Cara Buat Animasi Tradisional | Sekolah Animasi

Cara Buat Animasi Tradisional

Setelah memahami definisi animasi yang telah kamu baca di artikel sebelumnya, apakah kamu tahu bahwa animasi yang berkembang saat ini adalah animasi modern? Semua jenis animasi sekarang ini, pembuatannya dilakukan oleh teknologi yang canggih dan mutakhir. Proses tampilannya pun sudah jauh lebih halus dan apik dibandingkan dengan pendahulunya. Jauh sebelum berkembang ke era modern, ada cara untuk buat animasi tradisional. Nah, hal ini lah yang akan kita bahas sekarang.

Animasi tradisional adalah animasi yang tiap frame-nya digambar dengan tangan untuk proses pembuatan atau penciptaannya. Misalnya, setiap satu animasi memerlukan sekitar 20 frame, kemudian ia digambar dalam berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di’putar’ atau digerakkan sehingga muncul gambar bergerak. Sedangkan untuk menayangkannya, bisa menggunakan bantuan mesin, yaitu proyektor khusus.

Disebut animasi tradisional karena cara buat animasi tradisional menggunakan teknik yang sama dengan yang digunakan animasi yang pertama kali muncul. Untuk menciptakan ilusi gerakan, setiap gambar harus sedikit berbeda dari yang sebelumnya. Caranya dengan menjiplak gambar yang dibuat di kertas transparan yang disebut cels. Kemudian diisi dengan cat berwarna dan shading yang berbeda.

Beberapa film yang menggunakan teknik dari cara buat animasi tradisional adalah Animal Farm dan Pinocchio. Sedangkan film yang menggunakan cara buat animasi tradisional yang sudah dibantu teknologi komputer adalah Lion King dan Spirited Away.

 

Untuk buat animasi tradisional dibutuhkan beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Mempersiapkan Ide/Script (Storyboard)
Mempersiapkan ide/script berupa gambar yang terdiri dari sketsa dan tulisan yang akan diserahkan pada director animasi.

2. Voice Recording
Mempersiapkan segala musik, soundtrack, sound efek, dan suara karakter animasi yang akan dibuat.

3. Animatics (Story Reel)
Biasanya dibuat setelah soundtrack sudah tersedia, sebelum seluruh animasi selesai dikerjakan. Berisi gambar-gambar kejadian dan storyboard yang sesuai dengan adegan-adegan gambar.

4. Design and Timing
Setelah animatics selesai disetujui, maka animatics akan dikerjakan di bagian design. Biasanya melibatkan character designers, background stylist, art director, color stylist, dan timing director.

5. Animation
Setiap gambar animasi digambar dengan pensil berwarna di banyak kertas. Di mana pada tiap gambar harus diperhatikan detail gerakan karakter pada gambar, penyesuaian waktu, dan penyesuaian gerakan mimik muka dan mulut.

6. Background
Membuat background digambar dengan menggunakan water color, oil paint, dan crayon.

7. Traditional Ink-and-Paint and Camera
Setelah semuanya selesai digambar, maka akan dilakukan pentransferan gambar di atas bahan yang disebut dengan cels, yang akan difoto dan diputar di kamera.

8. Digital Ink and Paint
Untuk jaman sekarang sudah menggunakan komputer dan scanner.

 

Contoh bentuk animasi tradisional antara lain:

1. Zoetrope

Zoetrope adalah selembar kertas bergambar yang dimasukkan pada sebuah tabung berbentuk silinder dengan celah vertikal di sekitar sisinya. Kemudian mata dapat melihat gambar tersebut melalui cermin, yang bersamaan dengan adanya pegas yang membuat tabung berputar, sehingga satu serial gambar terlihat secara progresif menjadi gambar yang bergerak berkelanjutan. Zoetrope ini masih digunakan dalam program animasi untuk menggambarkan konsep awal animasi.

2. Thaumatrope

Thaumatrope adalah sebuah kepingan yang dikaitkan dengan tali pegas atau pun benang di antara kedua sisinya, di mana kepingan tersebut memiliki dua gambar berbeda pada sisi-sisinya. Satu sisi bergambar burung dan lainnya bergambar sangkar burung. Ketika kepingan berputar, maka burung seolah masuk ke dalam sangkarnya. Jika proses ini ditangkap oleh mata manusia dalam satu waktu, maka gambar tersebut terlihat bergerak.

 

Setelah mengetahui cara buat animasi tradisional, kamu juga perlu mempelajari teknik, teori, dan proses pasca produksi sebuah karya animasi modern juga. Untuk itu, IDS | International Design School IDS menyediakan Sekolah Animasi dan Kursus Animasi. Kamu juga dapat melanjutkan kuliah animasimu ke JMC Academy di Australia dengan biaya yang lebih murah melalui International Pathway Program.

 

Sumber: 1 2 3
Image Credit : Zoetropes by Tim Miller is licensed under CC BY 2.0

 

Punya passion sebagai seorang Animator? Jadikan mimpimu sebagai seorang Animator menjadi kenyataan dengan Sekolah Animasi di IDS. Segera Klik di sini!

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG