Seni Restorasi Film, Sulap Karya Usang Jadi Kembali Cemerlang - IDS | International Design School

Seni Restorasi Film, Sulap Karya Usang Jadi Kembali Cemerlang

Sebelum kemudian sempat mati suri, dunia perfilman Tanah Air pernah meraih era keemasan antara periode 80an hingga 90an. Sayangnya, momen tersebut hampir tak berbekas lantaran buruknya pengarsipan dan kurangnya apresiasi. Beruntung, ada seni restorasi film yang sanggup ubah karya usang kembali cemerlang seperti aslinya. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

2-5d7ed8af097f364cd6407963

  1. Bukan Proses yang Murah

 

Sineas Tanah Air sejatinya banyak menghasilkan karya brilian antara empat hingga lima dekade silam. Beberapa bahkan sukses melanglang buana ke luar negeri dan menjadi cult, seperti ‘Lady Terminator’, ‘Final Score’, dan ‘Pengabdi Setan’. Sayangnya, banyak penggemar film Indonesia yang tak pernah mendengar film-film tersebut karena memang sudah tak ada lagi jejaknya.

 

Andai memang ada, kualitas rekaman yang tersedia sama sekali tidak memadai. Jika dibandingkan film-film Hollywood yang dibuat dengan kualitas tinggi, film-film lawas Indonesia banyak dipenuhi ‘semut’ atau bercak noda ketika diputar. Hal ini tentu sangat disayangkan dan membikin tidak nyaman ketika ditonton.

 

Proses digital restorasi bisa mengatasi masalah tersebut, namun memang biayanya tidak murah. Film ‘Tiga Dara’, yang sempat diputar ulang di bioskop dua tahun silam, kabarnya menelan biaya retorasi hampir tiga miliar rupiah. Selain itu prosesnya juga tak mudah karena membutuhkan master film seluloid dan benda satu ini rentan rusak.

 

  1. Sulit, Tapi Tidak Mustahil

 

Meskipun sulit, bukan berarti proses retorsi foto atau film adalah sesuatu yang mustahil. Beberapa teknik yang biasa dilakukan dalam restorasi film modern yakni:

 

  • Bersihkan film dari semua kotoran dan debu
  • Jika ada kerusakan film, langsung diperbaiki dengan pita polyester maupun semen splicing
  • Menggunakan algoritma komputer, setiap frame dalam film akan dipindahkan ke format digital. Semuanya disusun dengan urutan sesuai adegan aslinya. Di akhir nanti akan dilakukan proses pengecekan oleh manusia.
  • Jika ada frame yang tidak pas di tengah atau saling menumpuk satu sama lain, perlu dilakukan penyesuaian.
  • Perbaikan juga perlu dilakukan jika ada perubahan warna antar frame. Hal ini biasa terjadi pada film yang sudah terlalu tua.
  • Ketika nampak goresan atau debu, bisa diperbaiki dengan menggunakan bagian serupa dari frame lain.

 

  1. Penyebab Kerusakan, Langkah Pengarsipan dan Perawatan

 

Sebuah film harus diperlakukan dengan hati-hati jika masih ingin dinikmati dalam jangka waktu lama. Beberapa faktor yang bisa menyebabkan kerusakan adalah kurangnya perawatan, penyimpanan kurang benar, serta jarang disetel atau diputar ulang. Hal ini bisa menyebabkan film terkena kotoran, debu, ada frame yang terbakar, serta beberapa adegan/suara hilang.

 

Untuk mencegah hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa lakukan dalam upaya pengarsipan dan perawatan film. Beberapa di antaranya yaitu:

 

  • Hindari sinar matahari. Cahaya mentari berlebihan bisa mengakibatkan permukaan film retak atau meleleh, hingga akhirnya menimbulkan noda.
  • Pastikan film berada jauh dari benda-benda yang menimbulkan panas berlebih. Hal ini bisa merusak kualitas film, menyebabkan warna-warna yang memudar.
  • Simpan film dalam ruangan dengan tingkat kelembaban rendah, suhu antara 16 hingga 18 derajat celcius. Pastikan semuanya dimasukkan dalam bungkus yang sudah tersedia. Kemasan ini biasanya dibuat dari bahan tahan api.
  • Jika menemukan film yang kotor karena cap jari, bisa dibersihkan dengan menggunakan tisu atau lap khusus fotografi. Setelah selesai, pastikan film sudah benar-benar kering sebelum disimpan.
  • Rajin-rajin bersihkan film dengan lap khusus anti-statis. Hal ini untuk meminimalisir reaksi elektrostatis, yang membuat permukaan film cepat berdebu.

 

Demikian sedikit ulasan mengenai restorasi film digital, upaya untuk ubah karya analog menjadi bentuk digital agar mudah dinikmati generasi berikutnya. Semoga berguna buat kamu yang menaruh minat di bidang design maupun film. Buat kamu yang tertarik dengan digital desain ataupun digital film, kamu bisa mengikuti program college atau short course di IDS | International Design School.

Posted in: Articles