Simak 4 Penggunaan Line Art pada Desain - IDS | International Design School

Simak 4 Penggunaan Line Art pada Desain

Line art adalah cara terbaik untuk memanfaatkan popularitas desain minimalis sambil tetap mengkomunikasikan pesan yang kuat dengan memadukan teks dan gambar hingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Line art banyak digunakan dalam desain website, logo, undangan, desain kemasan, dan masih banyak lainnya. Nah, berikut ada beberapa contoh penggunaan line art, yuk simak!

 

1. Logo

1 moose

  1 greentex

Line art bekerja lebih baik dalam warna hitam dan putih, seperti contoh desain logo yang digunakan Moose dan Roam. Penggunaan line art tersebut membentuk hewan dan benda di kehidupan sehari-hari sehingga memuat logo terasa lebih menyenangkan.

Line art sederhana membuat logo dan tipe menjadi satu kesatuan yang kohesif. Saat memilih font untuk logo garis, hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan ketebalan garis yang sama. Selain itu, line art  yang kuat juga dapat bekerja dengan baik tanpa teks. Contohnya, logo Greentex, mungkin kamu hanya melihat gambar kincir angin. Namun, sebenarnya bentuk kincir angin tersebut adalah jarum rajut sehingga terkesan seperti logo monokromatik.

 

2. Website Desain

2

Penggunaan lainnya ialah pada web desain. Situs dan aplikasi harus menyampaikan informasi dan memandu pengguna mereka melalui antarmuka dengan berbagai ukuran layar. Untuk melakukan itu, banyak desainer yang memadukan line art dengan ikon. Alhasil, sekarang desain garis menghiasi halaman web. Line art dipercaya sangat kuat membantu memberikan informasi termasuk infografis dan area lain di mana kamu perlu menggambarkan suatu proses dengan cara yang lebih mudah.

 

3. Undangan dan Produk Cetak

3

Undangan adalah ruang kecil dengan banyak informasi penting yang disampaikan. Untuk itulah dibutuhkan perhatian khusus dalam membuat desain sebuah undangan. Mengapa? Karena selain desainnya yang bagus, desainer juga harus memperhatikan informasi di dalamnya. Nah, salah yang digunakan ialah line art. Para desainer menggunakan line art untuk menambahkan estetika, namun tetap menjaga detail yang relevan seperti waktu dan tanggal yang jelas sehingga dapat dengan mudah terbaca. Contohnya seperti dalam desain yang terinspirasi dari salah satu undangan pernikahan Luke dan Anna.

 

4. Desain Kemasan

4(1)

 4

 

Desain kemasan juga memanfaatkan line art untuk mempertegas tulisan atau informasi di dalam produknya. Penggunaan line art pada produk Ani’s Coffee mempertegas kata “premium” yang terdapat dalam gelasnya. Contoh lain juga terdapat pada desain Karmalize.Me yang memberikan label garis sehingga membuat produknya lebih menonjol dari yang lainnya.

Yup! Itu dia beberapa contoh penggunaan line art pada desain. Seperti kata Leonardo da Vinci, “Kesederhanaan adalah kecanggihan akhir.” Oleh karena itu, dengan memanfaatkan kesederhanaan pada line art, bukan berarti pesan yang disampaikan menjadi tidak efisien.  

So, buat kalian yang mau tahu lebih banyak seputar desain lainnya. Stay tune terus ya di website dan akun media sosial kita, karena masih banyak informasi menarik lain yang akan dibahas.

IDS | International Design School juga menyediakan kelas bagi kamu yang berminat untuk mendalami dunia desain. Selengkapnya bisa kalian cek di sini!

 

Source article and pictures:

1 2

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG