Strategi Industri Perfilman di Dunia untuk Bertahan Selama Pandemi Covid-19 - IDS | International Design School

Strategi Industri Perfilman di Dunia untuk Bertahan Selama Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 secara gak langsung berdampak pada para penggemar film di seluruh dunia. Selama masa ini, perubahan yang terjadi di industri film dunia dan Tanah Air membuat praktisi perfilman memutar strategi.

Apa saja dampak dan bagaimana strategi yang dilakukan? Jangan skip artikel ini.

3. Ragam Strategi Industri Perfiman Bertahan

Jadwal Tayang di Bioskop Ditunda

Penundaan jadwal tayang film akan saling mempengaruhi semua yang sudah antre untuk tayang.

Di Hollywood saja setidaknya ada tujuh film yang terpaksa membatalkan filmnya tepat waktu. Mulai dari Mulan, The New Mutants, Wonder Woman 1984, sampai dengan A Quiet Place.

Di Indonesia juga sama. Sebut saja KKN di Desa Penari, Tersanjung The Movie, Tarung Sarung, Serigala Langit, dan Generasi 90-an: Melankolia batal tayang sesuai jadwal.

Jadwal Syuting Berantakan

Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) telah mengimbau kepada seluruh perusahaan film untuk menghentikan kegiatan produksi film sementara waktu. Imbauan ini tentu saja berimbas pada kacaunya rencana tayang yang sudah ditentukan. Belum lagi, penundaan waktu syuting berpengaruh pada film lainnya. Soalnya, para pemain film dan kru sudah memiliki jadwal yang tak bisa digantikan.

Rumah produksi di Hollywood juga menghentikan proses produksinya sementara demi menghambat penyebaran Covid-19. Contoh, praproduksi Uncharted ditunda hingga 6 minggu, syuting The Matrix 4 ditunda sampai entah kapan, dan The Witcher (Netflix) pun harus menghentikan syuting season 2 di London setelah salah satu kru dikabarkan positif Corona. 

The Witcher bukan satu-satunya serial Netflix yang menunda syuting, melainkan banyak serial lainnya termasuk Stranger Things season 4. Jadi, buat penggemar serial ini harap sabar, ya.

Bioskop Tutup

Di mana-mana kini bioskop menghentikan kegiatan operasionalnya sampai jangka waktu tertentu. CGV Cinemas dan Cinema XXI misalnya, tutup mulai 23 Maret. 

Tiongkok merupakan negara pertama yang menutup jaringan bioskopnya. Wanda, Lumiere Pavilions, Bona, dan CGV ditutup di 13 kota yang ditentukan pemerintah. Di Amerika Serikat, jaringan bioskop perlahan ditutup. Jaringan bioskop AMC, Regal, hingga Harkin menutup bioskopnya mulai dari 6-12 minggu tergantung situasi pandemi nanti. 

Bioskop-bioskop di Inggris juga sama nasibnya. Jaringan bioskop besar Odeon, Picturehouse, dan Cinemaworld pun harus ditutup sejak 17 Maret 2020 hingga waktu yang belum ditentukan.

Strategi Industri Film di Seluruh Dunia Selama Pandemi

Di negara tetangga, berbagai strategi juga dilakukan. Misalnya, sinetron di Australia, Neighbours, harus melanjutkan syuting dengan menerapkan social distancing dan mengatur angle kamera sedemikian rupa agar pemain tampak seolah berdekatan.

Bahkan, penghargaan Oscar tahun depan tak hanya akan menyertakan film-film yang rilis di bioskop, tapi juga yang tayang secara streaming untuk kategori Best Picture dan lainnya.

Di UK, acara Have I Got News For You melanjutkan seri ke-59 tanpa penonton di studio dan tanpa studio juga. Jadi, pembawa acara dan panelis-panelisnya akan dihubungkan lewat video.

YouTube sebagai platform streaming terbesar gak mau kalah berkontribusi dalam strategi perfilman. Platform ini telah membuat tayangan original yang ditujukan buat penonton WFH/LFH. Salah satunya Celebrity Substitute, yang mengkolaborasi pemain film dan guru-guru untuk menarik anak-anak yang lagi homeschooling.

Rilis Film di Platform Video On Demand (VOD) Dipercepat

Dengan ditutupnya jaringan bioskop, para distributor dan produser film mencari cara agar film yang sudah jadi tetap rilis. Paling tidak,  mendapatkan tambahan pendapatan sebagai ganti biaya produksi.

Lalu, datanglah inisiatif untuk langsung menayangkan film tersebut lewat platform VOD. Normalnya, film-film yang baru tayang di bioskop butuh 5 bulan-1 tahun untuk bisa tayang di platform VOD. Tapi, beberapa film yang belum lama tayang di bioskop mempercepat rilisan VOD-nya. Misalnya, The Invisible Man yang kabarnya sudah tersedia di iTunes, Amazon Prime, dan Google Play. 

Trolls World Tour ditayangkan pada platform VOD mulai 10 April 2020, sama dengan jadwal rilis bioskopnya. Menurut Wall Street Journal, cara ini lebih menguntungkan bagi Universal Pictures pada 3 minggu penayangannya. Disney Frozen 2 dan Star Wars: The Rise of Skywalker juga mempercepat tanggal tayangnya di platform VOD. 

Nanti ketika bioskop diperbolehkan buka, social distancing dan tolak ukur higienitas akan diperbaharui. Kalau menurut Chief Executive Fremantle Australia Chris Oliver-Taylor, peraturan “new normal” berupa membatasi penonton hingga maksimal 100 orang per film per hari, meniadakan adegan intim, aktor pria tidak menggunakan makeup, dan menyediakan perawat di lokasi syuting. 

Bagaimana menurutmu?

Posted in: Articles


WhatsApp chat