membuka bisnis kafe. Project yang biasanya disebut sebagai pro bono ini bisa jadi sarana pemasaran yang cukup powerful. Pilihlah project dengan skala yang kecil supaya tidak menyita waktu dan tenaga kamu saat mengerjakannya. Kemudian setelah selesai, mintalah testimoni atau komentar positif dari klien tersebut terkait kontribusi kamu.

SOURCE: 1 2 3

Posted in: Articles