Tips Menentukan Budget untuk Digital Marketing | IDS

Tips Menentukan Budget untuk Digital Marketing

Sharing is caring!

Dalam pengembangan sebuah situs web, budget digital marketing menjadi hal utama yang sering dipertanyakan. Berapakah biayanya? Adakah cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan digital marketing? Apakah budget yang dimiliki cukup untuk meningkatkan traffic dan konversi? Dan segudang pertanyaan lain terkait masalah budget ini. Well, tidak perlu bingung-bingung karena dalam artikel ini akan dibahas tips-tips menentukan budget digital marketing secara tepat.

 

  1. Menetapkan Tujuan

Dalam rencana apapun, baik digital marketing atau bukan, menetapkan tujuan adalah hal pertama yang harus ditetapkan. Apakah kamu berencana untuk menaikkan konversi? Atau mau mencari database e-mail lebih banyak? Atau kamu mau memberikan awareness terhadap produk baru yang akan diluncurkan perusahaan? Supaya lebih efektif, usahakan tujuan ini spesifik, misalnya kamu mau menaikkan konversi sebesar 200% atau mendapatkan e-mail baru sebanyak 500, dan sebagainya..

 

Apapun hasil akhir yang akan dicapai dalam sebuah proses digital marketing, tujuan haruslah jadi hal pertama yang ditetapkan. Dengan tujuan yang sudah pasti ini, kamu jadi bisa menentukan mana hal-hal yang prioritas dan bukan. Selanjutnya, tujuan ini dengan sendirinya akan menentukan budget marketing yang akan kamu buat.

 

  1. Target Audiens

Setelah menetapkan tujuan, langkah selanjutnya adalah menetapkan target audiens-nya; perempuan atau laki-laki, range usia berapa, demografis, segmentasi sosial, dan sebagainya. Tidak hanya untuk menentukan budget marketing, penetapan target audiens ini juga akan menentukan bagaimana prosesnya dan channel apa yang akan digunakan.

 

  1. Survei Kompetitor

Survei kompetitor ini bukan untuk menjadi follower mereka, melainkan untuk tahu tren apa yang sedang berkembang di masyarakat. Kamu bisa aktif jadi ‘stalker’ mereka di situs web maupun sosial media-nya. Ada juga tools untuk mendapatkan informasi mengenai performa kompetitor kamu, misalnya Auction Insight Tool dari Google Adwords.

 

  1. Belajar dari Masa Lalu

Tentu kamu sudah pernah melakukan campaign sebelumnya, kan? Atau kalau memang belum, kamu bisa belajar dari kompetitor. Apakah campaign sebelumnya sukses? Jika sukses, pelajarilah kenapa bisa sukses, apa saja faktor-faktor yang mendukung. Jika belum sukses, pelajari juga kenapa bisa tidak sukses dan apa yang membuatnya jadi gagal. Belajar dari masa lalu itu penting untuk membuat rencana lebih baik di kemudian hari, terutama budget marketing. Jjika campaign sebelumnya punya budget marketing tinggi tapi terbukti berhasil, maka tidak apa-apa untuk menerapkan prosesnya kembali.

 

  1. Break Down the Numbers

Jika empat hal di atas sudah dilakukan, langkah terakhir adalah dengan break down the numbers. Total budget marketing biasanya berkisar antara 5% – 15% dari total keuntungan. Lalu, total budget digital marketing ini harus mencakup 10% – 50% dari total marketing secara keseluruhan. Setelah itu, budget digital marketing akan dibagi ke dalam beberapa ranah, misalnya SEO, PPC (pay-per-click), sosial media, dan content marketing.

(SK)

 

Sources: 1 2 3

FI source: stocksnap.io

 

 

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG