10 Pedoman Dasar Komposisi Fotografi | IDS

10 Pedoman Dasar Komposisi Fotografi

Sharing is caring!

Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh fotografer pemula atau sebagain besar fotografer adalah komposisi fotografi. Ibarat makanan komposisi itu seperti menu favorit yang merupakan selera dari masing-masing orang. Namun demikian meskipun kompisisi tergantung dari selera masing-masing fotografer, tetap ada sebuah standar untuk menilai bagus atau tidaknya komposisi sebuah foto.

Untuk memenuhi standar kompisisi foto yang baik, coba deh ikuti 10 pedoman dasar berikut ini:

  1. Perjelas objek foto kamu. Cerita apa yang ingin kamu sampaikan melalui fotomu. Fokuslah dalam memastikan foto yang kamu ambil mewakili cerita yang akan disampaikan.
  1. Fokuskan perhatian pada objek foto. Untuk memfokuskan perhatian pada objek foto kamu dapat menggunakan fokus selektif (membuat objek lebih dekat, atau membuat background objek menjadi lebih blur) komposisi warna, dan framing.
  1. Isilah frame dengan objek utama foto kamu. Jika dirasa objek kamu tidak butuh background yang mencolok jangan berusaha memberi background. Terkadang, foto yang baik itu memiliki komposisi yang sederhana. Seperti foto ini contohnya.
Cute Baby Boy Isolated on White

photofocus.com

  1. Periksa tepi frame. Jangan sampai memotret orang dengan kaki atau tangan yang terpotong oleh frame. Foto objek secara utuh dalam frame.
  1. Periksa apakah ada sesuatu yang menyusup dalam foto kamu. Apakah ada cabang pohon, kabel listrik, atau benda yang mencuri perhatian dari objek utama foto kamu.
  1. Perhatikan POV (Point Of View). Fokus memotret objek agar nantinya objek foto terlihat lebih tajam dan menjadi pusat perhatian dalam foto kamu. Lihat foto di bawah ini.
point 6

photofocus.com

 

  1. Gunakan aturan “Rule Of Thirds” dengan memposisikan objek pada salah satu dari empat sudut berpotongan dalam grid.

photofocus.com

  1. Jangan biarkan benda atau bagian lain lebih terang dari objek foto kamu. Subjek foto kamu harus lebih terang dari benda atau situasi disekitarnya.
  1. Vertikal VS Horizontal. Ambil foto secara vertikal jika kamu ingin menonjolkan sisi tinggi pada objek kamu. Ambil foto secara horizontal untuk menekankan objek yang lebih luas/lebar (landscape misalnya).
    Eiffel Tower by Moyan Brenn | flickr.com

    Eiffel Tower by Moyan Brenn | flickr.com

    horizontal

    La Tour Eiffel, Paris, France by Luke Ma | flickr.com

  1. Perhatikan horizon.Ketika memotret objek dengan garis horizon, jangan biarkan ada objek lain yang memotong garis horizon tersebut, misalnya adanya kepala manusia atau hewan diantara garis horizon. Jangan buat garis horizon menyatu dengan objek foto kamu. Seperti foto di bawah ini (Foto pertama adalah contoh yang salah, karena objek memotong garis horizon. foto kedua adalah contoh yang benar)

A l’horizon de nos rêves… by L’oeil étranger | flickr.com

admin-ajax

Jadi, buat kalian yang ingin mendalami dunia fotografi, itu adalah beberapa pedoman untuk menghasilkan foto dengan komposisi yang lebih baik dan tentunya akan lebih indah untuk dilihat bukan? Jika kalian ingin mempelajari teknik-teknik lain tentang dunia fotografi, mari bergabung di IDS | International Design School di IDS menyediakan Kursus Fotografi, kalian juga bisa mendapatkan gelar Bachelor dari universitas ternama di luar negeri bagi yang berminat kuliah di bidang fotografi.

 

Source : 1    2

Image credit: Day 112: ITAP of Water by SodanieChea is licensed under CC BY 2.0

 

Jika kamu ingin mempelajari teknik-teknik lain tentang fotografi, Ikut Kursus Fotografi di IDS Aja! Klik Infonya Di Sini..

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG