Sonic The Hedgehog, Nostalgia Game 90an Dalam Bentuk Film - IDS | International Design School

Sonic The Hedgehog, Nostalgia Game 90an Dalam Bentuk Film

Sonic The Hedgehog, Nostalgia Game 90an Dalam Bentuk Film

Tahun 90an, disebut juga sebagai masa keemasan video games. Di masa itu, video games mencapai puncak popularitasnya. Anak tahun 90an pun tumbuh dewasa dengan mengidolakan karakter gim di masa kecilnya. Terlebih di masa itu, banyak games serta karakter baru yang bermunculan.

Nintendo dan Sega adalah dua konsul yang paling sukses di tahun 90an. Dua konsul tadi bersaing ketat untuk merajai pasar video games dengan karakter khasnya masing-masing. Nintendo yang masih produksi konsul hingga saat ini, punya karakter legenda seperti Mario Bros, Zelda dan Donkey Kong. Bahkan ketiga karakter keluaran Nintendo tadi masih bisa dimainkan di konsol versi terkini seperti Nintendo DS dan Nintendo Switch.

Sega yang kemudian fokus kepada software dan berhenti produksi konsul, juga memiliki karakter legendaris. Salah satunya yang hingga saat ini bisa dimainkan adalah Sonic The Hedgehog. Meski dimainkan di konsul Sega, namun Sega masih terus memegang hak patennya sejak tahun 1991.

Nostalgia Bentuk Film

Buat kamu anak 90an yang juga pecinta Sonic, kini bisa bernostalgia dengan film idola kalian yang diberi judul sama dengan game-nya, Sonic The Hedgehog. Film ini bercerita tentang karakter landak biru yang punya kemampuan lari super cepat. Karena kecepatannya tadi, ia bisa menghindari peluru bahkan bom.

Masih cerita di dalam film, diceritakan jika Sonic terdampar di bumi. Setelah terdampar, ia selalu sembunyi karena tidak punya teman. Di suatu waktu, Sonic melampiaskan kekesalannya dengan berlari sampai membuat listrik di sebagian negara ia berlari menjadi padam.

Padamnya listrik tadi mengundang rasa penasaran pimpinan militer di negara tersebut yang akhirnya turun tangan menyelidiki penyebabnya. Ia kemudian mengutus Dr. Robotnik yang diperankan Jim Carrey sebagai penanggung jawab penyelidikan ini. Dalam proses penyelidikannya, Dr. Robotnik akhirnya mengetahui jika Sonic yang menjadi penyebab padamnya listrik. Namun sang Doktor punya rencana lain untuk mencuri kekuatan super Sonic agar bisa digunakan untuk menguasai dunia.

Saat bersembunyi dari kejaran Dr. Robotnic, Sonic kemudian bertemu dengan Tom Wachowski (James Marsden) yang kemudian menjadi sahabatnya. Tom juga yang kemudian banyak membantu Sonic bersembunyi dari kejaran Dr. Robotnic.

Secara garis besar cerita yang disajikan sama dengan cerita petualangan Sonic di game origin. Alurnya juga mudah dipahami, sederhana disajikan dengan apik tapi masih mampu menyampaikan pesan tentang indahnya persahabatan. Sonic juga digambarkan sebagai karakter yang humoris sesuai dengan karakter di game. Tak ketinggalan juga, elemen di video games seperti ring, stage yang iconic juga dimunculkan di dalam film. Secara keseluruhan, penonton akan diajak bernostalgia dengan era kejayaan konsol Sega Genesis dan game iconic kejar-kejaran antara Sonic dan Robotnic.

Jokes yang ditampilkan juga ringan dan mudah diterima di semua kalangan usia. Kesuksesan Jim Carey memerankan peran berhasil menguatkan Dr. Robotnik sebagai karakter yang menyebalkan, cerdas dan juga menghibur. Film ini cocok ditonton untuk segala usia dan sudah bisa disaksikan di bioskop Indonesia.

Usaha Paramount dan SEGA untuk menunda launching Sonic setelah sempat dikritik juga tak sia-sia. Perbaikan desain karakter utama juga tergolong sukses, meski ada beberapa bagian yang kurang maksimal dan cukup kasar.

Secara keseluruhan, Film Sonic mampu membangkitkan gairah serta nostalgia anak 90an kepada idola mereka. Ada banyak detail di film ini yang akan membawa kita kembali ke era kejayaan Sonic saat menjadi maskot SEGA menandingi Mario Bros yang menjadi maskot Nintendo. Banyak juga kejutan yang diselipkan, mulai dari dialog hingga detail aksesoris yang digunakan dan juga ending yang menarik perhatian.

 

Sumber: 1 2 3

Posted in: Articles