Istilah – Istilah Fotografi yang Sering Digunakan | IDS

Istilah – Istilah Fotografi yang Sering Digunakan

 

Istilah. Apapun yang kamu pelajari pasti mempunyai istilah-istilah khas. Mulai dari Matematika, Bahasa Indonesia sampai Fotografi. Nah, mempelajari istilah ini penting loh. Masa iya kamu belajar Matematika tapi ngga ngerti apa itu Aljabar, belajar fotografi tapi ngga tau back light, dan berlaku ya untuk yang lainnya. Mengapa? Karena pasti istilah itu akan sering digunakan banyak orang dalam membicarakan hal-hal berkaitan dengan apa yang kamu tekuni itu. Nah, kalau dalam fotografi apa ya istilah-istilah dasarnya? Yuk mulai, inilah istilah-istilah fotografi.

 

 

A
AF : Auto fokus

AutoFocus : Fokus otomatis; keadaan dimana fokus lensa bekerja otomatis dalam waktu yang relatif cepat.

AFD : Auto Focus Distance Information

AFS : Auto focus Silent Wave Motor

Angle of View : Sudut pandang dalam pengambilan objek foto

 

Aperture : Diafragma dalam kamera

Aperature Priority : Prioritas pengaturan pada diafragma; kecepatan rana otomatis

AR Range : Tingkat terang cahaya dimana sistem autofocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV

APS : Advance Photo System

 

 

B

Back : Sisi belakang kamera; berfungsi juga sebagai penutup film

Back Fokus : Titik fokus di belakang objek

Back light : Pencahayaan yang berasal dari belakang objek foto

Battery Grip : Aksesoris tambahan yang dipasang di base kamera berisi baterai. Bisa berupa baterai bawaan kamera atau baterai AA (tambahan).

 

Blitz/speedlight/flash : Alat bantu dalam pemotretan yang memancarkan sinar secara cepat untuk memberikan pencahayaan ke objek

Blouwer : Sebuah alat berbentuk kipas angin yang digunakan pada pemotretan model untuk menghasilkan efek angin.

BOKEH : Bidang blur/out of focus; hasil dari depth of field.

Bounce : Cahaya lampu kilat yang dipantulkan ke langit-langit atau bidang lain sehingga cahaya yang didapatkan merata menerangi objek.

 

Bracketing : Menaikan atau menurunkan ukuran pencahayaan pada pemotretan untuk memperoleh pencahayaan yang tepat.

Built in Dioptri : pengatur dioptri; lensa+ atau bagi mereka yang berkacamata.

Bulk Film : Film kapasitas 250 exposure

Bulp : Sarana pada pengukuran shutter speed yang dapat diatur sendiri sesuai dengan keinginan memotret (biasanya muncul setelah lebih dari 30 detik).

Burn dan Dodge : Burn adalah istilah untuk menggelapkan bagian dalam foto. Dodge kebalikannya, menerangkan bagian dalam foto. Teknik ini dilakukan untuk memberi dimensi dan keseimbangan gelap-terang pada foto. Dulu lazimnya dilakukan di kamar gelap.

 

 

C

CCD : Charge Couple Device (biasanya terdapat dalam kamera digital)

Center Weighted Metering : Pengukuran pencahayaan pada 60% daerah tengah gambar

Croping : Memotong bagian atau sisi tertentu dari bidang foto

Cross Process : Proses silang. Biasanya dilakukan pada film positif (E6) ke film negatif (C 41), sehingga menimbulkan warna-warna baru pada foto.

CPL : Circular Polaraizing.

 

 

D

Data Imprint : Fasilitas pencetakan data tanggal pada film.

Dead Center : Saat POI (objek yang ingin ditonjolkan) berada tepat di tengah bidang gambar.

Depth of Field (DOF) : Lebar bidang fokus; ruang tajam; sebuah ruang di depan kamera dimana objek yang berada di dalamnya mempunyai ketajaman tertentu.

DIL : Drop in Loading.

DIR : Development Inhibitor Releaser

DRAM : Data Random Acces Memory

 

 

E

Esay foto : Merangkai foto menjadi cerita bertema

ESP : Electro Selective Pattern; sistem pengukuran cahaya otomatik di saat kondisi kesenjangan kecerahannya sangat besar.

EV : Exposure Value; kekuatan cahaya. Contoh, EV=0 kekuatan pada diagframa f/1,0 kecepatan 1 detik.

Evaluative/Matrix : Pengukuran pencahayaan berdasarkan segmen-segmen dan presentase tertentu.

Eye piece Blind : Tirai penutup jendela bidik.

Exposure : Hasil pengaturan bukaan diagframa dan shutter speed yang menentukan pencahayaan objek.

Exposure Compensation : Kompensasi pencahayaan; membuat alternatif pencahayaan dari normal menjadi lebih atau kurang.

Exposure Mode : Modus pencahayaan; umumnya ada 4 tipe manual, aperature priority, shutter priority dan auto.

 

 

F

FID : Film strip Identification number.

Fill in Flash : Blitz pengisi; dalam kondisi tidak memerlukan blitz, ia tetap menyala untuk menerangi bagian yang gelap, seperti bayangan.

Filter : terbuat dari sistem optik yang dipasang pada bagian depan lensa.

Fish Eye : Lensa dengan sudut lebar ukuran 16mm ke bawah (gambar yang dihasilkan akan terlihat melengkung).

Focusing Screen : Layar focus.

Flash Sync : Sinkron kilat; kecepatan maksimum agar body dan flash bekerja harmonis.

 

 

G

Golden Section : Hukum komposisi yang mengatakan bahwa keselarasan akan tercapai bila suatu bidang merupakan kesatuan dari dua bidang yang berhubungan.

GN : Guide number; kekuatan cahaya blitz, merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diagframa.

 

 

L

Lens Mount : Dudukan lensa.

Lens Hood : Tudung lensa.

 

 

M

Main Light : Cahaya pengisi/tambahan

MF : Manual fokus.

Monopod : Penyangga satu kaki untuk kamera.

Multispot : Pengukuran cahaya dari beberapa titik.

 

 

N

Noise : Bintik-bintik tak beraturan. Biasanya karena penggunaan senor sebuah kamera digital yang diset high.

 

 

O

Over Exposure : Pemotretan dengan cahaya yang berlebihan sehingga menimbulkan efek terlalu terang.

 

 

P

Panning : Teknik pengambilan gambar dengan kesan gerak.

Pull dan Push : Push merupakan peningkatan kepekaan film dalam pemotretan. Contoh dari ISO 100-200/lebih; Pull merupakan kebalikannya, yaitu penurunan kepekaan film.

 

 

R

Red Eye : Efek titik merah pada mata objek karena pantulan lampu flash.

Red eye reduction : fasilitas untuk mengurangi efek mata merah yang biasa terjadi pada pemotretan menggunakan blitz pada malam hari.

Reverse Ring : Digunakan untuk memasang lensa yang dibalik; membuat lensa makro alternatif agar cahaya yang masuk tidak bocor.

 

 

S

Second curtain Sync : Fasilitas untuk menyalakan blitz sesaat sebelum rana menutup.

Shutter : Rana

Shutter Speed : Pengaturan kecepatan tutup ‘jendela’ kamera dalam menangkap pencahayaan yang masuk.

Siluet : teknik pencahayaan untuk menampilkan bentuk objek tanpa menampilkan detilnya.

SLR : Single Lens Reflect; Kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma.

Super wide : Lensa dengan panjang vokal yang sangat pendek, sehingga gambar yang ditangkap memiliki sudut pandang sangat lebar (panjang vokal kurang dari 20mm).

 

 

T

TLR : Twin Lens Reflect; kamera yang menggunakan dua lensa. Satu untuk melihat, lainnya untuk meneruskan cahaya ke film.

Tripod : Penyangga 3 kaki untuk kamera.

TTL : Through The Lens; Sistem pengukuran cahaya melalui lensa

 

 

V

Vertical Grip : Alat pelepas rana untuk pengambilan secara vertikal tanpa harus memutar tangan.

Vignette : Lingkaran gelap sekeliling foto. Umumnya terjadi saat menggunakan lensa sudut lebar.

 

 

W

Wide lens : Lensa lebar, mempunyai jarak titik bakar yang pendek, lebih pendek dari 50mm.

Wireless TTL : Sistem pengukuran TTL tanpa kabel.

 

 

Akan sangat disayangkan kalau kalian nggak memperlajari istilah-istilah tersebut yang tentunya akan memudahkan kalian. Jangan dulu dengan istilah yang rumit, mulai lah dengan yang mudah dan dasar.

Kamu mau belajar fotografi? IDS | International Design School menyediakan Kursus Fotografi dan kamu juga bisa dapat gelar Bachelor dari Universitas Ternama di luar negeri.

 

 

Sumber: 1

 

 

Mau Belajar Fotografi? Kursus Fotografi di IDS Saja!
Posted in: Articles

Comments (2 Responses )

  1. Desain - March 1, 2018 - 10:42 am #

    Terima kasih info dan penjelasan, saya jasi banyak tau istilah fotografi.

  2. heroe - March 20, 2016 - 1:50 am #

    Wah Nice Info Gan, Ijin Copas Dong ..

DAFTAR SEKARANG