Mengenal Pentingnya Peranan Warna Dalam Desain Grafis - IDS | Intenational Design School

Mengenal Pentingnya Peranan Warna Dalam Desain Grafis

Warna merupakan salah satu daya tarik dalam desain. Warna dapat memengaruhi pemikiran, reaksi, bahkan mengubah mood seseorang saat melihatnya. Pengaruh warna begitu besar karena dapat menggali lebih dalam psikologi manusia. Karena pengaruhnya yang begitu besar, maka tak heran muncul berbagai tren warna, seperti warna pastel yang mengedepankan kelembutan.

Begitu pentingnya peranan warna dalam desain, maka dikenal adanya istilah colors harmony, yaitu kombinasi yang selaras antara warna satu dengan warna lainnya. Untuk mencapai tingkat keselarasan warna yang baik. Berikut ada beberapa jenis formula yang sering digunakan.

 

1. Analogous Colors

Warna analog adalah kelompok tiga warna yang saling berdekatan pada roda warna, berbagi warna yang sama, dengan satu warna dominan yang cenderung menjadi warna primer atau sekunder dan tersier. Merah, oranye, dan merah-oranye. Skema warna analog menciptakan tampilan yang kaya dan monokromatik. Paling baik digunakan dengan warna hangat atau dingin, menciptakan tampilan yang memiliki suhu tertentu serta harmoni warna yang tepat.

1

1-1

2. Complementary Colors

Warna yang saling berhadapan di roda warna disebut dianggap sebagai warna komplementer (contoh: merah dan hijau). Kontras tinggi dari warna komplementer menciptakan tampilan yang dinamis terutama ketika digunakan pada saturasi penuh. Skema warna ini harus dikelola dengan baik. Warna komplementer sulit digunakan dalam jumlah yang besar, tetapi baik digunakan ketika ingin membuat sesuatu yang lebih menonjol. Namun, warna komplementer benar-benar bukan pilihan yang tepat untuk teks.

2
2-1

 

3. Triadic Colors

Skema warna triadic menggunakan warna yang posisinya membentuk segitiga sama sisi ditempatkan secara merata di sekitar roda warna. Keserasian warna triadik cenderung cukup hidup, bahkan jika menggunakan versi warna yang pucat atau tidak jenuh. Untuk menggunakan harmoni triadic dengan baik, warna harus secara hati-hati diseimbangkan – biarkan satu warna mendominasi dan gunakan dua lainnya untuk aksen.

3
3-1
4. Split-Complementary

Skema warna split-complementary adalah variasi dari skema warna komplementer. Selain warna dasar, ia menggunakan dua warna yang berdekatan dengan warna komplementer yang ada di seberangnya dalam roda warna pelengkapnya. Skema warna ini memiliki kontras visual kuat yang sama dengan skema warna komplementer, tetapi memiliki sedikit ketegangan. Skema warna split-free sering merupakan pilihan yang baik untuk pemula.

4
4-1
5. Rectangle (tetradic)

Skema warna persegi panjang atau tetradic menggunakan empat warna yang disusun menjadi dua pasangan komplementer. Skema warna ini menawarkan banyak kemungkinan untuk variasi. Skema warna tetradic bekerja paling baik jika kamu membiarkan satu warna menjadi dominan. Kamu harus memperhatikan keseimbangan antara warna-warna hangat dan sejuk dalam desainmu.

5
5-1
6. Monotone Chromatic

Warna yang dihasilkan dari satu warna, namun dengan perbedaan saturasi.

Monotone Chromatic

7. Monotone Achromatic

Warna yang dihasilkan berurutan satu warna dari putih ke hitam.

monotone achromatic

Itu dia jenis-jenis colors harmony yang ada dalam dunia desain dan masih digunakan sampai sekarang dalam  menentukan kombinasi warna. Bagaimana? Apa kalian sudah pernah menerapkannya? Buat kalian yang mau tahu lebih banyak informasi seputar desain, animasi, dan film lainnya bisa kalian cek di media sosial kita @idseducationcom. Atau kalau mau belajar seputar desain, animasi, dan film. Yuk! Kembangkan bakat dan kemampuan yang kamu miliki di IDS | International Design School. Selengkapnya bisa kamu cek di program pendidikan kita ya.

 

Source:

1  2

 

Source pictures:

1  2  3

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG