Cara Buat Desain Logo yang Inovatif - IDS | International Design School

Cara Buat Desain Logo yang Inovatif

Sebuah produk harus memiliki logo yang khas dan mencirikan identitas. Logo produk berbeda dengan logo perusahaan. Logo produk selalu ditampilkan secara menarik, karena logo inilah yang menjadi minat konsumen.

Membuat sebuah logo untuk produk dan perusahaan tidak boleh sembarangan. Logo harus ikonik, memiliki ciri khas yang menggambarkan identitas dari logo/perusahaanya. Sehingga saat melihat logonya saja, orang langsung tahu dan ingat. Contohnya seperti logo pertamina yang menggunakan 3 bentuk anak panah dengan warna biru, hijau, dan merah. Ketiga warna tersebut, tentunya memiliki filosofi masing-masing. Dengan hanya melihat logonya saja, kita langsung tahu kalau itu adalah logo pertamina.

Nah, berikut ada 7 tren desain logo yang inovatif dan bisa menjadi ide bagi kamu yang mau membuat logo untuk produkmu sendiri. Yuk simak!

 

1.Responsive dan Contextual Logos

1
Desainer logo tidak harus menciptakan desain yang estetis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang konteks yang berbeda di mana desain tersebut dapat diterapkan.  Salah satu contoh desain kontekstual dapat dilihat dalam desain logo yang dibuat oleh Snøhetta untuk, Kristin Jarmund Architects, yang mengambil singkatan “K J – A”.

 

2. Architectural Inspiration

2
Meskipun desain yang terinspirasi oleh  arsitektur bukan hal baru, namun desain ini kembali populer dengan cara yang inovatif. Ketika kita bergerak ke dunia yang semakin digital, para perancang menemukan cara untuk tidak hanya  menangkap tampilan landmark arsitektur, tetapi juga bagaimana mewujudkan konsep di balik manifestasi fisik sebuah merek melalui interpretasi visual mereka. Salah satu contohnya datang dari desain logo yang dibuat oleh Savvy untuk konser Philip Glass di Museum Nasional Antropologi, Mexico City. Bentuk logo diambil dari fitur utama bangunan, “Umbrella Fountain,” yang dirancang oleh Arsitek Meksiko Pedro Ramírez Vasquez.

Fitur ini, pada dasarnya, menampilkan sebuah skylight geometrik melingkar yang memungkinkan cahaya mengalir di sekitar pilar yang terukir besar. Sifatnya masif dan memukau — kualitas mengacu pada  logo yang tebal, hitam, dan putih.

 

3. Fun, Energy, Vibe

3
Kesenangan selalu menjadi hal yang utama dalam desain logo, kesenangan datang dalam bentuk warna-warna cerah dan berbagai karakter yang lucu. Ada banyak cara untuk menciptakan kesenangan dalam sebuah logo. Beberapa contoh datang dari desain yang dibuat oleh “A Friend Of Mine” untuk Luxe Waiheke, yang berisi karakter tipografi yang menyenangkan, yaitu huruf “e” yang membentuk emoji tertawa.

 

4. Teknik Tipografi yang Eksperimental

4 (3)
Dari  Old Style hingga sans serif, tipografi selalu menjadi subjek eksperimen — mulai dari pengembangan bentuk tipografi baru hingga modifikasi tipografi yang sudah ada. Dan di tahun ini, kita harus melihat eksperimen lebih lanjut dalam tipografi dengan konsep inovatif dan realisasi baru tentang bagaimana teknologi yang sudah ada dapat diterapkan pada desainnya. Contohnya datang dari desain “HeART” yang mengubah skala setiap bentuk huruf melingkar untuk dibuat berbentuk gema visual. Ini adalah teknik baru dalam tipografi, contoh lain dari desain logo “Bond” untuk Heritage, di mana tipografi larut menjadi bentuk abstrak dan menyatu dengan logonya.

 

5. Grid Sederhana dan Geometri

5

Grid telah memainkan peran dalam desain grafis sejak Josef Müller-Brockmann meletakkan dasar-dasar teori pada subjek ini pada tahun 1981. Grid memiliki kekuatan untuk menggambarkan logika, teori, kontrol dan kesempurnaan.  Artinya, tren ini tidak pernah berakhir — hanya datang dan pergi sesuai masanya. Berikut contoh desain yang menggunakan logo berbasis grid

Desain logo “MOAA” yang menggambarkan garis-garis  membentuk huruf tipografi logo MOAA itu sendiri. Atau logo “ABCs”  berbicara tentang bagaimana fundamental nama dan merek nilai.

 

6. Layering dan Masking Pola dan Warna

7
Layering dan masking adalah teknik yang melibatkan penggunaan pola dalam desainnya. Dengan demikian, teknik ini memiliki banyak ruang untuk eksperimen baik dalam pendekatan abstrak maupun konseptual. Salah satu contoh desain tentang masking/ layering adalah desain yang dibuat oleh Bedow  untuk fotografer Gustav Almestal yang melapisi berbagai pola abstrak di balik huruf “G”. Dalam contoh ini, huruf “G” tidak hanya menutupi pola, tetapi juga memiliki filosofis tentang lensa, atau mata dari seorang Gustav Almestal.

 

7. Tipografi Sederhana dengan Monogram

8
Sebelum membahas lebih lanjut, kalian harus tahu dulu apa itu pengertian Monogram. Monogram adalah motif yang dibuat dengan tumpang tindih atau menggabungkan dua huruf atau lebih untuk membentuk satu suatu simbol. Dan akhir-akhir ini kita telah melihat tipografi sederhana yang dipasangkan dengan monogram. Desainer mengasah kemampuan mereka dengan tipografi klasik di masa lalu. Contohnya datang dari desainer “Marohnić Tomek & Gjoić” yang mendesain logo yang berhubungan dengan era awal tipografi Monotype. Desain ini ketika dilihat dengan mata yang teliti akan menghasilkan logo dan monotype yang kuat dan menimbulkan kesan kesederhanaan klasik.

Nah, itu dia beberapa contoh desain logo yang akan menjadi tren di tahun 2018 ini. Beberapa seperti tipografi eksperimental akan kembali ke dasar. Tren grid sederhana dan geometri, serta aplikasi yang rumit dan pelapisan warna dan pola, tampaknya akan semakin diminati ke depannya.

 

So, kalau buat kamu, desain nomor berapa yang paling menarik dan kekinian? Komen di bawah ya!

 

Source article and Pictures:

1

 

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG