Homeland, Film Animasi Indonesia Berbentuk 3D Pertama - IDS | International Design School

Homeland, Film Animasi Indonesia Berbentuk 3D Pertama

Film animasi Indonesia, walaupun belum secemerlang negara-negara lain, tetap membuat bangga kita yang melihatnya. Apalagi melihat semakin banyaknya studio animasi dan animator muda berbakat. Film garapannya pun semakin lama semakin mengalami perbaikan yang berarti. Contohnya saja Meraih Mimpi. Namun, tahukah kamu apa film animasi 3D pertama di Indonesia?

 

Kalau sebelumnya kita sudah membahas Melody, sebagai film animasi 3D pertama di dunia. Sekarang giliran membahas film animasi 3D Indonesia yang pertama, Homeland.

 

Homeland adalah film garapan Garin Nugroho dan Gangsar Waksito atas masukan seniman Bre Redana serta Jujur Pranato yang masing-masing terlibat dalam pembuatannya sebagai pendamping kreatif. Naskahnya sendiri telah direvisi berkali-kali demi mendapatkan cerita yang pas. Setelahnya, film ini selesai dalam tempo 1 tahun pengerjaan dan berhasil launching di Taman Ismail Marzuki, 4 Mei 2004 lalu.

 

Film yang berdurasi kurang dari 90 menit ini, berkisah tentang petualangan seorang anak bernama Bumi yang berusaha menemukan warisan ayahnya di dunia yang imajiner. Perjuangannya dalam menemukan dan mempertahankan warisan ayahnya diwarnai dengan hal konyol dan konflik yang berkepanjangan bersama teman seperjalanannya.

Dalam pencariannya, ia menemukan banyak fakta bahwa terkadang harus meletakan senjata di tanah dan membantu rekan yang terluka agar dapat mencapai tujuan bersama.

 

“Homeland” adalah sebuah film sarat kisah khas Indonesia yang mengangkat tema tradisi. Seperti mendengarkan cerita dongeng dan legenda masa kecil. Dimana masih terdapat cerita tentang hal-hal ajaib antara dunia manusia dan binatang.

 

Untuk dubbernya diberdayakan para dubber lokal dan beberapa artis terkenal. Sebut saja Tika Panggabean, Udjo, Yossi dan Enno Lerian.

 

Namun sayang, film yang sempat launching di Taman Ismail Marzuki 10 tahun silam ini, tidak berhasil meninggalkan kesan pada penonton. Sehingga pemutarannya berhenti dan merugi.

Tidak ada yang mulus memang untuk yang pertama. Selalu saja ada kegagalan yang nantinya bisa dikembangkan menjadi lebih baik. Walau sering merugi, sineas muda kita tidak lelah untuk berkarya lewat animasi. Terbukti dengan kemunculan film, “Meraih Mimpi”.

 

Perlahan-lahan tapi pasti film-film animasi kembali bermunculan. Di tangan para animator muda berbakat dan para sineas lah nantinya akan bangkit peranimasian kita. Sampai saatnya datang, jangan lelah berkarya. Maju terus perfilman, Indonesia.

 

IDS | International Design School menyediakan Sekolah Animasi dan Kursus Animasi untuk kamu yang ingin memperdalam passion kamu dalam bidang animasi. Kamu juga bisa dapat gelar bachelor dari Universitas Ternama di luar negeri, loh!

 

Photo Credit : racheocity via Compfight cc

Sumber : 1 | 2

 

Mau Belajar Animasi? IDS Menyediakan Sekolah Animasi Untuk Mewujudkan Impianmu!

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG