Yuk! Kenalan Dengan Sutradara Film Posesif | IDS

Yuk! Kenalan Dengan Sutradara Film Posesif

Sharing is caring!

Tahu kisah cinta Lala dan Yudhis dalam Film Posesif kan? Film bergenre romantic-suspence  yang berhasil masuk dalam 10 nominasi ajang Piala Citra tahun 2017 kemarin ini rupanya disutradarai oleh salah satu filmmaker Indonesia yang bernama Edwin. Siapa sih Edwin? Nama Edwin di dunia perfilmman Indonesia memang tidak se-familiar seperti sutradara lainnya. Namun, jangan salah! Prestasi dan karya yang dihasilkan oleh Edwin rupanya nggak kalah dengan para filmmaker lainnya loh! Bahkan diantaranya ada yang sampai memenangkan penghargaan di mancanegara.

Buat kalian yang mau tahu selengkapnya siapa sih sosok Edwin? Yuk simak di bawah ini!

 

1. Ayah Edwin adalah seorang dokter spesialis patologi klinik. Sementara ibunya lulusan studi arsitektur.        Sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar, Edwin kecil kerap menghabiskan waktu bermainnya di  laboratorium rumah sakit tempat ayahnya bekerja. Ia ikut mengintip berbagai unsur yang diambil dari              tubuh pasien lewat mikroskop.

 

2. Film pendeknya yang berjudul Kara Anak Sebatang Pohon menjadi film pendek Indonesia pertama yang berhasil menembus ajang Festival Film Cannes 2005 dalam sesi Director’s Forthnight. Padahal, film tersebut merupakan film pendek tugas akhir yang dinilai pihak kampus tidak memenuhi syarat administrasi dan teknis untuk mengikuti sidang ujian.

 

3. Edwin juga berhasil masuk ke dalam daftar 100 sutradara film paling menjanjikan di dunia dalam buku Take 100 – The Future of Film: 100 New Directors terbitan Phaidon pada 2010. Di daftar ini, nama Edwin bersanding dengan sineas-sineas ternama di dunia, seperti Yuhang Ho, Cristian Mungiu, Steve McQueen, Bong Joon-ho, Carlos Reygadas, hingga Zack Snyder.

 

4. Sebelum Edwin, Teddy Soeriaatmadja lebih dulu dibidik sebagai sutradara film Posesif produksi Palari        Films. Awalnya, Edwin menjadi produser lalu turun tangan sebagai sutradara.

 

5. Film Posesif garapannya terinspirasi dari keresahan. Dikutip dari jurnalruang.com, menurutnya, ada        ketakutan dan keinginan untuk memiliki yang berlebihan lalu jadi abusive dan toksik.

 

6. Edwin merupakan lulusan D-3 Desain Grafis dari Universitas Kristen Petra,Surabaya. Setelah itu ia    mengenyam pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Namun, pada 2004 lalu, Edwin menulis surat          pengunduran diri karena tugas akhirnya tidak memenuhi syarat administrasi dan teknis.

 

7. Edwin pertama kali kerja di Miles (Miles Production) sebagai asisten sutradara Riri (Riri Riza) dalam          produksi film Gie (2005).

 

Nah, itu dia fakta menarik seputar Edwin, Sutradara Film Posesif yang mungkin beberapa diantaranya belum kalian tahu. So, buat kalian yang mau ketemu dan sharing langsung dengan Edwin, yuk datang ke acara Screening Film Posesif  yang akan berlangsung di International Design School (IDS) pada Sabtu, 24 Maret 2018 nanti. Info lebih lanjut bisa kamu cek di website atau media sosial kita di idseducationcom.

 

Source:

1 3

 

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG