Sebelum Mengikuti Program Homestay di Luar Negeri - IDS | International Design School Jakarta

Sebelum Mengikuti Program Homestay di Luar Negeri

Untuk kamu yang berencana kuliah di luar negeri, pernah membayangkan untuk mengikuti program homestay? Biasanya para pelajar yang menempuh pendidikan di luar negeri bingung masalah penginapan. Apakah memilih untuk menyewa apartemen, share house bersama teman, atau mungkin tinggal di asrama sekolah. Sebenarnya kamu juga bisa kok untuk mengikuti program homestay yang mengharuskan kamu tinggal bersama orang lain dengan penduduk asli negara yang kamu tuju. Wih, tinggal sama keluarga asli? Mungkin di Indonesia tampak tabu, tetapi dengan mengikuti program homestay kamu akan mendapatkan banyak pengalaman. Mulai dari belajar bahasa secara langsung hingga tahu betul bagaimana budaya di negara tersebut. Nah, sebelum memutuskan untuk mengikuti program homestay, yuk ketahui dulu hal simpel apa saja yang harus kamu ketahui. Di bawah ini sebagian kecil acuan milik Griffith University untuk program homestay. Kamu sudah tahukan bahwa universitas di Australia ini bekerja sama dengan IDS?

 

1.     Komunikasi

Ketika mengikuti program ini, jangan lupa menjalin komunikasi dengan host family di sana. Senyum dan katakan dengan sopan jika ada beberapa hal yang tidak kamu pahami. Mereka akan dengan senang hati membantu kamu menyesuaikan diri pada pola hidup yang ada di sana.

 

2.     Masyarakat di Australia

Seperti kebanyakan di negara lain, terdapat beberapa budaya yang dimiliki salah satunya adalah Australia. Perlu kamu ketahui bahwa Australia menyambut orang dari negara dan bangsa apapun bahkan di bawah undang-undang semua warga negara sejajar dan akan membuat posisi kamu baik wanita atau pria sama di mata mereka. Tak ada diskriminasi di sana. Perlu kamu ketahui bahwa kebanyak keluarga di Australia merupakan pekerja, baik istri dan suami. Nah, di sanalah waktu bagi kamu untuk membantu mereka. Jangan lupa untuk membantu dari hal kecil seperi menata meja, mencuci piring, menjaga kebersihan dan kerapihan kamar kamu. Tak begitu berbeda dengan kebiasaan di Indonesia kan? Intinya, di negara mana pun sikap tenggang rasa dan saling menghormati sangat diperlukan. Jangan lupa untuk mengatakan “please” saat meminta tolong, dan “thank you” saat menerima sesuatu.

 

3.     Beri Kabar

Mengikuti program homestay di luar negeri, sebenarnya bisa kamu anggap tinggal dengan keluarga. Sama seperti saat kamu tinggal bersama orang tua yang mengharuskan kamu memberi kabar begitu juga dengan keluarga negera lain seperti host family. Saat kamu pergi keluar bersama teman dan harus pulang malam, maka kabari keluarga kamu yang baru itu. Cukup menelepon host family saat kamu harus pulang terlambat begitu juga saat kamu ingin membawa teman ke rumah.

 

4.     Penggunaan Telepon

Mungkin telepon menjadi salah satu alat yang akan kamu gunakan saat di luar negeri. Apalagi jarak yang jauh dengan rumah membuat kamu akan mengalami homesick dan berakibat menelepon keluarga terus menerus. Meskipun rasa kangen dengan keluarga tak bisa dibendung, bukan berarti kamu boleh menggunakan telepon semaumu. Ada baiknya gunakan telepon memakai kartu telepon saat paggilan internasional. Dan juga saat menggunakan telepon, ada baiknya tak terlalu malam. Pastikan tidak menggunakan pada malam hari (setelah jam 9) atau tengah malam. Hal ini tidak lazim dan tidak dapat dibenarkan di Australia. Pergunakan telepon seperlunya saja sehingga anggota keluarga lain juga dapat memakainya.

 

5.     Hati-Hati dalam Bertanya

Niat kamu mungkin ingin lebih mengenal keluarga angkat kamu. Namun, kamu keceplosan menanyakan hal yang dianggap tak sopan di negara tersebut. Sebelum bertanya jauh ada baiknya untuk ketahui dulu pertanyaan tak sopan yang diajukan. Seperti menanyakan usia, pekerjaan, agama, bahkan penghasilan. Di negara manapun, menanyakan hal pribadi macam itu dianggap tak sopan. Jadi, hati-hati ya jika bertanya.

 

6.     Hal Remeh Tetapi Penting

Ada beberapa kebiasaan yang mungkin tampak remeh namun bisa menjadi masalah yang mungkin kamu hadapi nanti. Seperti halnya masalah lampu kamar tidur di mana di beberapa keluarga tertentu berpikir menyalakan lampu dianggap pemborosan. Atau mungkin meludah. Tahukan di beberapa negara terdapat larangan meludah sembarangan makanya kamu harus hati-hati dan menjaga sopan santun di negeri orang.

Bagaimana? Enam point di atas menjadi sebagian kecil hal yang harus kamu perhatikan saat tinggal dengan orang lain. Namun, tak perlu takut dengan hal di atas karena jika kamu berkomunikasi baik dengan host family, pasti kamu tak menemukan kendala yang berarti. Jadi, kamu mau mengikuti program homestay di luar negeri?

 

Jika kamu juga ingin kuliah di Australia. Yuk, ikutan International Pathway Program dari IDS | International Design School, yang merupakan solusi untuk kamu yang ingin melanjutkan kuliah di Australia dengan biaya hemat dan terjangkau. Untuk program ini, IDS bekerjasama dengan dua universitas terbaik di Australia, yaitu Griffith University dan JMC Academy.

 

Photo Credit : manuelfloresv via Compfight cc

Sumber:  1  2

 

Ikut International Pathway Dari IDS Yuk!

Posted in: Articles

Comments (5 Responses )

  1. Adrianus - January 14, 2018 - 8:13 am #

    hi..aku mau tau info nya donk soal homestay

  2. Samantha - April 12, 2017 - 7:56 pm #

    Hi admin idseducation aku dan teman ku berdua berniat mengikuti homestay ke Auckland (NZ) or ke Uk or destination apa aja yang tersedia bisa minta rinciannya + harga + lengjap semuanya?

  3. Muhammad rafli - June 25, 2016 - 7:05 pm #

    Maaf saya mau bertanya ada beasiswa untuk yang tidak mampu tidak.? Terima kasih

DAFTAR SEKARANG