Blog

BAGIKAN

Fakta Film Petualangan Sherina 2: Penantian Panjang Terbayar

petualangan sherina 2

Film musikal yang sangat dinantikan oleh banyak penggemar, yaitu Petualangan Sherina 2, akhirnya resmi tayang perdana di bioskop pada hari Kamis (28/9/2023) yang lalu. Pada hari pertama penayangan di bioskop, film ini, yang diproduksi oleh Miles Film dan Base Entertainment, berhasil menarik perhatian 256.286 penonton. Prestasi ini membuatnya menjadi film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak pada hari pertama penayangan sepanjang tahun 2023. Penasaran dengan filmya? Yuk simak fakta film Petualangan Sherina 2 berikut ini.

Sinopsis Petualangan Sherina 2

sinopsis film petualangan sherina 2

Film Petualangan Sherina 2 mengisahkan pertemuan ulang antara dua sahabat, yaitu Sherina (diperankan oleh Sherina Munaf) dan Sadam (diperankan oleh Derby Romero), yang telah terpisah selama 23 tahun. Pertemuan mereka terjadi ketika Sherina sedang melakukan liputan tentang pelepasan orang utan dari konservasi yang dikelola oleh Sadam di Kalimantan.

Namun, pelepasan ini tidak berjalan sesuai rencana karena salah satu anak orang utan, bernama Sayu, diculik oleh sekelompok penjahat. Sherina dan Sadam kemudian memutuskan untuk menjalankan misi penyelamatan untuk menyelamatkan Sayu dari para penjahat tersebut.

Reuni emosional ini telah dinantikan oleh banyak penggemar film Indonesia. Sebelum kamu menonton Petualangan Sherina 2, ada empat fakta menarik tentang film ini yang perlu kamu ketahui. Film ini disutradarai oleh Riri Riza.

  1. Lokasi Syuting di Kalimantan

Riri Riza mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen dari lokasi syuting Petualangan Sherina 2 dilakukan di Kalimantan. Riri menegaskan bahwa syuting di hutan Kalimantan membawa sejumlah tantangan bagi kru film dan para pemeran dalam proyek Petualangan Sherina 2.

“Saat syuting di Kalimantan, itu sangat menarik, terutama karena infrastrukturnya berbeda jauh dengan Jakarta,” ujar Riri ketika diwawancara di Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (29/9/2023).

Ia melanjutkan, “Akses jalan misalnya. Untuk mencapai tempat tertentu, kami perlu berperjalanan tiga hingga empat jam, lalu naik perahu selama dua jam. Setelah itu, kami harus berjalan kaki. Tetapi, inilah yang membuat pengalaman syuting sangat menarik, terutama dengan judul seperti Petualangan Sherina 2.”

Riri juga menjelaskan bahwa pemilihan Kalimantan sebagai lokasi utama petualangan Sherina dan Sadam didasarkan pada fakta bahwa Kalimantan memiliki elemen alam yang sangat sesuai dengan genre film yang diusung, yaitu aksi, petualangan, dan unsur musikal.

“Kenapa Kalimantan? Sebenarnya, ada banyak hal yang mungkin belum kita ketahui tentang Kalimantan, tetapi kita perlu tahu karena apa yang ada di sana mencerminkan Indonesia,” kata Riri.

Riri juga menyebutkan bahwa lokasi syuting utama berada di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Katingan. “Lokasinya di sekitar Palangkaraya, sedikit ke arah timur. Syuting baru akan dimulai minggu depan, di Kabupaten Katingan. Di sana, terdapat taman nasional yang luar biasa,” ungkap Riri dalam sebuah konferensi pers untuk Film Petualangan Sherina 2 yang diadakan di Jakarta pada Senin (28/11/2022) yang lalu.

  1. Proses Pra-produksi dan Produksi Hampir Setahun

Derby Romero mengungkapkan bahwa persiapan untuk film Petualangan Sherina 2 membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar tujuh hingga delapan bulan. Selama periode tersebut, para pemain melakukan berbagai latihan yang melibatkan berbagai aspek adegan, termasuk persiapan untuk menjelajahi Kalimantan.

