5 Tahapan Melakukan Riset UX yang Wajib Kamu Baca | IDS

5 Tahap Melakukan Riset UX

Sharing is caring!

Ketika melakukan riset UX terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahapan itu diperlukan agar aplikasi web ataupun mobile yang tengah dikembangkan dapat memuaskan penggunanya. Mau tahu apa saja tahap dalam riset UX? Yuk, simak artikel ini!

Objektif

Hal pertama dalam melakukan riset UX ialah menentukan objektif pembuatan program aplikasi web atau mobile-nya. Pentingnya melakukan objektif tersebut bagi UX Reasearcher ialah agar proses pekerjaannya bisa efektif dan tidak menghabiskan waktu. Selain itu, penentuan objektif itu akan sangat membantu menentukan arah perkembangan aplikasi web ataupun mobile agar tepat sasaran sesuai kebutuhan penggunannya.

Dalam menentukan objektif, hal yang perlu kamu tekankan ialah untuk apa aplikasi tersebut kamu buat. Kamu harus sudah memiliki gambaran fungsi utama program yang tengah kamu kembangkan. Dengan begitu, kamu akan mudah menentukan hal-hal apa yang harus dilakukan dan dicapai dalam riset UX.

Hipotesis

Tahap kedua ialah membuat hipotesis. Tujuan membuat hipotesis dalam riset UX ialah agar kamu bisa memetakan apa kebutuhan pengguna sehingga saat membuat aplikasi web ataupun mobile bisa sesuai dengan harapan pengguna.

Mulailah dengan memperkirakan desain yang kiranya dapat memberikan kenyamanan kepada pengguna saat menggunakan program tersebut. Kamu harus bisa membayangkan apa yang akan dirasakan pengguna ketika menggunakan programmu. Tulislah hipotesis itu sehingga kamu memiliki data awal untuk melakukan riset UX.

Menentukan Metode

Nah, di tahap ini, kamu harus memilih metode yang tepat riset UX untuk program yang kamu buat. Ada dua metode yang bisa kamu pilih, yakni kualitatif dan kuantitatif. Masing-masing metode itu memiliki kelebihan masing-masing.

Kelebihan menggunakan metode kualitatif ialah memudahkanmu memetakan apa yang pengguna pikirkan mengenai suatu aplikasi web maupun mobile. Sebab, metode ini menggunakan data-data yang diambil dari perilaku pengguna.

Sedangkan, metode kuantitatif memiliki kelebihan akurasi kebutuhan pengguna terhadap suatu aplikasi. Sebab, dengan menggunakan metode ini, kamu akan mengkalkulasi kebiasaan seseorang yang kiranya sama saat menggunakan aplikasi tersebut. Data metode ini biasanya akan berupa angka-angka kumulatif.

Kedua metode itu kiranya akan memberikan hasil yang berbeda saat kamu melakukan riset UX pada pengguna. Tentunya, kamu bisa memilih salah satu dengan disesuaikan kebutuhanmu saat merancang sebuah aplikasi web maupun mobile.

Mengumpulkan Data dan Menganalisis

Setelah memilih metodenya, maka langkah selanjutnya ialah mengumpulkan data dan menganalisisnya. Ketika mengumpulkan data pastikan kamu lakukan dengan benar dan detil. Jika tidak, maka saat menganalisisnya kamu akan mengalami kesulitan.

Pastikan data-data yang akan kamu analisis itu sesuai dengan kebutuhan riset UX-mu. Dengan begitu, analisis yang akan kamu hasilkan akan memberikan dampak tepat sasaran dalam hal pengembangan program aplikasi web atau mobile-mu.

Menyimpulkan

Tahap terakhir dari riset UX ialah menyimpulkan data-data yang sudah kamu analisis. Upayakan simpulan kamu itu memang dibutuhkan dalam pengembangan program yang tengah kamu desain.

Dengan begitu, aplikasi yang kamu buat akan dapat dikembangkan sesuai dengan hasil risetmu. Selain itu, simpulan hasil risetmu itu bisa kamu jadikan patokan atau data tambahan ketika melakukan riset UX yang baru untuk mengembangkan aplikasi web ataupun mobile-mu.

Itulah beberapa tahapan dalam riset UX. Ketika kamu melaluinya dengan benar maka pengembangan aplikasimu akan sesuai dengan harapan.

Source: 1 | 2 | 3 | 4

 

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG