Kenali Berbagai Aliran Desain Grafis (Part 2) - IDS | International Design School

Kenali Berbagai Aliran Desain Grafis (Part 2)

Tren desain grafis terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Bahkan tak jarang, berbagai tren desain yang muncul saat ini terinspirasi dari aliran desain zaman dulu, seperti Vintage design dan Flat design yang bahkan terinspirasi dari style desain ‘Victorian Style Design (1837-1901)’, ‘Swiss / International Design (1940-1980)’ dan lainnya.

Nah, apa saja aliran desain grafis tersebut? Berikut ulasannya!

 

1. Psychedelic Style (1960 – 1970)

 

1 (1)

Desain ini terinspirasi dari aliran desain Art Nouveau, yang memiliki ciri bentuk kurva lengkung, font hand draw. Psychedelic mulai terkenal di pertengahan 1960-an dengan ciri khasnya penggunaan warna yang intens dan memberi kesan halusinasi.

Nama Psychedelic sendiri mengacu pada halusinogen yang populer pada budaya kaum muda waktu itu. Namun, aliran ini sudah jarang digunakan karena bentuk font yang sulit terbaca sehingga sulit menyampaikan pesan kepada orang yang melihat desain tersebut.

 

2. Post-Modern Style (1970 – 1990)

 

2

Post Modern memiliki ciri khas judul yang miring, ilustrasi kolase, terdapat unsur tumpang tindih dalam desain, menampilkan tokoh sebagai objek utama, dan dekorasi impulsif. Karena desainnya yang tumpang tindih, banyak yg mengira kalau desain ini merupakan campuran dari berbagai aliran desain lainnya. Namun, kenyataannya ini  adalah rancangan terbaru dari sebuah desain.

 

 

3. Grunge Style (2000 – 2015)

 

3

Grunge Style menjadi salah satu aliran yang paling mudah dikenali. Memiliki tekstur kasar (efek bercak-bercak) yang konsisten, tanpa garis tepi / border dan tata letak yang teratur, Grunge Style sering digunakan sebagai gambar latar belakang untuk menu navigasi pada website, foto dan keseluruhan layout. Beberapa ciri utamanya, yaitu tekstur kotor sebagai gambar latar belakang, garis tidak teratur dan tanpa border(garis tepi), penambahan efek kertas robek dan tepi bertekstur kotor, dan penggunaan font yang solid dan mudah dibaca dengan warna yang kontras.

 

 

4. Flat Design Style (2010 – Present)

 

4

Nah, kalau aliran desain yang satu ini pasti kalian semua tahu dan sering melihatnya kan? Flat Design mulai muncul di tahun 2010 dan penggunaanya masih populer hingga saat ini. Memiliki ciri khas unsur minimalis dengan kombinasi warna yang cerah, desain ini sering digunakan pada grafis antarmuka website, software / aplikasi, dan mobile Apps dan berbagai media seperti banner, poster, brosur, icon dan lainnya. Salah satu aliran yang menjadi inspirasi dari Flat Design adalah Swiss Style.

 

 

5. Metro Design Style (2012 – Present)

 

5

Nama Metro Design mulai digunakan sejak munculnya sistem operasi Windows 8 pada tahun 2012. Hampir semua orang mengenal istilah ini karena kemunculannya bersamaan Windows 8. Ciri khas utama dari desain ini adalah penggunaan grid layout yang simpel dan pengunaan typografi sans-serif. Typografi dalam Metro Design sangat penting sekali, desain ini mempunyai konten dengan konteks yang singkat namun mudah untuk dipahami, kesederhanaan typografi ini mampu dibaca dan dimengerti dalam beberapa detik saja.Oleh karena itu, desain ini banyak diterapkan pada perangkat device baik itu PC, laptop, layar sentuh, tablet dan smartphone.

Nah itu dia berbagai macam aliran dalam desain grafis yang setiap eranya pastinya mengalami perubahan. Sebenarnya, sebelum Psychedelic Style, ada beberapa aliran desain lainnya yang bisa kalian baca di sini.

Dan menurut kalian aliran mana yang paling disuka? Atau mungkin berencana untuk membuatnya? Buat kamu yang mau membuat desain-desain seperti di atas, yuk belajar di IDS, IDS punya berbagai program belajar menarik loh! Salah satunya kuliah singkat selama 20 bulan dengan para dosen profesional di bidangnya. Selengkapnya bisa kalian cek di sini.

 

Source:

1 2

 

Source pictures:

1 2 3 4 5 6

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG