Mengenal Sekilas Desain Art Nouveau - IDS | International Design School

Mengenal Sekilas Desain Art Nouveau

Kalian pernah mendengar tentang aliran desain Art Nouveau? Aliran desain yang terkenal di Eropa ini merupakan  gaya desain internasional pertama yang berkembang tahun 1880-an hingga era awal 1920-an. Walaupun hanya berlangsung relatif singkat, namun Art Nouveau masih sering kita temukan penggunaanya.

Lantas, bagaimana sih sebenarnya desain Art Nouveau? Bagaimana karakteristiknya? Dan bagaimana penggunannya di Indonesia sendiri? Berikut ulasannya!

 

Sejarah Art Nouveau

Art Nouveau merupakan lanjutan dari aliran desain Arts and Cratfs. Gaya desain Art Nouveau ditemukan dalam perlawanan seniman William Morris dengan komposisi yang berantakan. Kebangkitan dan kecenderungan abad ke-19 serta berbagai teorinya yang membantu memulai gerakan seni dan kerajinan. William Morris adalah seorang desainer tekstil, dan ide-idenya tentang desain dan seni. Salah satu karya paling awal dari Art Nouveau adalah Red House of Morris tahun 1859. Nama Art Nouveau diambil dari nama sebuah galeri untuk dekorasi interior yang dibuka oleh Siegfried Bing di Paris di tahun 1895 yang bernama “Maison de l’Art Nouveau”.

 

Gerakan Art Nouveau juga mengambil banyak inspirasi dari pelukis Pre-Raphaelite seperti Edward Burne-Jones dan Dante Gabriel Rossetti. Ideologi Pra-Raphaelite berkaitan dengan reformasi dunia seni. Menolak gaya mekanistik yang diadopsi oleh Mannerisme.

Selain itu, pameran tahunan yang diselenggarakan masyarakat  tahun 1888 telah membantu menyebarkan Art Nouveau. Salah satunya, majalah The Studio (1893 ) yang sangat membantu menyebarkan Art Nouveau hingga ke Eropa.

 

Perkembangan Art Nouveau di Berbagai Negara

 

 

Gaya Art Nouveau berkembang pertama kali di Belgia dan meyebar ke Eropa sampai Amerika dengan nama yang berbeda, seperti Jugendstill di Jerman, Vienna Seccesion di Austria, Stile Liberty di  lItalia, Modernista di Spanyol, dan Glassgow School di Inggris.

Di benua Eropa, Art Nouveau juga dipengaruhi oleh eksperimen Paul Gauguin dan Henri de Toulouse-Lautrec. Gerakan tersebut sebagian terinspirasi dari mode untuk pola linear cetakan Jepang (ukiyo-e).

Art Nouveau juga disebut Style Moderne di Prancis dan lain-lain. Abad ke-20 merupakan masa bagi berbagai jenis seni rupa modern untuk berkembang, hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru (yang juga didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, dll.).

 

Di Spanyol, gaya ini berpusat di Barcelona dan dikenalkan oleh asitektur modernism bernama Antoni Gaudi. Art Nouveau juga bergerak di Eropa Timur dan di pusat Eropa, dengan pengaruh dari Alfons Mucha di Prague dan Moravia (bagian dari Czech Republic) dan Latvian Romanticism (Riga, ibukota Latvia, dimana terletak sekitar 800 bangunan Art Nouveau). 

Di Russia, gaya ini telah menyebar ke segala majalah seni Mir iskusstva (‘World of Art’), yang merupakan revolusi dari Ballets Russes. Di Italy, Stile Liberty adalah nama toko di London, Liberty & Co, yang mendistribusikan desain modern perubahan dari Arts and Crafts movement, keduanya adalah tanda dari aspek komersial Art Nouveau.

Gaya Art Nouveau terjadi pada tahun 1890 sampai 1905. Salah satu contoh lukisan Art nouveau dapat ditemukan di Roquetaillade castle (Perancis). Viollet-le-Duc mengembalikan kerajaan pada 1850, dan Ia berencana menciptakan Gothic revival. Ia membiarkan kerajaan, seperti bentuk aslinya untuk menandai masa “pre” gaya Art Nouveau.

Evolusi tertinggi gaya Art Nouveau dapat dilihat pada Exposition Universelle tahun 1900 di Paris, dengan gaya yang modern. Pada 1902, dilaksanakan Esposizione Internazionale d’Arte Decorativa Moderna, di Turin, Italy, dimana para desainer mengadakan pameran yang diikuti seluruh negara Eropa.

 

Art Nouveau di Indonesia

Salah satu perkembangan Art noveau yang mempengaruhi desain di Tanah Air adalah desain mebel serta ukiran yang ada di Jepara. Desain pada kursi, meja ataupun sekedar hiasan dinding menggunakan ukiran – ukiran berupa tumbuh – tumbuhan  dengan sulur – sulur yang meliuk. Pengaruh Arsitektur dengan gaya Art Nouveau mulai di bawa oleh arsitek P.A.J. Moijen sekitar tahun 1905. Gaya ini banyak dipengaruhi dari Eropa. Seni ini juga banyak di padukan dengan Art Deco yang dibawa oleh arsitek berikutnya. Rumah – rumah dengan hiasan flora masyarakat kelas menengah ke atas merupakan contoh termudah mengenai pengaruh Art Nouveau yang besar dan hidup hingga sekarang.

Nah, itu dia sekilas sejarah dan perkembangan desain Art Nouveau di berbagai negara dan Indonesia. Sebenarnya, masih banyak hal seputar desain ini, seperti karakteristik, ciri khasnya, dan tokoh-tokohnya, yang akan kita bahas di artikel selanjutnya. Kalau menurut kalian? Bagaimana dengan desain ini? Apakah kalian menyukainya? Komen di bawah ya!

 

Source:

1 2 3 4

Source pictures:

1 2 3 4 5 6

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG