Sekilas Tentang Kecanggihan Teknik Visual Effect (VFX) | IDS

Sekilas Tentang Kecanggihan Teknik Visual Effect (VFX)

Pasti kalian pernah kan menonton film Avengers, Starwars, Guardian of The Galaxy, atau War of the Planet of the Apes? Film-film tersebut pastinya tak lepas dari yang namanya teknik visual effect (VFX) yang canggih.

Memang, perkembangan sinematografi semakin berkembang pesat. Di tahun 1980-an, penggunaan layar hijau sudah mulai booming dan nyatanya masih terus digunakan hingga saat ini.

Lantas, apa sih sebenarnya visual effect (VFX) itu? Bagaimana sejarahnya? Dan bagaimana tekniknya? Berikut IDS bahas lebih lanjut!

 

Apa itu visual effect?

visual effect 1
Visual effect (VFX) adalah teknik yang digunakan dalam industri film, televisi, dan animasi yang menyertakan proses manipulasi tertentu di luar adegan pengambilan gambar syuting asli. Simpelnya adalah menciptakan suatu peristiwa, kejadian, atau latar suasana menggunakan bantuan CGI (Computer Generated Imagery) agar sama dengan kenyataanya.

 

Bagaimana sejarahnya?

sejarah 2

Berawal dari tahun 1895, Alfred Clarke membuat film The Execution of Marry, Queen of Scots. Film ini menggunakan special effect pertama di dunia dengan memakai teknik subtitution shot. Sebelumnya, visual effect digunakan untuk pertunjukan sulap. George Melies membuat film dari aksi sulap dengan menggunakan teknik multiple exposure, miniatur, dan stop-motion animation. Dia membuat lebih dari 500 film, termasuk A Trip to The Moon. Kemudian, tahun 1907 penggunaan animatronik berupa elang mekanis dalam film The Eagle’s Nest.

Tahun 1916 Frank Wiliams membuat travelling matte, yaitu karakter bergerak yang digabungkan dengan background lain. Teknik ini selanjutnya menjadi teknik dasar blue screen. Tahun 1985 karakter CG lengkap pertama muncul dalam film Young Sherlock Holmes karya Steven Spielberg. Film Jurrasic Park juga menggunakan efek CGI dan animatronik dinosaurus dalam ukuran raksasa. Dan salah satu film animasi pertama yang seluruhnya dibuat menggunakan VFX, yaitu Toy Story (1995).

 

Bagaimana fungsinya?

fungsi
Visual effect banyak digunakan dalam grafis film animasi komputer (Pixar, Dreamworks, Sony Animation, dan lainnya), lalu digunakan juga pada video games, konversi 2D to 3D, dan logo.

Fungsi lainnya, yaitu memvisualisasikan adegan yang tidak dapat dicapai dengan alat biasa, memanipulasi adegan yang menghabiskan biaya besar, dan mencegah terjadinya cedera karena peralatan dan adegan yang berbahaya.

 

Deretan Film yang Menggunakan Teknologi Visual Effect

Berikut deretan film dengan teknologi visual effect yang patut diacungi jempol dan salah satunya berhasil memenangkan ajang piala bergengsi di Academy Awards alias Oscar 2018 sebagai Best Visual Effect.

 

1. Blade Runner 2049

 

Film yang berhasil memenangkan kategori Best Visual Effect ini memiliki genre science-fiction. Efek visual ‘Blade Runner 2049’ ditangani oleh John Nelson, Gerd Nefzer, Paul Lambert, dan Richard R. Hoover. Film ini diunggulkan karena memiliki moodboard yang ciamik.  Setiap adegan memiliki technicolor yang berbeda dan menjadi daya tarik terbesar film ini.

 

2. Guardians of the Galaxy Vol. 2

 

Efek visual untuk ‘Guardians of the Galaxy Vol. 2’ ditangani Christopher Townsend, Guy Williams, Jonathan Fawkner, dan Dan Sudick. Sudah pasti film yang masuk ke dunia Marvel Cinematic Universe ini didominasi oleh efek visual. Selain memberikan efek untuk latar dunia Guardians of the Galaxy, ada beberapa tokoh yang juga diciptakan melalui teknologi CGI, misalnya Groot (Vin Diesel) dan Rocket (Bradley Cooper).

 

3. Planet of the Apes

 

Mengutamakan CGI untuk menciptakan para kera yang memiliki kecerdasan manusia. Tim efek visual patut diacungi jempol dalam memberikan detail kepada Caesar dan sekumpulan kera yang dia pimpin

Itu dia beberapa hal seputar teknik visual effect (VFX) yang mungkin belum kalian tahu. Memang, kecanggihan teknologi ini turut membantu keberhasilan suatu film. Namun, menciptakan visual effect yang sempurna tidak hanya membutuhkan teknologi yang canggih, tapi juga keterampilan dalam mengkomposisikan keseluruhan visualnya.

Nah, salah satu cara agar keterampilan dalam mengkomposisikan teknik tersebut terasah dengan baik, caranya dengan bersekolah film. Kamu yang mau tertarik dan mau belajar seputar film, yuk! Sekolah di IDS. IDS punya program kuliah singkat selama 20 bulan yang akan membantumu terjun di dunia industri kreatif film.

 

Source:

1 2 3 4 5 6

 

Source pictures and video:

1 2 3 4 5 6

 

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG