Pilih Font Serif atau Sans Serif, ya? - IDS | International Design School

Pilih Font Serif atau Sans Serif, ya?

Buat kamu yang mungkin sedang menyusun skripsi, pasti enggak jauh dari membuat laporan dong, ya? Bertemu dengan si font Arial atau mungkin Times New Roman. Atau kamu yang suka mendesain, suka bingung enggak sih dalam pemakaian font yang ada? Karena tidak dapat dipungkiri kalau typography menjadi hal yang penting dalam unsur suatu desain. Berdasarkan bentuknya, para pakar typography, umumnya membagi menjadi empat, yaitu Serif, Sans Serif, Script, dan Dekoratif. Tapi, kali ini kita akan membahas dua jenis huruf yang mungkin tidak asing lagi untuk kamu, yaitu Serif dan Sans Serif.

    1. Serif
      Jika kamu melihat font seperti Times New Roman, Bodoni, Garamond, Georgia, atau Bookman Old Style, kamu akan melihat tangkai (atau kebanyakan orang menyebutnya sirip) di ujung kaki-kaki hurufnya, baik di atas maupun di bawah. Selain itu, terdapat juga pelebaran yang menyerupai penopang atau tangkai, maka dari itulah Serif dikelompokkan jenis huruf yang memiliki tangkai atau stem.
      Terdapat ciri utama dalam font Serif, yaitu (1) kurva poros yang miring ke kiri, (2) lengkungan Serif/counterstroke, (3) terdapat kontras antara tebal dan tipis garis font, dan (4) terdapat palang/garis horizontal pada font. Font Serif yang dapat disebut dengan Oldstyle ini juga memiliki garis kecil yang berdiri horizontal pada badan huruf atau disebut dengan counterstroke atau serif bracketed. Garis inilah yang membuat huruf mudah dibaca karena membatu menuntun mata pembaca melalui suatu garis teks. Sangat cocok digunakan untuk teks content karena nilai keterbacaannya yang baik.

 

    1. Sans Serif
      Nah, untuk font Sans Serif merupakan perbedaan dari font Serif. Istilah Sans Serif sendiri berasal dari bahasa Perancis, Sans berarti tanpa. Jadi, Sans Serif berarti tanpa serif. Jenis huruf ini diciptakan oleh Willlian Caslon IV (keturunan William Caslon pencipta font Caslon di era Oldstyle) pada tahun 1816. Pada awal kemunculannya, font jenis ini disebut dengan Grotesque yang berarti aneh karena di era itu bentuk huruf tanpa Serif dianggap unik dan aneh.
      Kita dapat melihat Helvetica, Arial, Futura, Avant Garde, Bitstream Vera Sans, atau Century Gothic yang termasuk dalam jenis Sans Serif. Terdapat tiga ciri utama font Sans Serif, yaitu (1) garis melengkung berbentuk square/persegi, (2) terdapat perbedaan kontras yang halus, dan (3) bentuk mendekati penekanan ke arah garis vertikal.

 

Bagaimana? Masih bingung dengan penjelasan di atas? Tenang, kamu bisa kok belajar mengenai typography di IDS | International Design School. Oh, ya ada sedikit tips nih untuk kamu. Huruf tipe Serif lebih baik digunakan pada media print, sedangkan huruf Sans Serif sangat baik digunakan di dalam media screen, web, pad, tablet, atau lcd monitor. Jadi, apabila kamu mengerjakan sebuah tulisan atau desain, perlu dilihat dulu media yang akan digunakan, apakah media cetak atau print? Namun, jika kamu berada pada kondisi yang mengharuskan menggunakan kedua tipe huruf tersebut dalam salah satu media di atas, gunakan Sans Serif pada font dengan ukuran kecil dan gunakan Serif pada ukuran font normal atau besar.

Sumber: 1
Photo Credit: FontFont via Compfight cc

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG