Ranking 10 Film yang Dibuat dengan Menggunakan Teknik One Shot - IDS | International Design School

Ranking 10 Film yang Dibuat dengan Menggunakan Teknik One Shot

listfilmoneshootmovie

Teknik pembuatan film one shot menjadi topik pembicaraan hangat di seluruh dunia pasca kesuksesan film 1917. Ini bukanlah teknik yang mudah, sutradara mengarahkan pengambilan gambar seakan berkelangsungan dalam satu kali take tanpa berhenti atau cut. Tujuannya untuk membawa penonton ke dalam cerita seolah-olah memang benar terjadi di kehidupan nyata.

Sutradara film 1917, Sam Mendes berhasil mengejutkan dunia dengan teknik one shot yang ia gunakan. Lalu ada berapa banyak film yang menggunakan teknik serupa? Berikut kami hadirkan beberapa film terbaik yang menggunakan teknik one shot dari lintas dekade yang diurutkan berdasarkan ranking 10 besar.

  1. Russian Ark (2003)

Sekitar 2000 aktor terlibat di film yang berlokasi di St. Petersburg’s Winter Palace. Keseluruhan film berdurasi 96 menit. Yang menarik, sutradara film ini, Alexander Sokurov mengaku memilih teknik one shot karena ia tak suka harus mengedit film, bukan karena tertarik akan seni.

Filmnya sendiri bercerita tentang hantu yang berkeliaran di koridor St. Petersburg’s Winter Palace. Para pemain berlatih selama berbulan-bulan agar tak terjadi kesalahan di satu kali ambil gambar.

  1. Macbeth (1982)

Ada banyak film yang mengadaptasi cerita novel Shakespeare, salah satunya film Macbeth besutan sutradara asal Hungaria, Bela Tarr yang rili tahun 1982. Film ini hanya diambil hanya dari dua kali shot yang kemudian digabung menjadi satu. Sepanjang film, kamera utama fokus kepada wajah dibandingkan tubuh secara keseluruhan, alhasil mimik dan ekspresi terlihat jelas.

  1. Utoya: July 22 (2018)

Film ini berdasarkan kisah nyata penembakan massal di Norwegia pada 22 Juli 2011 lalu. Sang sutradara, Erik Poppe mewawancarai 40 orang yang selamat dari aksi horor tersebut untuk membuat film terlihat lebih realistis. Menggunakan teknik one shot, film ini mengisahkan wanita bernama Kaja 72 menit sebelum serangan sadis itu terjadi.

  1. Rope (1948)

Sutradara legendaris Hollywood, Alfred Hitchcock adalah salah satu perintis one shot. Salah satu karya terbaiknya adalah film Rope yang diambil dari beberapa kali ambil gambar dengan durasi 10 menitan dengan lensa 35 mm. Karena teknologi yang terbatas saat itu, pengambilan gambar menggunakan lensa 35 mm hanya bisa maksimal 10 menit.

Namun dengan keterbatasan di jaman itu, Hitchcock berhasil merampungkan filmnya dengan hanya 10 kali ambil gambar. Bahkan sambungan filmnya hampir tak terlihat, sebuah prestasi besar di era itu.

  1. Time Code (2000)

Jika melihat one shot film di satu layar tidak cukup, maka film ini cocok buat kamu. Sutradara Mike Figgis menggunakan 4 film dengan teknik one shot ditampilkan secara bersamaan di layar yang sudah dibagi 4 selama 93 menit. Film ini layak disebut masterpiece, sekalipun tak memberikan kenyaman maksimal bagi penonton untuk menonton 4 film sekaligus dalam 1 layar yang dibagi 4.

  1. Son Of Saul (2015)

Sepanjang 107 menit, kamera hampir tak pernah lepas dari sudut pandang orang pertama dari sang tokoh utama. Film ini bercerita tentang pengalaman di kamp konsentrasi Jerman. Sang tokoh utama tadi dipaksa untuk membunuh sesama tahanan untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.

Film ini mendapat apresiasi bagus dari para kritikus film dan meraih penghargaan sebagai film bahasa asing terbaik di Oscar. Sementara dari Rotten Tomatoes, film ini mendapat skor 96%. Lebih menarik lagi ini adalah film pertama sutradara Laszlo Nemes.

  1. Birdman (2014)

Sutradara Alejandro G. Inarritu sebelumnya bereksperimen dengan shot panjang di film Revenant. Tetapi untuk film Birdman kali ini, dia memilih menggunakan teknik one shot. Film ini diambil menggunakan 15 – 20 kali yang kemudian disambung diperlihatkan seperti satu kali take. Kerja kerasnya terbayar, film Birdman membawa pulang piala di perhelatan Oscar.

  1. Victoria (2015)

Berbeda dengan teknik one shot yang menggabungkan beberapa kali take kemudian diedit agar terlihat menjadi satu, film Victoria malah kebalikannya. Sutradara Sebastian Schipper mengambil gambar non stop dari tiga sisi kemudian menggabungkannya dengan memilih gambar terbaik.

  1. Blind Spot (2018)

Blind Spot bercerita tentang sebuah keluarga yang tak bisa menerima kenyataan jika anak perempuan mereka tak bisa pulih dari cedera parah. Sepanjang film, sutradara membuat emosi bercampur aduk untuk memastikan penonton merasakan kesedihan yang dialami oleh keluarga tadi.

  1. 1917 (2019)

1917, Tak diragukan lagi salah satu film terbaik yang diambil dengan teknik one shot. Sutradara Sam Mendes berhasil membuat kita merasa seperti berlari bersama tokoh utama William Schofield dan Tom Blake yang berupaya menyelamatkan rekan lainnya dari sergapan tentara Jerman.

Dalam wawancaranya dengan Vox, Sam Mendes menjelaskan alasannya menggunakan teknik one shot. Menurutnya, ia ingin membawa penonton ke dalam cerita, merasakan setiap langkah dan juga perjuangan menaklukkan medan yang sulit.

Menggunakan teknik one shot jelas bukan perkara mudah. Banyak usaha dan upaya dikerahkan oleh segenap kru beserta aktor dan aktris yang terlibat. Namun, hal itu seringkali sepadan dengan hasilnya, film yang mampu membawa penonton masuk ke dalam cerita dan mengundang decak kagum.

Source: 1 2

Posted in: Articles