Blog

BAGIKAN

Kamera Analog Film Terbaik untuk Pemula

kamera analog

Mengatur fitur kamera dan mengatur tata letak objek di kamera tidaklah mudah. Apalagi dengan kamera analog film yang tidak punya layar LCD Live View atau kemampuan pratinjau foto kamu secara langsung. Tapi tenang, kami akan pilihkan peringkat kamera analog film terbaik khusus untuk pemula. Tapi kalau kamu sudah punya latar belakang dan pengetahuan tentang fotografi film, kami juga tampilkan beberapa model yang bisa kamu gunakan untuk terus belajar menuju pro. Supaya kamu nggak bingung cara pilihnya, kamu bisa ikuti tips memilih dibawah ini!

Cara agar tidak bingung memilih kamera yang paling cocok buat kamu

Fotografi dengan kamera analog film cukup menantang. Kamu harus pelajari fitur fotografi digital, mulai dari ISO, lensa, dan lain-lain, tapi tanpa melihat pratinjau gambarnya. Oleh karena itu, penting memilih kamera analog film yang memiliki berbagai fitur otomatis dan semi otomatis. Carilah kamera analog film yang secara otomatis akan fokus, cocok dengan pengaturan lensa untuk mempermudah komposisi. Fitur semi-otomatis seperti shutter speed, selain ISO juga akan membantu agar kamera bisa menangkap gambar yang bagus.

Selanjutnya, sesuaikan dengan budget yang kamu miliki. Pastikan apakah kamu benar-benar ingin menekuni bidang ini atau bertujuan mengeksplor saja. Kalau ingin mengeksplor saja, kamera dengan budget terjangkau akan sangat cukup memfasilitasi kamu belajar. Baiklah, berikut adalah rekomendasi kamera analog film untuk pemula!

  • Canon AE-1 – Kualitas teruji dan tahan lama

Canon AE-1

Dengan tipe SLR-nya, Canon AE-1 adalah yang pertama dengan fitur shutter priority, cocok untuk para pemula yang ingin belajar kontrol manual. Materialnya terbuat dari aluminium yang kokoh dengan material plastik juga di body-nya, AE-1 menjadi simpel dan sangat ringan. Tapi untuk memotret objek bergerak cepat seperti olahraga, AE-1 tidak terlalu cocok, karena hanya punya limit shutter 1/1000 per detik. Tapi selain itu, AE-1 bisa nemenin kamu kemana pun, karena ukurannya yang cocok diajak jalan-jalan.

  • Nikon FE2 – Cocok untuk pemula yang ingin memperlengkap alatnya

Nikon FE2

Biasanya Nikon hanya produksi kamera untuk para profesional. Tapi seiring berjalannya waktu, Nikon mulai produksi kamera yang ramah buat pemula. FE2 hadir dengan limit shutter 1/4000 sebagai SLR tercepat di dunia saat itu, kamu bisa sukses potret jenis foto olahraga ataupun subjek yang bergerak cepat lainnya dengan limit shutter tersebut. Hanya satu kelemahan FE2 yakni kemampuan fokusnya yang hanya memiliki fitur  manual.

  • Olympus Pen-EE – Cocok untuk pecinta tipe Point-and-Shoot

Olympus Pen-EE

Dengan tipe point-and-shoot, Olympus Pen-EE mudah dibawa kemana-mana karena body-nya yang simpel dan ringan. Pen-EE punya kontrol kamera yang tergabung di satu tempat, yakni tombol di depan kamera yang mengontrol shutter speed, ISO, dan aperture. Di sekitar tombol itu juga terdapat flash untuk memotret di keadaan minim cahaya. 

  • Lomography Diana F+ – Cocok buat pemula dengan budget pas

Lomography Diana F+

Dengan tipe yang menggemaskan, Diana F+ punya kesan vintage dan aesthetic yang belakangan ini sangat digemari anak muda, mayoritasnya perempuan. Diana F+ juga bisa menghemat budget kamu, karena harganya tidak terlalu tinggi. Kontrol kamera ini cukup simpel, ada pengaturan apertures yang dikategorikan menjadi beberapa jenis, disesuaikan dengan cuaca saat itu, kita bisa pilih yang paling cocok.

  • Canon EOS 630 – Banyak fitur otomatis

Canon EOS 630

EOS 630 sangat cocok untuk kamu yang menantikan kamera dengan fitur full otomatis. Selain itu, EOS 630 juga membantu kamu jika perlu mempercepat pengambilan gambar. Fotografer bisa mengambil gambar sampai 5 fps dengan fitur One-Shot AF (atau 2,5fps di AI Servo AF). Auto fokus dari EOS 630 cukup canggih dengan sistem TTL (through-the-lens). EOS 630 bahkan bisa dinobatkan sebagai kamera dengan fitur paling lengkap di list ini, karena ia punya 7 fungsi custom, fitur AF, AE, bahkan hingga mode film yang lebih profesional ada di kamera ini.

Dari kelima kamera tersebut, semoga ada yang bisa kamu pilih untuk terus berlatih dan menekuni hobi atau profesi kamu sebagai fotografer. Untuk melengkapi perjalanan kamu belajar fotografi, kamu bisa bergabung bersama kami di Program College Digital Film and Media Production IDS | International Design School. Kamu akan temukan banyak hal baru dan pengalaman baru dari Program College tersebut. See you there!

Sumber: techradar.com

JOIN NOW!

Step by Step to Become a Product Designer