Jenis Camera Shot dalam Film (Bagian 1) - IDS | International Design School

Jenis Camera Shot dalam Film (Bagian 1)

Kreativitas sinematografer memberikan warna tersendiri dalam film yang tidak bisa dihadirkan hanya dari naskah, arahan sutradara atau lakon aktor. Identitas dari sebuah film juga bisa saja ditentukan oleh sinematografi. Tak jarang kasusnya dimana pertunjukan kamera membayangi kontribusi dari sutradara, aktor ataupun produser.

IDS | International  Design School akan membahas jenis gambar dalam film yang sering kamu tonton. Beberapa dari gambar tersebut identik dengan beberapa genre seperti horror, drama atau crime. Mari disimak!

 

Aerial Shot

sh_mountain

 

Sering digunakan jika film sedang mengambil latar di tempat yang eksotik. Sangat populer di era 1960 sampai 1980an. Contoh dari film yang menggunakannya adalah The Shining dan The Sound of Music.

 

Arc Shot

image

 

Pengambilan gambar dimana kamera mengitari subjek.

 

Bridging Shot

bridging shot

 

Gambar yang biasanya menunjukkan transisi dari satu tempat ke tempat lain. Sering digunakan bila karakter dalam film pergi ke suatu tempat dan ditunjukkan dengan pesawat atau kapal yang menyusuri sebuah peta.

 

Close Up

Ultimate-Guide-To-Camera-Shots-This-Closeup-Example-Put-Jacks-Unbound-Insanity-Of-Full-Display-The-Shining

 

Shot dimana yang diperlihatkan hanya wajah dari aktor secara keseluruhan.

 

Medium Shot

Medium-Wide-Shot-The-Art-of-the-Camera-Angle-Header-StudioBinder

 

Shot yang paling sering digunakan dalam film.

 

Long Shot

Ultimate-Guide-To-Camera-Shots-Long-Shot-Road-To-Perdition

 

Menunjukkan latar tempat secara luas. Biasanya digunakan dalam adegan yang bertempat di padang pasir atau padang rumput.

 

Cowboy Shot

Different-Types-of-Shots-Cowboy-Shot-Header

 

Populer saat genre Spaghetti Western naik daun pada dekade 1960an. Hanya menampilkan bagian tubuh yang berada diatas paha.

 

Deep Focus

7f25548dbdabf2e6c8f9eb20027698ad

 

Salah satu shot yang paling kompleks dalam membuat film. Foreground, background dan middleground akan diambil gambarnya dengan fokus yang tinggi. Tata letak barang dalam set diatur secara mendetail demi memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam scene.

 

Dolly Zoom

source

 

Shot yang memberi tahu penonton bahwa akan terjadi sesuatu yang signifikan. Kamera akan bergerak mendekat ke arah wajah aktor namun sekelilingnya di zoom out. Dipopulerkan oleh sutradara legendaris Alfred Hitchcock.

 

Dutch Tilt

DutchAngles5

 

Shot dimana kamera dimiringkan untuk memberikan angle yang aneh. Digunakan di film horor untuk memberikan kesan yang membingungkan dan eksentrik.

 

Demikian bagian pertama dari ulasan IDS | International  Design School mengenai camera shot dalam film yang perlu kamu ketahui. Adakah yang baru pertama kali kamu ketahui? Silakan tinggalkan komentar pada kolom di bawah ini!

Apakah kamu tertarik untuk menjadi filmmaker profesional yang handal? Daftarkan dirimu ke program International College IDS | International  Design School sekarang juga! Dengan durasi perkuliahan singkat selama 20 bulan dan bimbingan dosen-dosen yang masih aktif dalam dunia kreatif, kamu dapat memproduksi film yang berkualitas! Yuk, segera daftar!

 

Source:

1 2 4 5

Picture Source:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 11

Posted in: Articles

Comments (One Response )

  1. ปั้มไลค์ - August 22, 2019 - 1:35 am #

    Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.