Do's and Don't yang Perlu Diperhatikan Untuk Membuat Animasi - IDS | International Design School

Do’s and Don’t yang Perlu Diperhatikan Untuk Membuat Animasi

Animasi bertujuan untuk menceritakan kisah melalui gambar bergerak. Animator menciptakan kehidupan dalam karakter dengan gerakan yang tampil secara alami dan menghibur.

 

illu-studio-

Agar animasi berhasil, penonton harus sepenuhnya terpikat oleh cerita yang disampaikan kepada mereka. Itu berarti segala sesuatu dalam animasi harus dibingkai dengan kualitas yang tidak akan menyebabkan gangguan apa pun yang membuat penonton kebingungan dan membahayakan cerita yang ingin dihadirkan.

Seorang animator harus memperhatikan banyak hal dalam membuat sebuah karya animasi yang tidak hanya menghasilkan gambar bergerak saja. Kali ini IDS | International Design School akan membahas apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh dalam membuat animasi agar animator dapat menghasilkan karakter yang benar- benar hidup dan dinikmati penonton.

 

Do’s

  1. Untuk menghasilkan sebuah karya animasi, animator perlu mencari beberapa referensi serta melakukan riset untuk pembangunan karakter yang ingin dihadirkan sesuai dengan audiensnya.
  2. Dalam membangun sebuah animasi bercerita, animator harus memperhatikan dialog yang akan dipakai oleh karakter yang akan dihadirkan. Selain itu animator juga harus memperhatikan musik latar yang digunakan agar tidak menutupi dialog dari si karakter.
  3. Berikan beberapa ruang hitam disetiap bagian animasi. Hal ini bertujuan agar penonton mengetahui bahwa ia akan melihat sesuatu yang baru dan memberi ruang berfikir pada penonton terhadap apa yang baru ditontonnya.
  4. Lakukan pengeditan dengan sangat hati-hati. Memperhatikan hal-hal detail seperti arah gerak yang tepat atau penempatan cahaya yang tepat juga.
  5. Memperhatikan keseimbangan karakter dengan latar belakang yang digunakan. Atur posisi karakter animasi dan latar belakang yang digunakan. Setelah posisi terlihat pas, baru karakter dibiarkan bergerak dan perhatikan dengan seksama agar tidak ada sudut aneh dan tidak cocok yang terlihat.
  6. Lakukan pratinjau sesering mungkin. Hal Ini memungkinkan terjadinya perubahan kecil agar karya animasi menjadi lebih baik dari segi kualitas gerak dan komposisi.

 

Don’t 

  1. Jangan gunakan garis generik yang muncul selama tes.
  2. Jangan menggerakkan semua objek dalam frame. Ketika karakter utama bergerak, latar belakang dari karya animasi dapat dibiarkan dalam mode diam saja. Hal ini memberi fokus pada karakter yang ingin dihasilkan dalam sebuah karya animasi.
  3. Jangan pindahkan setiap objek melintasi frame.
  4. Jangan menggerakan semua objek pada rentang waktu yang sama.
  5. Jangan membuat animasi panjang,  audiens memiliki rentang perhatian yang pendek.

 

Sebagai seorang animator, tentunya sangat banyak hal-hal yang perlu diperhatikan lebih dalalm lagi. Kamu bisa mendalami bagaimana penggarapan sebuah animasi bercerita dengan mengikuti program college atau short course digital animasi & game di IDS | International Design School.

Posted in: Articles