Blog

BAGIKAN

Memanfaatkan Era Digital: Mengapa Desain Digital adalah Bidang Karier yang Berkembang di Tahun 2023

Belajar Desain Grafis

Bagi yang belum familiar, istilah “digital” merujuk pada akar katanya, yaitu “digit” atau angka. Ini mengimplikasikan interaksi antara manusia dengan mesin. Dalam beberapa dekade terakhir, makna interaksi manusia dengan antarmuka “digital” telah mengalami beberapa reinterpretasi. Konsep ini diperkenalkan oleh pemikir seperti Don Norman dan Edward de Bono, mengacu pada penyatuan antara seni dan teknologi. Terdapat pola ulang dalam pendekatan ini, yang mirip dengan model “coba dan uji” yang digunakan oleh insinyur perangkat lunak di organisasi seperti NASA pada tahun 60-an. Saat ini, kita berada dalam berbagai lintasan digital, dengan perangkat iPad Pro berdampingan dengan ponsel generasi pertama, dan hologram hadir sejajar dengan jam digital di meja samping tempat tidur kita.

Secara sederhana, Desain Digital mengacu pada segala hal yang ditampilkan di layar. Ini mencakup desain grafis dan pembuatan antarmuka pengguna berdasarkan prinsip desain kognitif. Namun, munculnya teknologi seperti Meta, NFT, dan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan yang telah mengubah Desain Digital menjadi sesuatu yang lebih intuitif, mulus, dan positif dalam realitas atau “phygital”, yang dapat disesuaikan dan interaktif melebihi interaksi umpan balik haptik biasa.

Para desainer grafis dan spesialis UI/UX berada di garda depan tren saat ini, sementara teori tentang ketidakamanan dan konspirasi melingkupi isu-isu keamanan pekerjaan di tengah bayang-bayang otomatisasi (seperti Lensa atau DALL-E2). Sementara itu, dengan munculnya ekosistem seperti Meta dan produk seperti Neuralink, kesadaran manusia sendiri berada pada ambang diinkorporasikan ke dalam “kerangka utama”. Mungkin perubahan ini seharusnya diterima sebagai peluang, karena otomatisasi dapat memberikan manusia kebebasan untuk mengejar upaya kreatif yang baru, sambil membantu proyeksi imajinasi dan komunikasi mereka dengan lebih efisien.

portofolio desain grafis

Dalam konteks industri saat ini, dibutuhkan pengalaman belajar yang lebih mendalam, platform berbasis kesehatan masyarakat, dan antarmuka yang berkesinambungan di seluruh stakeholders. Bagaimana tepatnya desain grafis dan komunikasi dapat mengatasi tantangan ini? Konsepnya adalah memastikan bahwa elemen grafis dapat dengan mudah ditransfer atau beradaptasi di berbagai antarmuka desain digital yang berubah, serta lebih mudah diakses, diuraikan, dan dapat diperbarui. Prinsip-prinsip ini berlaku untuk berbagai hal, mulai dari sistem ERP hingga data detak jantung, dan dari poster maksimalis surreal hingga simulasi permainan.

Bentuk desain digital di masa depan akan bergantung pada konteks tempat kamu berada, identitas kamu, dan nilai-nilai yang kamu junjung. Sementara itu, prinsip-nilai yang mendasari desain digital akan semakin berfokus pada aksesibilitas, keberlanjutan pencegahan, dan pertumbuhan inklusif. Badan pemerintah, terutama di negara seperti India, dapat mendapatkan manfaat besar dari integrasi Desain Digital dalam pembuatan kebijakan. Di India, desain digital perlu selaras dengan pemberdayaan dan peluang, karena desain interaktif mempersatukan disiplin ilmu seperti pengalaman pengguna (UX) dan pengembangan komunitas.

Desain Digital memiliki tempat yang kokoh karena kehadirannya sekarang dan di masa depan yang sedang berubah. Pandemi dan tren seperti bekerja dari rumah (WFH) telah mengukuhkan hal ini dengan cara yang sama seperti globalisasi dan postmodernisme telah membentuk dasarnya. Namun, ketika mencari makna sejati dari Desain Digital dan sejauh mana dampaknya akan mencakup, kita masih harus menunggu beberapa dekade mendatang untuk melihat bagaimana perubahan berulang akan membentuknya.

banner college

Ingin belajar digital design? Bergabunglah dengan Program Digital Design & Illustration di IDS Education. Mengapa memilih IDS sebagai tempat kuliah desain? Karena dalam Program Digital Design & Illustration, mahasiswa diajarkan untuk menggabungkan pemikiran kreatif, estetika desain, pembuatan ilustrasi, dan strategi komunikasi guna menciptakan karya desain berkualitas yang sesuai dengan tuntutan pasar.

Kurikulum kami berfokus pada aspek-aspek penting seperti tipografi, fotografi, ilustrasi, komposisi, dan pemahaman tentang penggunaan warna. Kami juga menekankan pada desain berbasis pengguna seperti design thinking, UI & UX. Mahasiswa akan dipandu untuk mengembangkan ide, merancang, dan menerapkan solusi desain yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan klien.

Lebih dari itu, IDS juga memberikan pemahaman yang kuat mengenai kebutuhan bisnis, sehingga mahasiswa siap untuk berkarir di berbagai sektor industri kreatif maupun lingkungan startup. Bergabunglah dengan kami untuk mengasah bakat dan pengetahuan Anda dalam dunia desain digital yang dinamis.