Adhyatmika Berbagi Tentang Pentingnya Brand Storytelling di Talk Show Cooperative Week 2014 | IDS

Adhyatmika Berbagi Tentang Pentingnya Brand Storytelling di Talk Show Cooperative Week 2014

Pada hari Kamis, 6 November 2014 yang lalu ada yang berbeda dari gedung Auditorium IX Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia. Gedung yang biasa digunakan untuk acara-acara spesial tersebut, sejak pagi sudah mulai dipadati oleh puluhan orang yang antusias untuk menghadiri Talk Show dengan 4 speakers, Yasa Singgih (Men’s Republic), Ray Nur Rachman (Surga Dunia), Ina Binandari (El Zatta Hijab) dan Adhiyatmika (Winner Democracy Video Challenge 2010). Talk Show tersebut merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara Cooperative Week 2014.

Pada hari itu, acara dibuka dengan Seminar oleh Merry Riana, penulis buku Mimpi Sejuta Dollar, yang bertemakan “Menjadi SDM Unggul dan Kreatif di Tengah Pasar Bebas Asia.” Seminar yang diselenggarakan dari pukul 10.00-12.00 WIB ini kemudian dilanjutkan dengan Talk Show yang diawali oleh Yasa dari Men’s Republic yang mengawali karir bisnisnya dari media sosial, kemudian dilanjutkan oleh Ray Nur yang sukses membuka rumah makan di Surga Dunia. Setelah itu, dilanjutkan oleh pendiri El Zatta Hijab yang sangat sukses, Ina. Talk Show ditutup oleh pemenang Democracy Video Challenge 2010 di AS, Adhiyatmika, yang juga merupakan alumni dari Sekolah Film IDS.

Dalam Talk Show di Cooperative Week 2014 ini, Adhiyatmika atau yang akrab disapa Mika (@mikasipandaacak) membahas tentang ‘How a company could enhance its brand through storytelling‘. Mika yang saat ini aktif sebagai Head of Creative dari Vakansi Visual (@vakansivisual), sebuah label kreatif di Jakarta, mulai memiliki ketertarikannya di dunia film sejak kelas 3 SMA, saat pertama kali membuat film di Bandara Soekarno-Hatta untuk tugas sekolahnya. Dalam mengembangkan ide untuk membuat sebuah brand storytelling, dia memiliki konsep “What If”, bagaimana jika dan Mika juga memberikan pesan kepada audiens bahwa yang lebih penting lagi adalah untuk berpikir out of the box.

Dalam membuat sebuah brand creative storytelling, Mika menjelaskan bahwa storytelling harus memiliki histori mengenai brand yang bersangkutan. Apa yang akan dijual oleh brand, daya tarik dan keunggulan apa yang dimiliki sebuah brand dibandingkan dengan kompetitornya. Itu adalah beberapa tips yang disampaikan oleh Adhiyatmika tentang branding dalam industri kreatif.

Mika yang aktif menangani beberapa brand besar di Indonesia, mengatakan bahwa film menjadi salah satu metode branding yang efektif dalam mempengaruhi atau mempersuasi konsumen, karena bersifat hiburan. Karir yang dirintis oleh Mika pun tidak semudah apa yang terlihat. Dia juga pernah mengalami kegagalan dalam menangani sebuah brand. “It happens all the time”, sambung Mika.

Jadi, buat kalian yang memiliki karir di industri kreatif, jangan mudah putus asa. Karena menjadi kreatif tidak melalui proses yang singkat dan mudah, kita harus melalui usaha dan proses yang panjang. Berpikir kreatif-lah dalam menyelesaikan suatu masalah dan always surprised yourself.

IDS | International Design School sebagai lembaga pendidikan yang bergelut di industri desain, animasi dan perfilman memiliki concern yang tinggi terhadap majunya dunia kreatif Indonesia. Berdasarkan hal tersebut IDS rutin menyelenggarakan event yang tentu saja  penting dan menarik.

Terus update info dan event IDS melalui Twitter @idsEducationcom, Facebook Fan Page IDS Education, Instagram @idseducationcom dan jangan lupa follow Google+ IDS Education serta klik tombol +1 nya. Sampai jumpa di event IDS selanjutnya!

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG