Perkembangan Teknologi CGI dalam Dunia Perfilman | IDS

Perkembangan Teknologi CGI dalam Dunia Perfilman

Kalian pasti sering mendengar teknologi Computer-Generated Imagery atau yang sering disebut dengan CGI kan? Ya, teknologi visual effect ini, sering digunakan pada film-film Hollywood, seperti The Avengers, Star Wars, Blade Runner 2049, dan masih banyak lagi.

Studio animasi, seperti Disney Pixar, Warner Bros, dan Dreamworks juga membuat berbagai film animasinya menggunakan CGI. Sehingga film kartun yang dihasilkan bukan hanya 2D, tapi juga 3D.

Lantas, bagaimana sih sebenarnya penerapan CGI tersebut? Berikut ulasannya!

 

Apa itu CGI?

CGI 1

Computer-Generated Imagery atau biasa disingkat sebagai CGI adalah sebuah teknik pencitraan 3D yang dilakukan oleh komputer pada media tertentu. CGI termasuk ke dalam golongan spesial efek yang biasa digunakan dalam pembuatan film, acara televisi, iklan dan game.

Mengutip Business Insider, CGI serupa dengan teknik animasi tradisional. Dalam teknik animasi tradisional, suatu gerakan dibuat melalui rangkaian gambar-gambar yang saling bertautan. Umumnya, sebuah gambar bergerak tercipta dalam ritme 24fps (frame per second). Artinya, dalam 1 detik, terdapat 24 gambar yang saling bertumpuk yang menciptakan satu harmoni gerak.

 

Bagaimana Sejarahnya?

2(1)

 

CGI pertama kali digunakan pada film Westworld (1973) dan Futureworld (1976). Westworld merupakan film yang pertama kali memanfaatkan animasi 2D. Sementara Futureworld, tercatat sebagai film yang pertama kali menggunakan efek 3D. Di film itu, Ed Catmull dan Fred Parke dari University of Utah, sukses menciptakan tangan dan wajah “palsu.”

a211e214d22f536d7f7db1d5cbbee03aca333194-thumb-860xauto-64861

Selain kedua film tersebut, The Abyss (1989) besutan James Cameron, menjadi tonggak suksesnya film berteknologi CGI yang bisa meraih penghargaan Best Visual Effect dalam Oscar tahun 1990. Dan film animasi pertama yang sepenuhnya menggunakan CGI adalah Toy Story (1995). Toy Story sukses dinobatkan sebagai film berdurasi utuh (full-lenght) pertama berteknologi CGI.

 

Perkembangan CGI dalam Perfilman

CGI 2

Keberhasilan film-film tersebut, alhasil membuat CGI sekarang ini menjadi salah satu unsur utama yang digunakan dalam proses pembuatan film. Namun, dalam prosesnya memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, biaya yang mahal, dan banyak properti untuk menjadikannya telihat nyata. Peralatan seperti tali sling, layar hijau, set studio yang besar yang mampu memuat properti lainnya.

Mengutip dari Tirto.id, faktanya dibutuhkan 400 pekerja visual effect yang bekerja selama empat tahun untuk membawa (film) 2D ke bioskop. Sedangkan, dengan CGI hanya membutuhkan setengah dari angka itu dan hanya membutuhkan tiga tahun untuk membuat film yang memanfaatkan komputer.

Fakta lainnya, film Pirates of the Caribbean: At World’s End, menghabiskan uang senilai $1 juta per menit untuk membiayai efek visual komputer.

 

Film Indonesia Berteknologi CGI

 

Penggunaan CGI bukan hanya diterapkan pada deretan film Hollywood saja. Sebenarnya, beberapa film Indonesia juga ada yang sudah menggunakannya, seperti Film Garuda (2015). Film ini diklaim sebagai film pahlawan super Indonesia pertama yang menggunakan teknologi CGI. Film lainnya, yaitu Bangkit (2016) yang dibintangi oleh Acha Septriasa, Vino. G. Bastian,  dan sederet artis lainnya ini rupanya menghabiskan biaya mencapai 12 Millyar rupiah untuk produksinya. Film ini juga sukses menyabet Piala Maya dalam kategori Best Special Effect di tahun 2016. Film Indonesia lainnya yang berteknologi CGI, yaitu Comic 8: Casino King (2015), Rafathar (2017), dan Jailangkung (2017).

Mengutip Tirto.id, menurut Fajar Nugros, “CGI sudah banyak digunakan di Indonesia dan teknologinya bisa mengejar (kemampuan Hollywood) sebenarnya. Cuman film kita selalu waktunya mepet, jadi tim CGI kita yang pintar-pintar dan teknologinya mengejar ke Hollywood itu tidak bisa maksimal (mengerjakan efek visual).” ungkap salah satu sutradara Indonesia tersebut.

Nah, itu dia sekilas tentang perkembangan teknologi CGI yang masih terus digunakan hingga saat ini. Keberadaanya, memang dibutuhkan untuk membuat efek visual yang lebih nyata dalam sebuah film.

Buat kamu yang tertarik mau belajar mendalami dunia perfilman dan mengasah kemampuanmu. Yuk! kuliah di IDS.

IDS punya berbagai macam program kuliah seputar desain, animasi, dan film yang akan mempersiapkanmu untuk terjun di industri kreatif saat ini. Selengkapnya cek di sini

 

Source:

1 2 3 4 5 6 7 8

 

Source:

1 2 3 4 6

 

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG