Kenali Berbagai Macam Motif Pada Desain Tekstil - IDS | International Design School

Kenali Berbagai Macam Motif Pada Desain Tekstil

Saat ini hampir semua baju, scarf, pouch, celana, hingga sepatu memiliki beragam motif yang eye catching. Ditambah sentuhan warna yang mendukung, pemilihan material/bahan kain yang tepat dan motif tekstil yang beragam, pastinya dapat menghadirkan sebuah inspirasi tren tekstil masa kini.

Lantas, apa saja sih macam-macam motif pada desain tekstil yang ada sekarang? Berikut penjelasannya.

 

1. Motif Floral

FLORAL
Motif floral adalah salah satu motif yang paling sering kita temui. Motif ini biasanya diaplikasikan pada baju wanita, scarf, sampai hijab. Motif bunga tersedia dalam berbagai macam. Biasanya terdapat bunga besar dipadukan dengan gambar bunga-bunga kecil dan cenderung menggunakan warna-warna yang disukai wanita, seperti merah muda, orange, kuning, dan ungu.

 

2. Motif Geometris

GEOMET
Motif geometris adalah motif dari bentuk yang terukur, seperti segitiga, oval, lingkaran atau kotak. Desainnya bisa teratur dan simetris atau sepenuhnya abstrak. Jenis motif  ini serbaguna dan paling sering digunakan di desain kontemporer.

 

3. Motif Paisley

exportado
Paisley berasal sebagai desain Persia dan sangat populer di Eropa pada tahun 1600-an. Namanya berasal dari sebuah kota di Skotlandia. Motif paisley berbentuk tetesan air mata dengan desain yang rumit dan sekarang memiliki nuansa retro. Paisley menjadi sangat populer di Barat pada abad ke-18 dan 19,

 

4. Motif Stripe

STRIPE
Motif ini juga menjadi yang paling sering kita temui. Stripe adalah motif garis, baik secara horizontal, atau vertikal. Motif stripe ini sifatnya universal sehingga membuatnya mudah digunakan oleh siapa saja. Motif stripe juga bisa digunakan pada berbagai kesempatan, baik kasual atau pun formal. Motif garis berbentuk vertikal ke bawah juga dapat membuat kesan tubuh terlihat lebih ramping, sebaliknya motif garis berbentuk horizontal, cenderung membuat tubuh terkesan lebih besar.

 

5. Motif Tartan

TARTAN
Sebenarnya, motif tartan hampir sama dengan geometrik. Namun, tartan lebih menekankan motif kotak-kotak. Tartan adalah pola yang terdiri dari garis vertikal dan horizontal yang saling menyilang dalam beberapa warna hingga membentuk kotak-kotak. Tartan biasanya terbuat dari wol, namun kini bisa dibuat dengan bahan-bahan lainnya. Pola ini sangat terkait dengan pakaian tradisional Skotlandia, “kilt” atau rok khas Skotlandia kebanyakan menggunakan pola tartan. Bahkan pola ini menjadi pakaian nasional Skotlandia di era 1700-an. Di belahan Amerika pola tartan disebut dengan istilah “plaid”. Pola ini sangat familiar sebagai bahan flanel.

 

6. Motif Leopard

Imprimir
Motif yang satu ini bisa dibilang cukup menarik perhatian ketika digunakan. Motif leopard adalah, motif macan tutul yang sempat menjadi tren di tahun 1990an. Untuk menggunakan motif ini, kamu harus pintar mix and match pakaian yang akan dikenakan. Motif ini memang terkesan berani, dan ramai, sehingga tidak semua orang merasa percaya diri saat mengenakannya.

 

7. Motif Ikat

TIE DYE
Motif ikat adalah salah satu yang khas dari Indonesia.Cara membuatnya dengan mencelupkan tiap bagian ke warna yang akan digunakan dengan cara mengikat bagian-bagian yang mau diwarnai. Motif ikat akan menimbulkan percampuran warna yang bagus, kalau kamu pintar dalam memadupadankan warna.  

 

8. Motif Chevron

ZIG ZAG
Chevron memiliki pola garis zig-zag dan biasanya dalam dua warna bergantian. Seringkali, salah satu warnanya putih. Pola ini memiliki gaya yang menyenangkan ketika digunakan pada aksesoris, seperti bantal atau sprei untuk kasur kamu.

 

9. Motif Medallion

MANDALA
Motif ini sangat mirip dengan desain mandala. Berbentuk bulat dan oval dengan berbagai dekorasi di sekelilingnya, pola ini sering menggabungkan motif bunga atau dedaunan di dalamnya.

 

10. Motif Houndstooth

Houndstooth
Ini adalah pola tekstil duotone yang ditandai dengan kotak-kotak berbentuk abstrak, runcing, dan tidak rata. Apabila dilihat tampak seperti gigi anjing, pola ini biasanya memiliki paduan warna hitam dan putih. Sering digunakan sebagai bahan topi.

 

11. Motif Polkadot

POLKADOT
Istilah polkadot awalnya dibuat oleh majalah Amerika pada tahun 1800-an dan hanya berwarna hitam dan putih. Istilah polkadot berasal dari nama tarian Eropa Timur yang hits di zaman itu. Lalu, istilah polkadot pun langsung menyebar bagaikan virus pada revolusi budaya pop. Motif bulat-bulat ini, menampilan kesan ceria dan sering digunakan oleh wanita.

Nah, itu dia beberapa macam motif yang biasanya sering kita lihat dan mungkin pernah kita gunakan sehari-hari. Kalau creative people suka motif yang nomor berapa? Komen di bawah ya!

Buat kamu yang mau belajar membuat motif seperti di atas, bisa banget loh! Yuk belajar desain di IDS. IDS menyediakan kuliah singkat selama 20 bulan dan juga program kursus bersama dengan para dosen profesional di bidangnya. Selengkapnya bisa cek di sini.

 

Source:

1 2

 

Source pictures:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Posted in: Articles

Comments (4 Responses )

  1. Monika A - October 22, 2018 - 2:29 pm #

    Gak pernah mau ketinggalan kalau ada artikel2 baru yang di upload sama ids, informasi yang sangat menarik untuk diketahui

    • Awita Ekasari Larasati - October 22, 2018 - 3:24 pm #

      hai, terima kasih sudah membaca artikel IDS. Stay tune terus di website dan media sosial kita, untuk tahu informasi menarik lainnya 🙂

  2. Awita Ekasari Larasati - October 19, 2018 - 11:04 am #

    hai, terima kasih sudah membaca artikel IDS. Stay tune terus di website dan media sosial kita, untuk tahu informasi menarik lainnya 🙂

  3. Katharyne Lyman - October 19, 2018 - 10:35 am #

    Wah informasi nya bermanfaat banget, ternyata pengetahuan tentang motif pada tekstil juga penting nih. hehehehheh

DAFTAR SEKARANG