Profesi di Balik Produksi Film - IDS | International Design School

Profesi di Balik Produksi Film

Kalau ditanya apakah kalian tertarik untuk bekerja di bidang film, pasti banyak yang menjawab iya. Tapi, apa saja profesi yang dibutuhkan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut ulasan di bawah ini akan memberikan sedikit gambaran mengenai pekerjaan apa saja di balik terciptanya sebuah karya film. Bukan hanya sutradara, produser, dan artis saja melainkan proses produksi film melibatkan berbagai macam keahlian yang berati ada berbagai macam profesi yang sebelumnya masih asing diketahui oleh masyarakat awam.

    1. Screenwriters (penulis naskah)
      Ada beberapa macam peran yang dipegang seorang screenwriter dalam sebuah produksi film. Pertama adalah menulis naskah hingga selesai, kedua, seorang expert Screenwriter bahkan tidak harus menyelesaikan dulu karyanya, melalui agen, mereka akan mencari produser yang tertarik dengan idenya. Nantinya produser yang menentukan apakah akan membeli ide saja atau memperkerjakan screenwriter untuk menyelesaikan hingga full script. Beberapa Screenwriter diperkerjakan setelah produser atau sutradara mengembangkan ide untuk film.
      Seorang Screenwriter bisa memulai karirnya dari jurnalis, novelis, atau langsung terjun ke produksi  film, televisi, maupun iklan. Yang pasti, sebuah naskah film dapat bernilai puluhan juta bahkan lebih!

 

    1. Cinematographer dan Director of Photography
      Dalam proses produksi film, setelah mendapatkan script yang bagus, artis papan atas, serta sutradara handal, namun yang membuat sebuah film berkesan pada akhirnya adalah bentuk akhir yang terlihat di layar. Di sana lah peran seorang Cinematografer diperlukan.
      Peran Cinematographer adalah untuk memvisualisasi visi dari sutradara dan ide cerita dari penulis naskah menjadi sebuah film atau video. Cinematographer haruslah seseorang yang memiliki jiwa seni tinggi dan menguasai teknik pengambilan gambar serta menguasai penggunaan teknologi yang diperlukan.

 

    1. Film  dan Video Editor
      Awalnya, pekerjaan ini secara nyata berhubungan dengan memotong dan menyambungkan roll film sehingga membentuk sebuah kesatuan. Namun di era digital masa kini, prosesnya melalui komputerisasi yang menggunakan  Avid’s software atau Final Cut Pro.
      Editor harus memahami pengertian dari ketentuan dasar sebuah film, serta teknik narasinya. Seorang editor harus mampu menentukan jalan penceritaan bagaimana  yang akan memberikan pengaruh yang diinginkan oleh penonton. Beberapa sutradara menguasai visual storytelling dengan memulai karirnya sebagai Editor.

 

    1. Visual Manipulation – Special Effects
      Visual manipulator juga merupakan salah satu proses produksi film, cara kerjanya adalah dengan memberikan sentuhan tambahan untuk meningkatkan kualitas gambar sebuah film. Visual effects bisa memberikan pengaruh signifikan, untuk itu menentukan pengambilan gambar yang tepat untuk efek tertentu biasanya sudah ditentukan saat awal proses produksi. Pekerjaan ini bisa juga ditugaskan ke perusahaan yang khusus menangani special effect yang di outsource di sebuah produksi film.
      Kinerja bidang ini dapat terlihat dari perbedaan hasil akhir sebuah tone/efek film dengan gambar yang ditayangkan saat proses  pembuatan film di behind the scene.

 

Selain 4 bidang profesi di atas, masih banyak profesi lain di balik proses produksi film antara lain Music & Sound, Talent Agent, Production Crew, Sales, Distribution & Exhibition, dan masih banyak lagi. Jadi, siapa bilang hanya sedikit lapangan pekerjaan yang dibutuhkan di dunia perfilman?

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG