Blog

BAGIKAN

Font Terbaik untuk Desain Aplikasi Mobile

font

Font untuk aplikasi sangat penting bagi user experience atau pengalaman pengguna dalam menggunakan produk digital. Font dapat menentukan berhasil atau tidaknya desain UI yang kamu kerjakan. Kalau pengguna tidak bisa membaca konten kamu, kamu harus bilang selamat tinggal kepada mereka. Karena itu kamu perlu tahu dasar tipografi untuk dapat menentukan font terbaik untuk aplikasi mobile kamu. Dalam postingan ini, kami telah merangkum cara-cara terbaik yang dapat kamu lakukan untuk desain UI aplikasi mobile kamu.

Mengapa penting untuk memilih font yang tepat untuk aplikasi?

Kata-kata adalah sesuatu yang kamu baca di layar, jadi mari kita simpulkan kalau font adalah gaya dari kata-kata tersebut. Bayangkan font sebagai pakaian dari kata-kata. Setiap font merupakan pakaian yang unik, yang juga memiliki tujuan dan maksud yang berbeda-beda.

Sebagaimana pakaian yang dibuat khusus untuk situasi tertentu, beberapa font juga dapat cocok ataupun tidak, tergantung pada situasinya. Dengan menghubungkan desain UI dan font, kamu dapat menciptakan pengalaman pengguna yang tepat.

Kenapa ada font yang cocok dengan sebuah aplikasi dan ada yang tidak?

Mengikuti analalogi pakaian tadi, bayangkanlah memakai pakaian pantai ke pemakaman, apakah cocok? Jelas tidak! Comic Sans juga tidak akan digunakan dalam menu restoran berbintang Michelin. Dengan begini, kita memahami perasaan yang dapat ditimbulkan dari penggunaannya. Perasaan inilah yang dapat membantu menentukan mana yang terbaik untuk aplikasi.

Tapi kita tidak hanya membahas apakah font cocok dengan sesuatu atau tidak. Hanya karena font terlihat bagus tidak berarti font tersebut dapat digunakan, ingatlah aspek pentingnya: dapat dibaca, mudah dibaca dan mudah digunakan.

Gunakan font yang responsif untuk aplikasi yang lebih mudah dibaca

Layar mobile paling banyak digunakan pada saat ini, jadi desainer UX idealnya harus mendesain aplikasi dengan tipografi yang responsif. Tipografi responsif memiliki garis besar yang geometris dan terukur. Ingatlah bahwa font ada untuk dibaca, bukan untuk hiasan cantik. Aspek penting lain untuk meningkatkan keterbacaan dan tipografi aplikasi adalah dengan memperhatikan jarak antar font.

Jika font kamu ditampilkan besar di layar komputer, tetapi tidak mengecil dengan benar di ponsel, maka situs web atau aplikasi kamu memiliki kegunaan yang buruk, bahkan jika kamu sudah memilih font terbaik di dunia.

Untuk memudahkan kamu, pikirkanlah tipografi lancar. Pada dasarnya, tipografi yang lancar mengubah ukuran font agar sesuai dengan layar apapun.

Keputusan berat; menggunakan serif atau tidak serif?

Sebelum memikirkan font terbaik untuk desain aplikasi, penting untuk membedakan dua gaya font yang berbeda. Gaya tersebut adalah serif dan sans-serif.

Font yang gagah!

Kamus Oxford percaya bahwa kata serif berasal dari bahasa Jerman abad ke-19 ‘schreef’, yang memiliki arti garis putus-putus. Sehubungan dengan font, serif adalah garis kecil yang melekat pada akhir goresan pada sebuah huruf. Misalnya seperti Times New Roman atau Clarendon yang diketahui semua orang.

Itu Tidak Biasa!

Sebaliknya, sans-serif – yang juga dikenal dengan Grotesque – adalah font tanpa serif, ‘sans’-serif. Font ini termasuk tipografi Helvetica, Proxima Nova, dan Open Sans. Beberapa font modern untuk aplikasi adalah sans-serif karena mereka meningkatkan keterbacaan dan dapat diskalakan dengan lebih mudah. Sans-serif juga akan cenderung paling sedikit bertabrakan dengan desain UI.

Bagaimana memilih font terbaik untuk aplikasi?

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah jangan pedulikan sebagian besar font. Ada banyak font yang dapat kamu temukan di internet tetapi tidak banyak digunakan dalam desain aplikasi mobile. Seringkali, font untuk desain aplikasi mobile umum digunakan semua orang, seperti Gotham misalnya. Kamu tidak harus menghindari font yang sudah banyak digunakan, terlebih jika font itu berfungsi dengan baik.

Kamu bisa menghitung jari jumlah font yang sering muncul dalam desain aplikasi mobile. Alasan font yang sama terus muncul dalam desain UI adalah karena mereka bekerja dengan baik. Mereka dapat dibaca, mudah dibaca, dan dikenali banyak orang.

Teknik Waxing

Ketika memilih font untuk aplikasi, pertanyaan berikut ini akan membantu kamu membedakan yang baik dengan yang buruk:

  •         Seberapa tebal font tersebut?
  •         Apakah dapat dibaca dari ketinggian tertentu?
  •         Apakah skala font tersebut sesuai di berbagai perangkat?
  •         Apakah dapat diakses?
  •         Berapa rasio kontrasnya?

Jika font memiliki banyak pilihan tebal, tinggi dan besar, serta memiliki skala yang baik, kemungkinan besar font tersebut akan berfungsi dengan baik dalam tata letak UI.

Semakin sedikit semakin baik

Apapun yang telah kamu pilih, batasi untuk memakai satu atau dua font sekaligus. Terkadang, menggunakan satu font dalam berbagai tingkat ketebalan, akan sama efektifnya daripada menggunakan banyak font.

Uji dan uji terus

Kamu dapat menggunakan alat mockup untuk menggunakan default font untuk desain kamu. Mereka dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam alat prototyping. Jika kamu terjebak dalam beberapa pilihan font, maka solusinya adalah dengan membuat prototipe dan mengujinya sampai kamu memiliki font yang paling sesuai.

Font prototipe dapat menempatkan kamu di jalur yang benar sebelum membuat keputusan apapun yang dapat mempengaruhi desain UI kamu di kemudian hari.