“Kami mempersiapkan diri selama tujuh hingga delapan bulan untuk latihan. Kami tidak hanya fokus pada aspek drama, tetapi juga terlibat dalam latihan aksi, koreografi, dan berbagai hal lainnya,” kata Derby dalam kesempatan yang sama.

“Ketika itu, saya dan Om Riri juga pergi ke Kalimantan terlebih dahulu. Saya ikut trekking untuk mempersiapkan diri menghadapi adegan-adegan yang akan dilakukan di sana, sambil juga lebih mendalami karakter,” tambahnya.

Sementara itu, Riri menyatakan bahwa proses produksi film Petualangan Sherina 2 memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan produksi film pada umumnya, yakni total 75 hari, atau hampir tiga bulan.

“Ini adalah proses produksi yang panjang, ya. Kami butuh waktu total 75 hari. Biasanya, pembuatan film hanya memakan waktu antara 20 hingga 30 hari,” ungkap Riri.

  1. Lirik Lagu Ditulis Sherina

Film Petualangan Sherina dikenal dengan lagu-lagu yang menjadi bagian penting dari cerita film. Pada film pertamanya, sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana bekerja sama dengan komposer Indonesia, Elfa Secioria, untuk menggubah lagu-lagu yang akan digunakan dalam film, dengan Mira sebagai penulis liriknya.

Namun, pada Petualangan Sherina 2, Sherina Munaf langsung terlibat dalam proses penciptaan lagu-lagu yang akan dinyanyikan dalam film. Penyanyi Indonesia tersebut bersama-sama dengan Mira Lesmana dan Virania Munaf bekerja sama dalam menggarap lagu-lagu untuk Petualangan Sherina 2.

“Kali ini, musik langsung diciptakan oleh Sherina Munaf. Meskipun liriknya tetap hasil kerja sama dengan Mira Lesmana. Jadi, Sherina sendiri yang menciptakan musiknya, menyanyikannya, dan bahkan tampil dalam film,” ungkap Riri.

“Isyana Sarasvati juga ikut berkontribusi dalam bernyanyi,” tambah Riri.

  1. Banyak Sederet Pemeran Baru

Selain Sherina dan Sadam, film sekuel Petualangan Sherina ini juga menampilkan beberapa wajah baru dalam pemeran, seperti Ratih (diperankan oleh Isyana Sarasvati), Sindai (diperankan oleh Quinn Salman), dan Aryo (diperankan oleh Ardit Erwandha). Di samping itu, Dedi (diperankan oleh Randy Danistha), Pingkan (diperankan oleh Kelly Tandiono), dan Syailendra (diperankan oleh Chandra Pitok) juga bergabung dalam petualangan bersama Sherina dan Sadam.

Isyana dan Chandra memiliki peran sebagai dua karakter antagonis dalam Petualangan Sherina 2, yaitu Ratih dan Syailendra. Kedua aktor tersebut akan beradu akting dengan dua pemeran utama, yaitu Sherina dan Derby.

Tertarik untuk berkarier di industri film? Yuk belajar film di IDS | International Design School!

banner college

Mengapa harus kuliah film di IDS? Karena IDS memiliki Program Digital Film & Media Production mengajarkan keterampilan teknis dan estetika kepada mahasiswa untuk menciptakan film dan konten media beragam. Program ini dimulai dari pengembangan cerita, penulisan skenario, dan pembuatan storyboard hingga perwujudannya menjadi film. Mahasiswa juga akan belajar seluruh proses produksi yang mencakup penyutradaraan, manajemen produksi, sinematografi, tata artistik, tata suara, akting, dan penyuntingan. Selain itu, mereka akan mendapatkan panduan dalam memahami aspek manajemen dan bisnis konten dari sudut pandang pemasaran dan distribusi.