IDS Hadir di Popcon Asia 2016 (VR Game Experience with IDS)

IDS | International Design School Hadir di Popcon Asia 2016 (VR Game Experience with IDS)

Jakarta, 8 Agustus 2016IDS | International Design School turut memeriahkan ajang Popular Culture Convention (Popcon) Asia 2016 “Pop Revolution”. Ini adalah kali kedua, setelah tahun 2013, IDS ikut serta dalam pameran budaya pop terbesar di Asia tersebut. Popcon Asia 2016 kali ini akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada tanggal 12-14 Agustus 2016.

 

“Keikutsertaan IDS dalam Popcon Asia berangkat dari visi untuk melahirkan para creative leader yang mampu berkiprah di peta industri lokal maupun internasional. Kami melihat Popcon Asia sebagai salah satu medium penting yang mampu menjembatani kebutuhan Industri dengan segala perkembangan teknologi dan inovasinya, dengan kesiapan kalangan akademisi untuk menjawab tantangan – tantangan tersebut,” ujar Roy Adimulyo, Director IDS.

 

Dalam kesempatan ini, tidak hanya akan memberikan informasi seputar program studi yang ada, IDS juga akan membawa Virtual Reality (VR) Game hasil karya siswa Sekolah Animasi program College dan International Pathway. Sebanyak 14 siswa ikut serta dalam pengembangan VR Game ini dalam 12 kali pertemuan Kelas Game. Pada tiga pertemuan awal para siswa diberi pengetahuan dasar mengenai software yang digunakan. Setelah itu mereka diminta untuk membuat konsep game balap (racing) yang akan dikembangkan.

 

“Kami melihat VR sedang booming saat ini, selain itu software yang kami gunakan juga mendukung untuk VR. Jadi kami sekalian tambahkan materi VR, sehingga mereka paham dasar VR dan bagaimana membuat objek 3D yang bisa dimainkan dalam game,” ujar Romy Oktaviansyah, Program Head Sekolah Animasi IDS.

 

Sebelum masuk dalam Kelas Game, para siswa harus sudah menguasai 3D dan UV Mapping (proses membuat tekstur untuk gambar 3D yang akan dibuat). Hal ini, menurut Romy, untuk meminimalisir kesalahan dalam membuat VR Game, seperti contohnya bentuk roda yang terbalik.

 

IDS akan membawa dua jenis game pada Popcon Asia 2016 ini, yaitu VR dan PC Game. Pengembangan racing game sendiri dipilih karena software yang digunakan telah menyediakan template untuk jenis game tersebut. Jadi siswa tidak perlu terlalu fokus dalam proses programming (scripting), melainkan lebih fokus kepada objek 3D yang dibuat untuk game tersebut. Scripting tentunya menjadi salah satu dari berbagai kendala dalam pengembangan game ini karena IDS merupakan sekolah desain dan tidak fokus pada pengembangan program. Namun karena dilengkapi dengan perangkat terkini, maka proses scripting dapat diminimalisir walaupun tidak bisa sepenuhnya hilang.

 

“Kami tidak berharap mereka menguasai proses scripting karena memang fokusnya tidak di situ. Namun paling tidak mereka tahu karena saat di industri nanti mereka pasti akan bersinggungan juga dengan scripting,” tambah Romy.

 

IDS merupakan institusi pendidikan di bidang komunikasi visual (animasi, desain grafis, dan film). IDS menyediakan pendidikan bagi peserta yang ingin menyiapkan diri dan meningkatkan kompetensi untuk bekerja di industri komunikasi visual, seperti periklanan, graphic design house, production house, post production house, pertelevisian dan lainnya. (CSS)

 

Ingin tahu lebih lanjut mengenai VR Game, Portfolio Siswa dan Program di IDS? Silakan kunjungi stan IDS (#53) di Popcon Asia 2016!

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG