Blog

BAGIKAN

Memahami Konsep Desain 3D: Teknik, Alat, dan Aplikasinya

3d design

Desain tiga dimensi, atau yang lebih dikenal dengan 3D design, bukanlah hal baru dalam dunia desain. Konsep desain 3D dianggap memiliki nilai seni yang tinggi dan memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan profesional maupun sehari-hari bagi mereka yang memiliki minat di bidang desain.

Sejak kemunculannya pada tahun 1960-an yang dipimpin oleh Ivan Sutherland dengan software 3D pertama yang dikenal sebagai Sketchpad, desain 3D terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Perkembangan ini didukung oleh maraknya software komputer yang mempermudah proses pembuatan desain 3D dan memberikan desainer kemampuan untuk menciptakan objek yang semakin realistis.

Dalam evolusinya, desain 3D telah diaplikasikan dalam berbagai jenis karya, mulai dari desain logo, animasi, hingga desain web. Banyak desainer yang telah menggabungkan elemen 3D ke dalam karya desain mereka, bahkan menjadikannya sebagai ciri khas yang membedakan karya mereka dengan yang lain.

Pengertian 3D Design

3d art

Desain 3D adalah proses menciptakan objek atau ruang dalam bentuk yang memiliki kedalaman, lebar, dan tinggi. Desain 3D melibatkan penggunaan teknologi dan perangkat lunak komputer yang memungkinkan desainer untuk membuat objek atau lingkungan yang tampak nyata dan dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

Pada dasarnya, desain 3D berbeda dengan desain 2D yang hanya memiliki kedua dimensi yaitu panjang dan lebar. Dalam desain 3D, desainer dapat membuat objek yang tampak memiliki ketebalan, volume, dan detail ruang yang lebih kompleks.

Desain 3D digunakan dalam berbagai bidang seperti desain produk, arsitektur, film animasi, game, dan visualisasi ilmiah. Dengan desain 3D, desainer dapat menghasilkan gambaran yang lebih realistis dan mendalam, memungkinkan pengalaman visual yang lebih mendekati kehidupan nyata.

Melalui penggunaan teknik pencahayaan, tekstur, dan animasi, desain 3D memberikan kebebasan kreatif yang lebih besar bagi desainer dalam menciptakan visualisasi yang menarik dan mendalam.

Mengapa 3D Design Digunakan?

3d model

Pada dasarnya, desain 3D merupakan salah satu alat yang digunakan oleh para desainer untuk memberikan penekanan visual dan variasi pada elemen-elemen dalam desain yang mereka buat. Dalam konteks ini, desain 3D dapat memberikan nilai tambah yang signifikan jika mempertimbangkan faktor manusia yang berinteraksi dengan karya visual tersebut. Dengan menggunakan desain 3D, desainer dapat menyajikan kesan yang lebih realistis dan mendalam bagi para penikmatnya.

Melalui desain 3D, terbuka banyak peluang bagi desainer untuk mengeksplorasi potensi kreatif dan profesional mereka. Desain 3D memungkinkan mereka untuk menciptakan visualisasi yang lebih menarik, detail, dan interaktif. Dengan menggabungkan teknologi komputer dan keterampilan desain, desainer dapat menghasilkan karya yang mengesankan dan memenuhi tuntutan pasar yang semakin kompetitif. Desain 3D juga memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menghadirkan ide-ide kreatif dan membangun pengalaman visual yang mengesankan bagi audiens.

Teknik dalam Desain 3D

teknik 3d design

Dalam desain 3D, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menciptakan objek dan visualisasi yang realistis. Berikut ini adalah beberapa teknik umum dalam desain 3D:

  1. Modeling: Teknik modeling digunakan untuk membuat bentuk dan struktur objek 3D. Terdapat beberapa metode modeling, seperti polygonal modeling, NURBS modeling, dan sculpting. Teknik ini melibatkan pembentukan dan manipulasi titik, garis, dan permukaan untuk menciptakan objek 3D yang diinginkan.
  2. Texturing: Teknik texturing digunakan untuk memberikan tekstur dan warna pada objek 3D. Ini melibatkan penerapan gambar atau material ke permukaan objek untuk memberikan kesan visual yang lebih realistis.
  3. Lighting: Teknik lighting melibatkan pengaturan pencahayaan dalam adegan 3D. Dengan mengatur intensitas, warna, dan posisi sumber cahaya, desainer dapat menciptakan suasana yang sesuai dan mempengaruhi tampilan objek 3D.
  4. Rendering: Teknik rendering melibatkan proses menghasilkan gambar atau animasi dari objek 3D yang telah dibuat. Ini melibatkan perhitungan cahaya, bayangan, dan tekstur untuk menghasilkan hasil akhir yang lebih realistis.
  5. Animation: Teknik animasi memungkinkan objek 3D untuk bergerak dan berinteraksi. Ini melibatkan membuat keyframe, mengatur lintasan gerakan, dan menggabungkan pose-pose untuk menciptakan animasi yang halus dan terkoordinasi.
  6. Rigging: Teknik rigging melibatkan pembuatan kerangka atau rangkaian tulang dalam objek 3D untuk mengontrol gerakan dan deformasi. Ini penting dalam animasi karakter 3D atau objek yang kompleks.
  7. Simulasi: Teknik simulasi memungkinkan desainer untuk mensimulasikan fenomena fisika seperti gravitasi, cairan, atau kain yang bergerak. Ini dapat memberikan realisme tambahan pada animasi atau visualisasi 3D.
  8. Compositing: Teknik compositing melibatkan penggabungan beberapa elemen visual, seperti objek 3D, latar belakang, efek khusus, dan elemen lainnya menjadi satu gambar atau adegan yang terlihat lebih lengkap dan harmonis.

Setiap teknik ini membutuhkan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan software 3D yang sesuai. Dengan menguasai teknik-teknik ini, desainer dapat menciptakan karya 3D yang menarik, realistis, dan memukau.

Tools dan Aplikasi untuk Memproses Desain 3D

Desain grafis merupakan seni yang melibatkan ide dan proses kreatif untuk kemudian dirancang secara sistematis. Pertumbuhan industri kreatif yang pesat membuat kebutuhan desain grafis juga ikut meningkat. Tak heran kalau kuliah desain kian digemari. Selain menarik, profesi desainer grafis juga menjanjikan untuk saat ini. Ada banyak hal seru yang dipelajari, salah satunya membuat peta perspektif isometrik 3D yang terbuat dari kombinasi beberapa foto landscape menggunakan Adobe Photoshop. Seperti apa langkah-langkahnya? Kamu bisa simak artikel berikut. Siapkan Kanvas Hal pertama yang harus disiapkan yaitu aset tutorial, seperti Tanah kering dan akar, lanskap 1, lanskap 2, laut, dan tekstur tanah subur (foto pribadi, tersedia dalam zip file). Kamu perlu siapkan kanvas untuk membuat isometrik grid, langkah-langkahnya: Pertama, tambahkan isometrik grid ke kanvas kita. Berdasarkan grid, gambar bentuk vektor persegi panjang pada permukaan isometrik. Kamu bebas menggunakan warna apa saja. Gandakan bentuk vektor dengan klik Control-J dan gerakkan ke atas. Nonaktifkan grid karena tidak dibutuhkan lagi. Mulai Membangun Tanah Langkah kedua, mulai untuk membangun tanah dengan mengikuti langkah-langkah ini: Gambarlah sisi kiri peta 3D menggunakan Pen Tool. Klik dua kali bentuk lapisannya dan kemudian tambahkan Gradient Overlay. Atur Fill menjadi 0%. Ulangi langkah yang sama di sisi lain. Gambarlah bentuk baru menggunakan Pen Tool, yang menutupi seluruh peta. Tambahkan Gradient Overlay ke bentuk dan kemudian atur Fill menjadi 0%. Ambil tekstur tanah dan letakkan di atas peta. Kontrol-klik sisi kiri peta untuk membuat seleksi baru berdasarkan bentuknya. Klik ikon Add layer mask di bagian bawah panel Layers untuk memotong tekstur batu di luar bentuk. Ulangi proses yang sama di sisi lain peta. Membangun Bukit Lanjut dengan membangun bukit, langkah-langkahnya: Ambil lanskap bukit dan taruh di peta dengan Opacity rendah. Posisikan sampai mendapatkan perspektif yang bagus. Tambahkan layer mask ke foto lanskap dan kemudian cat dengan warna hitam untuk menyembunyikan area yang tidak diinginkan. Cobalah dapatkan bentuk alami menggunakan sapuan kuas agar bentuk datar seperti kotak. Pada bagian tanah, buat lebih gelap agar realistis. Lukis bayangan di sudutnya dan tambahkan layer baru, lalu cat hitam menggunakan Brush Tool dengan Opacity rendah. Tambahkan lagi bayangan hitam ke tanah agar lebih gelap. Selanjutnya, ambil kotoran atau tekstur tanah lainnya. Tempel dan mode ke Overlay. Tambahkan layer mask, masukkan kotoran, bebatuan, dan akar ke dalam tanah untuk membuatnya terlihat realistis. Tambahkan gambar lanskap lain ke peta dengan menempatkan lanskap di balik lanskap pada bukit. Tambahkan layer mask ke gambar lanskap dan cat hitam untuk menghapus sebagian besar kontennya sambil meninggalkan sebagian lembahnya. Tambahkan layer baru dan lukis bayangan pada area lanskap baru. Menambahkan Laut ke Tampilan Isometrik Berikut langkah-langkah mengubahnya menjadi tampilan isometrik: Sekarang tambahkan gambar laut di belakang peta dan atur posisinya sesukamu. Control-klik dasar peta untuk membuat seleksi baru berdasarkan bentuknya. Klik ikon Add layer mask untuk menyembunyikan piksel yang tidak dipilih. Secara manual perbaiki elemen yang rusak di lanskap. Jika ada, cat dengan warna putih menggunakan soft brush. Dalam hal ini, lakukan ini dengan batu. Menambahkan lebih banyak gelombang ke laut, duplikasi gambar laut dan pindah ke posisi yang berbeda. Terapkan layer mask yang sama seperti bagian pertama dan sembunyikan beberapa area sampai menyatu dengan gambar pertama. Pilih laut dengan Control-klik pada bentuk layer. Tambahkan layer Penyesuaian Filter Foto dengan Filter Pendingin untuk meningkatkan kontras permukaan laut biru. Supaya kamu lebih memahami detail step by step membuat peta perspektif isometrik 3D dari kombinasi beberapa foto landscape, sebaiknya belajar bersama para ahli di International Design School! Kamu bisa memilih untuk ambil kursus desain atau kuliah desain dengan program studi Digital Design, mengajarkan keterampilan kreasi desain berbasis digital dengan unsur nilai bisnis. Daftarkan diri kamu segera di sekolah design International Design School!

Dalam memproses desain 3D, terdapat berbagai tools dan aplikasi yang dapat digunakan oleh para desainer. Berikut ini adalah beberapa contoh tools dan aplikasi yang sering digunakan dalam memproses desain 3D:

  1. Maya: Maya adalah aplikasi desain 3D yang sering digunakan dalam industri film, televisi, dan game. Aplikasi ini memiliki fitur animasi, simulasi, dan rendering yang canggih.
  2. ZBrush: ZBrush adalah aplikasi desain 3D yang fokus pada sculpting digital. Aplikasi ini memungkinkan desainer untuk membuat model 3D dengan detail tinggi dan menghasilkan tekstur yang realistis.
  3. Substance Painter: Substance Painter adalah aplikasi texturing 3D yang memungkinkan desainer untuk membuat tekstur realistis pada model 3D. Aplikasi ini memiliki berbagai alat dan bahan yang dapat digunakan untuk menciptakan tekstur yang kaya dan mendalam.
  4. 3ds Max: 3ds Max adalah software desain 3D yang populer di industri film, game, dan visualisasi arsitektur. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur seperti animasi, rendering, simulasi fisika, dan lainnya.
  5. Cinema 4D: Cinema 4D adalah aplikasi desain 3D yang serbaguna dan digunakan dalam berbagai industri seperti film, televisi, dan iklan. Aplikasi ini memiliki antarmuka pengguna yang intuitif dan berbagai fitur yang memungkinkan desainer untuk menciptakan desain 3D berkualitas tinggi.
  6. AutoCAD: AutoCAD merupakan salah satu aplikasi desain 3D yang sangat populer di kalangan desainer arsitektur dan teknik. Aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap untuk membuat dan mengedit model 3D dengan presisi tinggi.
  7. SolidWorks: SolidWorks adalah software desain 3D yang banyak digunakan dalam industri manufaktur dan rekayasa. Aplikasi ini memungkinkan desainer untuk membuat model 3D yang presisi dan menghasilkan dokumentasi teknik yang lengkap.
  8. Blender: Blender adalah aplikasi desain 3D gratis dan open-source yang dapat digunakan untuk membuat animasi, visual efek, dan model 3D. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur yang kuat dan fleksibilitas dalam menghasilkan desain 3D yang kompleks.
  9. SketchUp: SketchUp adalah aplikasi desain 3D yang intuitif dan mudah digunakan. Aplikasi ini cocok untuk desainer pemula yang ingin membuat model 3D dengan cepat dan mudah. SketchUp juga memiliki berbagai plugin yang memperluas fungsionalitasnya.
  10. Adobe Dimension: Adobe Dimension adalah aplikasi desain 3D yang dirancang untuk desainer grafis dan pemasar. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat visualisasi produk dan mockup 3D dengan mudah.

Dengan menggunakan tools dan aplikasi di atas, para desainer dapat memproses desain 3D dengan lebih efisien dan menghasilkan karya yang memukau dalam bidang desain.

Yuk Belajar Membuat 3D Design di International Design School

Tertarik untuk mempelajari 3D design? Bergabunglah dengan program Digital Animation & Games di International Design School. Program ini akan membantu kamu mengembangkan keterampilan kreatif dan teknis yang diperlukan dalam produksi animasi dan efek visual di industri film & televisi serta industri game yang berkembang pesat. kamu akan mempelajari seluruh proses pembuatan animasi dan game, mulai dari ide, storytelling, desain karakter, hingga menghasilkan karya berstandar internasional. Program ini mengajarkan penggunaan perangkat lunak Autodesk Maya & Unreal yang merupakan standar industri animasi dan game. Selain itu, kamu akan belajar teknik animasi, visual effects, dan desain game yang diperlukan untuk menciptakan karya yang menakjubkan.

College Program

Step by Step to Become a Product Designer