Mengenal Teknologi Printing 3D Bersama Romy Oktaviansyah & Datascrip

Open House IDS: Mengenal Teknologi Printing 3D Bersama Romy Oktaviansyah & Datascrip

Di Awal Juli kemarin, tepatnya hari Sabtu tanggal 4 Juli 2015,  IDS | International Design School kembali mengadakan Open House: Seminar & Info Session Day yang mengangkat tema: Peningkatan Efektifitas Kerja Melalui Teknologi Printing 3D bersama Romy Oktaviansyah, Program Head sekaligus pengajar di Sekolah Animasi IDS. Dan kali ini IDS juga menghadirkan Datascrip, perusahaan The One-Stop Business Solutions yang dalam seminar ini membawakan demo printer 3D. 

Sebelum seminar dimulai, Bisma F Santabudi selaku Marketing Manager menjelaskan terlebih dahulu apa saja program-program pendidikan yang ada di IDS, seperti College program di bidang Animasi, Film, dan Desain. Ada pun juga Short Course, kursus singkat dengan pilihan 9 kelas seperti Desain, Animasi, Film, Fotografi, Advertising, dan lain-lainnya. Serta International Pathway Program, program internasional untuk melanjutkan kuliah ke Australia dengan biaya yang hemat dan terjangkau, di mana IDS bekerjasama dengan Griffith University dan JMC Academy.

Seperti yang kita ketahui, printer 3D sudah jauh berkembang di luar Indonesia, Romy menjelaskan bahwa teknologi printing 3D sudah sampai pada kemampuan untuk membangun rumah dan jembatan. Teknologi ini penting untuk perkembangan masyarakat pada umumnya karena ada supply dan demand, dengan adanya industri seperti media televisi, media cetak, periklanan, kedokteran, militer dan lain-lainnya. Nah, disinilah IDS membantu demand tersebut, dengan memberikan pendidikan animasi dan desain, maka mahasiswa dapat menghasilkan desain-desain animasi 3D untuk dicetak dengan printer 3D yang akan diberikan kepada pihak yang memerlukan.

Di Sekolah Animasi IDS, Romy juga menambahkan bahwa mahasiswa mempelajari sculpting, modeling, video production dan mata kuliah lainnya yang akan membantu mahasiswa menjadi animator handal. Dalam modeling, kita akan mempelajari bagaimana mencetak dengan printer 3D, namun kita juga akan mengalami rintangan, karena kebanyakan dari model yang dicetak, misalnya becak atau kapal, akan memiliki support, yang di mana kita sendiri harus membersihkan dan melepasnya dari model aslinya. Modeling vital dalam proses desain karena harus mencakup detail-detail, agar ketika di-print hasilnya rapi dan bagus. Teknologi printing 3D dapat membantu memperjelas visual yang hendak dipresentasikan. Di seminar ini, Romy juga memberikan demonstrasi bagaimana membuat objek dengan autodesk Maya agar para audiens memiliki gambaran bagaimana proses desain animasi 3D tersebut.

Seminar pun diakhiri dengan presentasi dari Datascrip, yang menjelaskan berbagai tipe printer 3D yang mereka tawarkan serta kegunaannya dan perbedaan dari masing-masing printer dalam menunjang teknologi printing 3D tersebut, beserta bagaimana proses cetak objek 3D dengan printer 3D tersebut.

Itu tadi liputan event Seminar bersama Romy Oktaviansyah dan Datascrip di kampus IDS, Pejaten Barat, Jakarta Selatan. Follow terus event-event IDS melalui twitter @idsEducationcom, facebook fan page IDS Education, serta instagram @idseducationcom. Sampai ketemu di event IDS selanjutnya! (NK)

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG